Cari Blog Ini

Minggu, 22 Maret 2020

Gubernur NTB, Dr.Zulkiflimansyah: Serius, Tangani COVID-19 Di Bumi Gora hingga Tuntas.

Gubernur NTB DR.Zulkiflimansyah,SE.,M.Sc.

Berita by admint.
Mataram,-  Suara Cendekia.News
Upaya menangkal Corona Viruses Disease (Covid-19) Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr.Zulkiflimansyah, SE., M.Sc. tidak tinggal diam, beliau bergerak bersama staf dan jajarannya pada Pemprov NTB untuk melakukan berbagai cara dan gebrakan cerdas diantaranya mengeluarkan edaran, melakukan aksi aksi penanganan dan pencegahan, melakukan social distancing, hingga menutup tempat tempat hiburan malam.

Beberapa hari yang lalu Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE.,M.Sc bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Si. dan Ketua DPRD NTB dan Sekda baru saja selesai menggelar rapat dengan para bupati/walikota se-NTB. Termasuk dengan anggota Forkopimda dan Kepala OPD tingkat Provinsi NTB.

Ada sejumlah keputusan yang diambil Gubernur yang disetujui oleh para bupati/walikota dan seluruh peserta rapat. Yaitu:
1. Meliburkan seluruh siswa semua tingkatan selama 14 hari. Kecuali bagi siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional

2. Menutup sementara akses pintu masuk wisatawan di Tiga Gili di Kabupaten Lombok Utara selama 14 hari. Yaitu Gili Trawangan, Gili air dan Gili Meno. Termasuk sejumlah Gili yang dijadikan akses wisatawan luar negeri.

3. Pemerintah akan makin memperkuat dan memperketat pemeriksaan di Bandara dan Pelabuhan

4. Menyiapkan fasilitas seperti cairan disinfektan atau handsanitaiser, di fasilitasi umum, termasuk tempat ibadah.

5. Menghimbau masyarakat untuk menghindari kegiatan di tempat keramaian.

6. Melarang seluruh pejabat dan ASN di lingkungan pemerintah provinsi NTB untuk melakukan perjalanan dinas keluar daerah dan luar negeri.

7. Semua kabupaten/kota se-NTB sudah siap melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Ketujuh poin tersebut merupakan ketegasan sikap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam melawan
COVID-19 yang sangat membahayakan dan cukup mematikan.


Pantauan terakhir Suara Cendekia Bang Zul sapaan Gubernur NTB mengeluarkan lagi ketegasan sikapnya dalam menangkal virus global tersebut melalui saluran whatsappnya, Berikut kutipan surat tersebut.

“Mencermati dinamika penyebaran Corona Virus Desease (Covid) 19 di provinsi NTB,  melalui surat ini disampaikan hal-hal sbb. 

1. Diminta kepada Bupati/Walikota menutup sementara tempat hiburan malam yang dikelola pemerintah, Pemerintah daerah, Swasta, desa wisata dan masyarakat.

2. Penutupan sementara tempat hiburan di atas, terhitung tanggal 23 Maret 2020 sampai batas waktu yang tidak ditentukan dan bersifat sementara sewaktu-waktu dapat dievaluasi sesuai perkembangan.

3. Pemberlakuan penutupan sementara, tempat hiburan agar dilaksanakan sebaik-baiknya.
Ini merupakan kali kedua beliau memberikan dan mengeluarkan sikap tegasnya kepada publik, mudah mudahan bermanfaat untuk kita semua.


(SC.News)




Profil Bina Insan Cendekia Kabupaten Bima



BIMA, Suara Cendekia.News,-
Sekilas Mengenai Bina Insan Cendekia Bima ( YBIC ).
Lembaga ini berdiri berawal dari keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi daerah ini dan berkontribusi aktif dalam proses pengembangan NTB menuju kegemilangan dan kejayaannya. Dari sinilah kemudian tercetus " Bina Insan Cendekia" atau disingkat "YBIC" lembaga pengkaji dan peng analisis apa saja potensi potensi yang patut dikembangkan di Kabupaten Bima atau yang tersebar di 18 Kecamatan mulai dari Langgudu, Parado, Woha, Monta, Belo, Palibelo, Wera, Ambalawi, Wawo, Lambitu, Donggo, Soromandi, Sanggar, Tambora, Madapangga dan Bolo khususnya.

Bina Insan Cendekia, didirikan dengan sebuah akte notaris Sodikin Andaya,S.H. nomor 72 tertanggal 20 januari 2004, yang bertepatan dengan hari kebebasan berserikat dan berkumpul sedunia oleh para intelektual muda, cerdas, energik dan kreatif yang mempunyai latar belakang yang beragam mulai dari penggiat, aktifist, pengajar, tokoh pemuda, peneliti, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lainnya.


Visinya
Berkarya harmonis mengabdi untuk semua berlandaskan Iman taqwa dan ilmu pengetahuan tekhnologi dengan indikator sebagai berikut:
©Selalu dalam kegiatam pemberdayaan masyarakat
©Selalu dalam peningkatan dan penguatan kapasitas sosial
©Selalu dalam kegiatan keagamaan dan kerukunan sosial
© Memiliki binaan sosial yang partisipatif dan tercerahkan
©Mendapat basis serta dukungan riil dari akar rumput.

Misinya
Tentu saja berpijak pada visi diatas :
√ Melaksanakan pencerahan sosmasy secara efektif, efisien dan berkesinambungan.
√Menumbuhkan semangat kekeluargaan dan kebersamaan yang kualitatif secara intensif kepada seluruh warga binaan di masyarakat
√ Mendorong dan membantu setiap masyarakat kurang mampu, menengah kebawah, dan termarginalkan untuk bangkit dan maju mengenali potensi dirinya
√ Menumbuhkan dan memperkuat kapasitas kemandirian sosial menuju masyarakat madani yang semakin kompetitif dan tercerahkan
√Menguatkan kapasitas grassroots dalam melakukan aktifitas usaha dan pencaharian.

Tiga Pilar Aktivitas Bina Insan Cendekia
1. Menyelenggarakan kegiatan" studi, penelitian dan kajian dgn menerapkan studi ilmiah, keilmuan yg tinggi dan independen.
2. Membangun pusat data dan informasi serta mengolahnya menjadi pengetahuan yang komprehensif.
3. Pengembangan dan pengolahan sumber daya manusia strategis untuk meningkatkan kemampuan institusi dalam melakukan studi dan riset pengembangan dan pemberdayaan.

Kegiatan Bina Insan Cendekia
Dengan tiga pilar aktifitas yang telah terumuskan dengan rapi, maka Bina Insan Cendekia menerjemahkannya menjadi tiga fokus kegiatan, yaitu:
1. Melakukan penguatan kapasitas dalam life skills, kelompok usaha dan pencerahan sosial.
2. Menguatkan kapasitas pembuat kebijakan dalam perumusannya.
3. Pengembangan sumber daya manusia (Human Resource) strategis yang mempunyai kapasitas yang mumpuni untuk menjawab kebutuhan lapangan.

Pengalaman Bina Insan Cendekia
Bina Insan Cendekia Bima sebagai sebuah lembaga sosial edukasi penguatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat sekaligus lembaga studi dan pengembangan telah mempunyai berbagai pengalaman dalam melakukan pendampingan dan pengembangan masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Bolo, Soromandi, Donggo, Madapangga, Sanggar dan Tambora. Beberapa pengalaman bina insan cendekia itu antara lain:
1. Melakukan Seminar dan diklat maupun bimtek hal hal yg bersifat teknis dan prosedural operasional.
2. Penguatan life skills and soft skills peserta didik maupun lanjut usia.
3. Penguatan peran perempuan dalam Woman Trafficking maupun KDRT.
4. Pendampingan Sosial dan edukasi massive.
5. Indoktrinasi dan penangangan bencana alam bagi kaum terdampak.
6. Membangun dan menjalin kemitraan antar organisasi.
7. Melakukan advokasi dan interogasi khusus bagi yang terdzolimi sosial.
8. Distribusi sosial
9. Kegiatan ekstra sosial dan edukasi

Badan Pengurus Bina Insan Cendekia
Ketua              : Nurwahidah
Wakil Ketua  : Harisuddin
Sekertaris      : Syarifudin
Bendahara    : Annisaturrahmah
DIVISI - DIVISI
Pemberdayaan Penguatan Kapasitas
Hubungan Sosial dan Soskesmas
Advokasi dan Investigasi
Edukasi dan Pencerahan

Sekretariat Bina Insan Cendekia
Dengan idealisme untuk mewujudkan Bina Insan Cemdekia sebagai basis kegiatan maka kami memilih lokasi sekertariat di dua tempat yakni Kecamatan Madapangga dan Kecamatan Palibelo.
Untuk di Kecamatan Madapangga
Jl. Lintas Dena Monggo
     RT 09 RW 02 No. 5 Desa Dena
     Kec. Madapangga Kab. Bima

Untuk di Kecamatan Palibelo
Jl.Lintas Panda RT 13 RW 003 Desa Panda Kec. Palibelo Kab. Bima.
Demikian sekilas profil kami, semoga bermanfaat. Aamiin.





Komunikasi politik gagal, omongan pejabat negeri memanen kontroversi.


Opini

Komunikasi politik gagal, omongan pejabat negeri memanen kontroversi.
Oleh. Alfi Syahrin, M.Si.*

  Di tengah arus demokratisasi dan keterbukaan saat ini, komunikasi politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi semakin penting. Hubungan antara  
       pemerintah dan rakyat dan sebaliknya memerlukan komunikasi politik yang inovatif, efektif dan solutif agar tidak terjadi penyesatan informasi dan manipulasi kebenaran informasi. Sayangnya Akhir_akhir ini suasana batin publik banyak diusik oleh hiruk pikuk dan lalu lalang arus distribusi informasi yang cenderung kehilangan validitas, baik dari segi konten, konteks maupun substansi. 
      Pejabat publik yang merupakan representasi kekuasaan sepertinya tidak solid dan memiliki cukup kapasitas dan integritas untuk  membangun kepercayaan publik atas kebenaran informasi dan pesan yang disampaikan.
   Salah satu contoh misalnya perseturuan Menkopolkam dan menteri agama soal (SKT) ormas FPI yang hingga kini masih diperdebatkan secara kontroversial. Demikian juga dengan isu dan gagasan populis presiden soal kartu pra_kerja, pemindahan ibu kota, mobil SMK, pengangkatan tenaga honorer, solusi kerusuhan Papua, BPJS, soal hutang luar negeri, tax amnesti, celana cingkrang dan  yang fenomenal tentu  soal penanganan virus corrona(covid 19) yang cenderung ditutup_tutupi pemerintah.
     Penjelasan, klarifikasi dan konfirmasi yang diucapkan oleh pemerintah tidak cukup memuaskan dahaga publik. Sebaran informasi yang simpang siur  dan diragukan kebenaran otentiknya baik yang bersumber langsung dari otoritas pemerintah maupun yang diperoleh publik melalui bacaan di media sosial.  Secara antropologis wajar menimbulkan kecemasan, ketakutan dan teror psikologis. publik menjadi sulit percaya kepada pemerintah.
    saya melihat kekuasaan gagal merancang model komunikasi politik yang aspiratif  dan berintegritas sehingga koheren dengan ekspektasi publik. Padahal di negara demokrasi peran komunikasi politik sangat strategis juga vital untuk menghindari distorsi kepentingan kekuasaan dan mereduksi kebingungan publik.
      Saya menyimak secara kritis dua periode kekuasaan nasional kita. Pejabat negara sepertinya sangat amatir dan gagap mengemas dan mengelola pesan informasi publik yang estetik juga kredibel. Kompatriot presiden seperti Moeldoko, Luhut Panjaitan dan Ali Ngabalin  sering menyampaikan komunikasi politik yg mewakili cara pandang, perasan dan sikap pribadi daripada mewakili otoritas negara dalam mengkomunikasikan soal progres dan sengkarut masalah kekuasaan negara.
   Pernyataan satu penjabat dengan yang lain tidak koresponden dan kohesif dengan realitas objektif yg terjadi. Akibatnya sering diralat dan dikoreksi. Secara teoritis penyataan yg dikoreksi menunjukan ketidakcakapan, ketidakmatangan dan kekeliruan dalam mengorganisasikan isi pesan.
     Komunikasi politik yang gagal akan mereproduksi persepsi dan opini publik yang buruk terhadap tubuh kekuasaan secara komprehensif. Sehingga publik kehilangan kepercayaan dan legitimasi pada pemerintah. Akibatnya setiap informasi yg bersumber dari negara diragukan kebenaranya oleh masyarakat. 
    Krisis kepercayaan publik pada negara semakin terlihat meluas. Tidak jarang gagasan kepala negara, inovasi dan kebijakan lebih banyak diragukan daripada dipercayai. Beberapa kebijakan seperti kartu_kartu sakti presiden malah jadi olokan dan lelucon. Publik membutuhkan kredibilitas dan kompetensi penyelenggara negara yang jujur dan tidak menyalahi komitmen. 
       Separuh kekuasaan kita disibukkan oleh polemik dan kontroversi dari soal reklamasi pantai Jakarta, politik identitas Anis_Ahok  berlanjut hingga  pilpres. Negara belum mampu berfungsi maksimal menjadi rumah bersama, tujuan bersama dan kepentingan bersama. 
    Komunikasi politik negara dan masyarakat masih dibangun dalam relasi yg hegemonik, streotipe dan prasangka. Akibatnya suara_suara kritis dibekukan dengan represi, rasionalitas publik dibungkam dengan regulasi subversif, protes dicurigai sebagai tindakan makar.  
     Oleh karena itu, kita butuh komunikator politik negara yang handal yg Menyajikan informasi yang jelas, benar dan akurat. Sehingga siapa mengatakan apa, dimana, kepada siapa dan efek apa yang ingin negara bentuk, disampaikan oleh orang yg tepat.

*Penulis. Kandidat Doktor UNHAS.

Sabtu, 21 Maret 2020

Hitam Putih Prestasi dan Legacy (warisan) para Bupati Bima.

OPINI

Hitam Putih Prestasi dan Legacy (warisan) para Bupati Bima.
       Oleh. Alvi Syahrin, M.Si.*

Tidak ada kekuasaan yang benar_benar sempurna. Ideologi apapun selalu gagal menghadirkan realitas utopis yang dituju manusia. Monarki misalnya identik dengan oligarki, fasisme memicu totalitarianisme, komunisme  menjadi musuh agama dan theokrasi mendorong fatalisme bahkan dalam praktek kekuasaan yang demokratis pun menjadi pemicu terjadinya diskriminasi dan Borjuisme-kapitalis.
    Oleh karena itu kekuasaan dan penguasa selalu punya sisi gelap dan  terang dalam prakteknya. Idealitas kekuasaan mungkin hanya ada sebagai cita_cita dan fantasi imajinasi dalam angan fikir kognitif bukan dalam realitas empiris.
       Kekuasaan sepertinya mengalami anomali dari yang harusnya terjadi dan diinginkan publik. Reformasi politik tidak menyegerakan perbaikan kualitas penguasa, otonomi daerah tidak menjadi solusi ketimpangan sosial ekonomi bahkan pilkada langsung tidak menjadi solusi bagi akselerasi pembangunan. Akibatnya kutukan publik pada kekuasaan tak kunjung berhenti.
     Sirkulasi kekuasaan politik di Bima sejak era sultan Abdul Kahir hingga Bupati Indah Damayanti Putri. Mengisahkan banyak cerita, kesan, prestasi dan juga catatan kritis publik. Sultan Abdul Kahir mungkin yang paling melegenda. Dikenal sebagai bupati yang pemberani, dermawan, dan raja yang kebal dan sakti mandraguna(bisa ro guna). Dia melegenda tidak saja dalam mitos melainkan juga dalam realitas.
    Sayangnya kontribusi dan peran historisnya di masa lalu sebagai sultan Bima tidak luput dari kritik tajam publik. Termasuk gagalnya menjadi salah satu pahlawan nasional.
   Ingatan publik di Bima  tidak terlalu baik dari sudut pandang historis dan kultural terutama dalam merekam, mengapresiasi, dan mengenang romantisme kekuasaan dan dinamika politik lokal. Misalnya  banyak kisah dari bupati_bupati import yang pernah berkuasa di Bima seperti Letkol Suharmadji, M.Tohir, Umar Haroen, Halim Jafar, Adi Haryanto.
       Bupati_bupati ini dikenal masyarakat sebagai figur hebat dalam membudayakan kedisiplinan, koordinasi dan konsolidasi birokrasi. meskipun, elitis dalam membangun relasi dan komunikasi sosial dengan publik. Jarang ada cerita buruk tentang korupsi, gratifikasi dan nepotisme dalam pusaran kekuasaannya.  Tidak ada isu jual beli jabatan, mutasi kr dendam politik, akomodasi penjabat tanpa kompetensi apalagi fee proyek tanpa proses transparansi yang menuai kontroversi.
     Mereka bupati yang profesional dan memiliki integritas tinggi. kredibilitasnya mumpuni, reputasinya teruji dan memperoleh cukup prestasi sebagai kepala daerah. Kebijakannya dipatuhi publik, kata2nya dipercaya dan tentu saja jarang dihujat dan ditagih janji politiknya.
     Sebagai penguasa mereka meninggalkan banyak warisan berupa ketegasan, integritas, dan akuntabilitas kekuasaan yang baik karena itu nyaris tanpa  cela dan catatan buruk yang berarti. Hanya Bupati Suharmadji yang  pernah terlibat konflik sengit dalam peristiwa 1972 dengan masyarakat Donggo karena dianggap diskriminatif dalam pengaturan distribusi  pembangunan.
     Situasi politik di masa bupati dari kalangan tentara cenderung lebih stabil, tekanan politik berkurang, publik tidak depresi karena bupati tidak suka ingkar. Mereka bupati yang otentik tidak suka poles diri dengan menjual citra.
     Sehingga tidak ada pisang yang ditanam di tengah jln kr protes, tidak ada hadangan dalam kunjungan kerja, dan caci maki publik pada bupati. Kepala daerah dahulu adalah aktor yang kompeten. Kreatif membuka dialog, cerdik mengatur emosi massa, dan produktif dalam berkuasa.
      Era kepemimpinan bupati dengan latar belakang militer sangat baik menciptakan integrasi kultural dan kohesivitas sosial.
     Hutan_hutan pun terjaga, peladang liar ditindak tegas, kerawanan sosial berkurang, kriminalitas dan kekerasan diatasi tuntas. Bupati tentara memang sarat prestasi tetapi kelemahanya di satu sisi, mereka cukup kaku dan disegani publik karena tidak jarang intimidatif dan represif kalau mendapatkan resistensi.
   Tiba masa putra daerah menjadi bupati Bima saat H.Zainul Arifin dipilih secara demokratis oleh 45 anggota DPR. Kepemimpinanya sangat religius, tegas dan cukup dialogis. Prestasinya mentereng mengangkat banyak honorer menjadi PNS tetapi catatan hitam publik tentu saja tidak mudah terhapus saat rusaknya hutan Ncai Kapenta dan kontroversi kecurangan penerimaan test CPNS di eranya. Kepemimpinan putra daerah seolah menginisiasi hadirnya banyak petaka sosial politik, ekonomi hingga problem ekologis.
    Pilkada tahun 2005 menjadi awal putra daerah untuk kedua kali terpilih kembali yaitu setelah Ferry Zulkarnain mengalahkan bupati petahana Zainul Arifin dalam sebuah kontestasi pilkada yang benar2 sengit menguras,tenaga, pikiran dan materi yang cukup melelahkan.
    Tipe dan gaya kepemimpinan Dae Ferry_Usman Ak, harus diakui banyak disanjung dan disukai publik. Keduanya sangat dekat, akrab dan memiliki kemampuan komunikasi politik yang unik dan mengagumkan dengan publik. Dae Ferry memiliki kebiasaan tidur di desa_desa, menyukai organ tunggal, dan hobbi memancing. Kebiasaan ini memicu merebaknya isu bahwa beliau bukan pemimpin yang religius.
   Selama menjadi bupati secara makro pembangunan berjalan baik meski tidak banyak yang spektakuler. Ide membangun kantor Bupati dan parugana,e di setiap kecamatan adalah karya dan prestasinya. Catatan buruknya adalah gagalnya membangun negosiasi dan komunikasi politik persuasif dan empatik yang efektif dengan masyarakat Lambu soal tambang.
     Saat Sk 188 diterbitkanya, seolah menyiram bensin dalam bara api kebijakannya menuai protes dan perlawanan luas dari masyarakat Sape dan Lambu.Dialog tidak tercapai dan kebuntuan negosiasi gagal mencapai konsensus. Protes dan demonstrasi yang di luar kendali berujung pada pembakaran kantor bupati Bima. (Penulis dilantai 2 gedung setda saat kejadian). Catatan kelam lain yang diwariskan selain bentrok berdarah di pelabuhan Sape adalah kasus sampan fiber glass yang tidak kunjung berhenti jadi komoditas dan sensasi publik.
     Begitulah kekuasan dan penguasa dalam politik. tidak ada yang benar2 sempurna. Kita mungkin dengan mudah dapat menjumpai rentetetan prestasi pemimpin di permukaan panggung depan kekuasaannya. Akan tetapi rahasia keburukan kekuasaan kerap banyak disembunyikan di panggung belakang. Ada intrik, konspirasi, korupsi,  bahkan tragedi yang tidak terungkap secara sengaja.
     Setelah Bupati Ferry meninggal wakilnya H.Syafruddin menggantikannya selama satu tahun setengah. Sosoknya yang intelektual, kaya, dan religius  juga ramah cukup mengesankan publik. Pembangunan jalan dua arah dan penuntasan kantor Bupati Bima menjadi catatan manisnya.Tahun 2015 berposisi sebagai petahana menjadi kontestan pilkada dan ditantang oleh Dinda Damayanti Putri mantan istri bupati Bima dua periode Ferry Zulkarnain dan di luar dugaan publik sukses mengalahkan superioritas  petahana(H.Syafruddin).
      Kekalahan  ini dalam catatan publik dipengaruhi oleh banyak faktor selain inkonsistensi aparat birokrasi. Kekecawaan tim karena sikap personal Aji Syafru yang dianggap terlalu irit(kappi) dalam memfasilitasi modal logistik operasional tim dan kampaye menjadi catatan buruk di samping prestasi baiknya.
     Tampuk kekuasaan selanjutnya dikendalikan penuh oleh Dinda-Dahlan.keduanya tidak pernah diunggulkan publik karena rendahnya kompetensi(modal ijazah paket C), pengalaman yang minim juga kapasitasnya yang dianggap tidak memadai. Membuatnya diragukan menjadi bupati yang sukses.Meski demikian, umi dinda dikenal sbg perempuan yang ramah, dermawan, baik hati dan tentu saja menawan hati. Senjata politiknya adalah tangis, air mata jadi cara menenun empati, trah kesultanan dieksploitasi.
     Impresi publik yg positif terhadap karakter umi dinda yang melekat dengan etik seolah beririsan  dengan  momentum takdir kematian suaminya. Membuatnya mendulang berkah limpahan simpati publik yg tinggi. Hal ini menjadi alasan yang meningkatkan basis elektoralnya sehingga secara dramatis terpilih telak dan jungkalkan petahana.
     Kepemimpinannya selama 3, 5 tahun terakhir dalam penilaian dan persepsi publik tidak cukup mengesankan. Baik dalam catatan grafik statistik makro pembangunan maupun dalam perspektif kognitif sosial publik. Masyarakat menilainya banyak gagal akibat ramainya kerawanan sosial seperti kasus kekerasan pembunuhan, kelangkaan pupuk,  rusaknya hutan, kasus bibit jagung dan lemahnya daya saing daerah.
     Secara objektif Dinda_dahlan mencatatkan beberapa prestasi. Salah satunya mendapatkan penilaian WTP dari BPK RI dalam tata kelola keuangan, meraih predikat kabupaten literasi terbaik, dan pemindahan kantor bupati. Sayangnya publik tidak cukup memiliki konfidence atas performa kepemimpinanya. Sehingga isu ganti bupati marak menjelang kontestasi. Bupati indah Damayanti secara kuantitatif dibandingkan dengan wakilnya lebih sering mendapatkan kritik publik yang bersifat personal termasuk tudingan membangun politik dinasti setelah putranya terpilih menjadi ketua DPRD.
     Pertanyaanya? Dari semua bupati di atas, adakah yang tercatat tanpa cela. Adakah prestasinya yang tanpa gugatan. Adakah kekuasaan dan kebijakannya yang tuntas menjawab keinginan dan aspirasi publik.
     Kalau jawabanya tidak ada. Lalu untuk  apa masing_masing pendukung Umi Dinda dan Syafaad saling membongkar aib. Soal Pajero dan Soal mobil yang digadai dan digunakan kerabat petahana di Mataram. Rasanya tidak substantif karena bukan itu yang dibutuhkan sebagai solusi kemajuan daerah.
     Kita harusnya sibuk mengucapkan pikiran bermutu, mendidik publik dengan etika demokrasi, mendorong calon bupati menemukan solusi kreatif membangun daerah, memaksimalkan potensi daerah dengan memperbaiki regulasi investasi, menginisiasi perda harga garam, harga jagung, harga ternak,meningkatkan SDM, menciptakan inovasi teknologi di SMk, SMA, menyiapkan kebutuhan energi yg memadai, membangun kolaborasi riset dengan universitas2 nasional dan lokal untuk menggali potensi daerah.
   Gagasan ini yg harusnya dicetuskan calon bupati dan penantang bupati bukan perang tagar, dan diksi_diksi pejoratif yg merendahkan moralitas publik. Publik  menuntut warisan (legacy)bermutu dari kekuasaan yaitu kesejahteraan yang dihadirkan oleh produktifitas kekuasaan. Publik menghendaki janji aspirasi pembangunan dituntaskan, publik menghendaki demokrasi dan politik nilai  dan gagasan menjadi substansi bukan ritus prosedural yang menghabiskan ongkos tanpa kualitas.

# Jangan habiskan anggaran besar pilkada untuk pertontonkan kemunduran demokrasi#

*Penulis adalah Kandidat Doktor UNHAS Makassar.

Data Usulan Program SMB Kab.Bima diterima DPP FGII di Jakarta untuk diajukan di Kemdikbud RI


Bima, SuaraCendekia.News
Ketua DPD Federasi Guru Independen Indonesia, Nukman, S.Pd., M.Si. akhirnya memutuskan untuk mengirim data ke Dewan Pimpinan Pusat di Jakarta terkait  usulan program sekolah merdeka belajar yang didapati FGII bersama organisasi penggerak dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Nukman, S.Pd.,M.Si. pada redaksi SC News telah melakukan final closing data untuk Kabupaten dan Kota Bima maupun Dompu sudah cukup dan dinyatakan final dalam pleno sore tadi d kantor DPD FGII. Adapun sekolah sekolah dalam wilayah Kecamatan yang berhasil kami himpun mulai dari data PAUD, TK, SD hingga SMP dengan format yang sudah kami edarkan baik melalui whatsapp maupun facebook, tuturnya.

Alumni Kebijakan Pendidikan Program Pasca Sarjana Universitas Wijaya Putra ini menegaskan sudah tidak menerima lagi data usulan sekolah merdeka belajar karena batas waktunya sudah ditutup hari tadi untuk wilayah timur dan kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengedarkan informasi ini melalui media sosial dan menandai beberapa kepala upt dikpora kecamatan kecamatan namun kurang begitu mendapatkan perhatian yang serius, mungkin dikira kami melakukan modus operandi mungkin, seloroh mantan aktivist 98 pada redaksi. Namun dirinya meyakini kegiatan itu pasti ada inshaaAllah katanya. "yang jelas kami sedang tidak main -main," tegas Nukman.


Sementara itu, Ketua Umum DPP FGII Dra. Tety Sulastri Lakollo, MM., mengaku melalui saluran  whatsappnya telah menerima data berupa file excel versi android dari Ketua DPD FGII NTB, Nukman, S.Pd.,M.Si. alhamdulillah beberapa kecamatan di Kabupaten Bima sudah kami terima datanya yang dikirim secara online sore ini, pungkas Ketua Umum DPP FGII Indonesia pada media Suara Cendekia News. [SC.News].


Abdul Farid, S.H. (Kades Woro) : " Kita Wajib Mengarusutamakan Masyarakat dan Memakmurkannya karena Kita dipilih Rakyat.

Doc. SuaraCendekiaNews

Woro, Suara Cendekia

Kepala Desa Woro Kecamatan Madapangga, Abdul Farid, SH yang baru dilantik beberapa hari yang lalu oleh Bupati Bima kini mulai menunjukkan taringnya, Kepala Desa yang performanya tampan dan ganteng ini memang beda dengan kades kades woro yang menjabat sebelumnya, pasalnya Kades Abdul Farid SH sangat pandai dan cerdas merangkul warganya dan mampu memotivasi swadaya dan swakarya di desa itu.

Desa Woro merupakan desa agraris, desa penghasil beras dan palawija serta sayur sayuran di Kecamatan Madapangga, tergolong kawasan hijau dan penyangga paru paru ekosistem, topografi desa yang terdiri dari persawahan, tanah tegalan dan hutan lahan tutupan negara membuat Woro beda dengan lainnya di Madapangga. Dan didukung lagi dengan keberadaan tiga embung besar di desa tersebuf.

Kepala Desa Woro Kecamatan Madapangga, Abdul Farid, SH adalah pejabat baru, yang mampu merubah mindset woro menjadi sangat ditakuti sepuluh desa di Madapangga, sumber daya alam yang mumpuni dan kepatuhan sosial yang cukup tinggi membuat Desa Woro berbenah dan mulai menata diri.

Pantauan Suara Cendekia News di Woro Madapangga Kades ini selalu turun ke lokasi bersama warga dan rakyatnya tidak pernah tidur dan ngantor di belakang meja, selalu saja di sawah, ladang, kebun, bahkan gunung. Kiprah Kepala Desa baru mulai terlihat, 
"Pertemuan dengan  P3A kelompok tani di Embung Woro, membahas pengairan sawah secara bergilir mudah2an berkah., katanya pada SC.

Dalam pertemuan dengan P3A  tadi dicapai kata sepakat untuk mengatur dengan tertib lancarnya sirkulasi air untuk tanah pertanian masyarakat supaya masyarakat dan warganya tidak konflik dan menimbulkan masalah dikemudian hari hanya gara gara persoalan air giliran, " Pungkas Abdul Farid, SH Kades Woro pada Suara Cendekia.News.[SC.News]



Jumat, 20 Maret 2020

Dewi Ratna Nurmuchlisa, S.E.,M.Hum (Ketua Samparaja) : Kami Butuh Calon Pemimpin yang Punya Political Will

Berita by Admint.

BIMA, SuaraCendekia, news
Salah seorang penggiat kebudayaan yang juga keponakan kesayangan, 
Dr. Hj.Siti Mariam alm. (Pahlawan Pejuang Sejarah Bima) dalam status facebooknya, sangat prihatin dan turut prihatin akhir ini dengan keadaan masyarakat Mbojo terutama setelah ditetapkannya Corona oleh pemerintah pusat, propinsi sebagai wabah global yang sangat ganas, disisi lain perempuan dengan paras ayu ini dengan tegas dan lantangnya bersuara di akun pribadinya, himbauan dosen muda cerdas itu memang realistis adanya jangankan pemerintah , kelompok kelompok kepentingan yang berharap suaranya rakyat untuk duduk di singgasana kekuasaan masih datang dengan tanpa hampa ditengah tengah warga tanpa mau berbuat apa apa, beliau mencontohkam para calon bupati dan wakil bupati bima saat ini yang akan hendak melakukan konstestasi pesta politik dan demokrasi menurutnya wajar para kandidat itu saat ini bicara soal rakyat, bagaimana mengedukasinya dan bagiamana mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan berfikir apa yang bisa di ambil di masyarakat, tuturnya, 


Dalam akunnya pewaris museum sampa raja ini mengeluarkan curhatan
Inilah curhatan beliau selaku pribadi yang menghendaki adanya langkah konkrit secara bersama sama atau bekerja bersama sama dalam ikut keluar dalam pusaran epandemic setan itu.

"Kepada Yang terhormat para bakal calon Bupati dn bakal calon wakil Bupati Bima..serta Yang terhormat Bupati Bima...serta Yang terhormat Pengawas Pemilu dn Penyelenggara Pemilu..

Assalamualaikum wr wb...
Mohon maaf yg sebesar2 nya..keadaan dunia umumnya dan Indonesia khususnya Dana Mbojo kita ini yg moment nya betul2 sangat mengganggu aktifitas ibu/bapak dalam bersilahturahmi dgn masy kabupaten Bima..krn virus covid 19 yg sdh tdk terkendali dn penularannya begitu cepat...memang dilema bagi bpk/ibu sekalian...dimna anjuran untk diam di rmh jaga jarak sangat bertentangan dgn program2 bpk/ibu bacalon sekalian...tp itu harus di jalankn..demi keselamatan masyarakat Bima baik itu kota maupun kabupaten...masker susah dan mahal dn langka.begitu jg cairan pencuci tangan dn pembersih tangan..peralatan medis dn tenaga medis terbatas, pengetahuan masy msh kurang tentang virus itu tentang ganasnya..dampaknya...mereka msh miskin pengetahuan tentang itu...
sedangkn bpk/ibu disatu sisi harus bersentuhan dgn masy...apa yg bpk/ibu lakukan skrg sungguh bertentangan dgn anjuran pemerintah pusat dn daerah untk menjaga jarak, menghindari kerumunan yg melibatkn org bnyk..kota sdh lebih agresif dalam kasus ini dgn aktif menutup dn menghentikn kegiatan dn program2 nya..demi keamanan dn memutus matarantai penyebaran virus ganas tersebut..
Harus ada kerjasama yg baik antara kota dn kabupaten..percuma kalau kota agresif dn siaga sedangkn kabupaten santai..sedangkn tdk ada sekat pemisah di masy antara keduanya...
Bpk/ibu tentunya memiliki tim ahli yg pandai, cakap dibidang sosial politik..buatlah program atau apalah itu untk meminimalizir kontak dgn masy dn mengumpulkn masy yg bnyk..perlu di ingat TKI TKW bnyk yg pulang ke bima dan sebagian besar berasal dari tempt terpapar dn berasal dari kabupaten bima...
Lakukan silahturahmi yang aman buat bpk/ibu bacalon sekalian dan masy dn simpatisannya dgn memutus matarantai penyebaran...

Jadikn jakarta sbg pelajaran...
Save warga Mbojo...🙏🙏🙏
Save umat manusia🙏🙏🙏🙏

Semoga bisa di fahami dan menjadikn maklum...

Hormat saya,

Dewi Ratna Muchlisa Mandyara

Demikian curahan hati beliau dengan maksud baik untuk kita semua warga masyarakat Kabupaten maupun Kota Bima dalam ikut menciptakan daerah yang toyyibatun warobbun gofuur.

[SC.News]

Bupati Bima Buka STQ, Bunda Ratu : Jadikan Momentum STQ untuk Improvisasi Diri.


Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E ., didampingi Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M.Noer, M.Pd. beserta Anggota DPRD Kabupaten Bima Dapil II Madapangga - Bolo, Azhar,S.E. beserta Muspika Kecamatan Madapangga yang dipimpin Drs. M. Saleh, M.Ap. termasuk sejumlah Dewan Juri maupun Dewan Hakam yang akan dilantik dan dikukuh serta sumpahkan secara kolektif dihadapan ribuan hadirin Seleksi Tilawatil Quran dan malam ini, jum'at, 20/3 memenuhi undangan kegiatan seleksi tilawatil quran tingkat kecamatan madapangga yang dipusatkan di desa Ndano Kecamatan Madapangga dengan lokasi ordinat lapangan bola selatan areal kawasan SMP N 4 Madapangga, Jalan Lintas Desa Ndano Lintas Dompu kilometer lima dekat CV Lam Lam Bima, alhamduulillah berlangsung akrab, khidmat dan ramah adanya.

Berdasarkan hasil pantauan suara cendekia news dalam kegiatan pembukaan kegiatan seleksi tilawah tersebut turut pula bersama Kepala Daerah, yakni Ketua DPRD Kabupaten Bima, Muhammad Putra Ferryandi, S.Ip. satu rombongan dengan muspida maupun muspika setempat. Termasuk para peserta pawai yang turut andil sore harinya pun ikut meramaikan suasana malam pembukaan oleh Muspika dan Muspida Kabupaten Bima dengan penuh antusiasme mulai dari elit hingga akar rumput hadir memenuhi lapangan bola Desa Ndano malam ini. Camat Madapangga Drs.M.Saleh, M.Ap. melalui saluran whatsappnya menyampaikan rasa syukur dan terimakasih serta apresiasi yang sangat mendalam terhadap upaya dan kerja keras panitia maupun masyarakat kbususnya warga Kecamatan Madapangga sebanyak 11 Desa mulai dari Desa Madawau hingga Campa yang telah sukses mengantarkan kegiatan mulai dari pawai karnaval budayanya hingga malam pembukaan yang sungguh sungguh sangat meriah dan atraktif adanya.

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E. dalam amanatnya mengatakan mari kita sukseskan kegiatan ini dan mari kita saling menjaga diri dan keluarga serta kerabat dengan mengamalkan nilai nilai religiutas sesuai misi BIMA RAMAH dalam kehidupan kita sehari hari, jangan sampai ada keluarga kita yang terpapar wabah yang sangat mematikan ini, selain itu Bupati kita juga mengingatkan kepada panitia bahwasanya bukan kemewahan panggung STQ lah yang diharapkan melainkan bagaimana kegiatan ini bisa mencetak kafilah  terbaik seperti saudara samsuri misalnya, kini samsuri bukan hanya milik kita saja melainkan telah menjafi milik ummat iIslam, katanya, bupati juga mengharapkan output kegiatan ini dapat menghasilkan outcomes yang terukur dan terarah tidak hanya sekedar seremonial kemewahan dan untuk target hadiah, selain itu agar bisa bertindak dan bersikap sportif selama kegiatan, jadikan kegiatan ini untuk menempa para kafilah kafilah terbaik generasi qurani yang memiliki etika profetik, kata Bupati dalam sambutannya.

Selain itu istri Sultan Bima inipun berpesan kepada rakyatnya di Madapangga saat ini untuk tetap waspada dengan epandemi yang tengah mengacaukan dunia global saat ini, yakni CORONA. Bupati meminta warga masyarakat untuk tetap tenang tidak panik serta membiasakan perilaku hidup sehat untuk menangkal dan meminimalisir adanya covid19. " Moment STQ ini merupakan moment bagi kita untuk membersihkan hati dan jiwa yang kotor, termasuk untuk menjadikan kebersihan bagian daripada iman kita, apalagi kita saat ini tengah menghadapi wabah virus corona, selalulah hidup bersih, pola hidup sehat, tertur, tertib.
"Mari kita terus gelorakan hidup dan perilaku sehat, selain itu bunda ratu menambahkan juga bahwa pelaksanaan kegiatan pemilihan kepala daerah semakin dekat, untuk kunker untuk sementara kami batasi mari kita berpolitik secara santun dan masyarakat untuk tidak terpancing oleh verbagai hasutan dan hinaan kelompok kelompok tertentu yang meniupkan angin surga dan dalam saling meyakinkan dan mempengaruhi konstituen politik jelang gawe demokrasi tahun 2020,

Sebagai bentuk apresiasi kepada panitia STQ, Bupati memberikan bantuan secara pribadi sebesar 5 juta Rupiah diserahkan kepada Ketua Panitia M.Said Ahmad, S.Pd, M.Pd disaksikan oleh Camat Madapangga Mohamad Saleh, S.Sos, M.AP. Pada acara pembukaan STQ, Umi Dinda dapat Kejutan dari dua orang anak muda yaitu mansyur dan abdul kadir yang menghadiahkan sebuah lukisan potret wajah bupati bima yang disambut gembira oleh Umi Dinda “ Terima kasih ya adik adik, saya terlihat lebih INDAH dilukisan ini “ komentar umi dinda mengapresiasi kedua orang pemuda atas kreativitas mereka.
Sebelumnya Camat madapangga telah melantik Dewan Hakim dan seksi Musabaqah . Ketua Panitia juga telah melaporkan bahwa dalam STQ ini akan diikuti oleh 115 orang peserta dengan berbagai tingkatan usia dan akan berlangsung selama 7 Hari . Turut hadir dalam kegiatan pembukaan STQ madapangga ini yaitu Anggota DPRD Kabupaten Bima dari dapil 2 termasuk Ketua dan Wakil Ketua DPRD Muhammad Putra feryandi , S.Ip dan Hj. Nurhayati, Ketua PKK Kabupaten Bima, Pimpinan OPD, Muspika Madapangga dan seluruh Kepala Desa se – kecamatan madapangga. 
Diakhir sambutannya Ibu Cantik dua anak ini mengharapkan untuk tetap berpegang teguh dalam ukhuwwah islamiah, memperkokoh rasa solidaritas dan persaudaraan antar sesama dan tidak saling sikut menyikut. Bupati akhirnya menekan sebuah tombol sirene panjang yakni tanda dibukanya atau dimulainya helatan akbar mtq di wilayah kecamatan Madapangga. Begitu spesialnya kedua kecamatan yakni Soromandi dan Madapangga dihadiri langsung oleh Bupati beserta MUSPIDA dan MUSPIKA meskipun beberapa hari yang lalu Kepala Daerah telah mengumumkan hindari kerumunan dan jaga jarak dalam perkumpulan tertentu seperti kegiatan sosial, toh juga STQ tetap lancar dibukanya, luar biasa Bupati dan Wakil Bupati Bima. Alhamduulillah menurut laporan Panitia Musabaqah pada SC News kegiatan ini cukup mendapatkan atensi berbagai kalangan terutama peserta Musabaqah untuk kegiatan membaca hingga lainnya semua sudah terisi sesuai yang diharapkan begitu pula dengan akomodasi maupun logistik acara alhamdulillah lebih dari cukup., pungkasnya.
.[SCN].

PEMDES RADE IKUT MERAMAIKAN PAWAI TA'RUF KECAMATAN MADAPANGGA DAN TERBANYAK

Madapangga,- Suara Cendekia. News.
Pawai Ta'aruf Tingkat Kecamatan Madapangga berjalan tertib, sukses dan lancar serta semarak yang diikuti oleh seluruh Desa Se - Kecamatan Madapangga, sore tadi  yang dipusatkan di Lapangan Desa Ndano Kecamatan Madapangga.

Berdasarkan pantauan Suara Cendekia. news hampir semua Desa se wilayah Kecamatan Madapangga hadir semua bersama perangkat dan rakyatnya, dan yang menarik itu adalah delegasi Desa Rade Kecamatan Madapangga, kenapa menarik? Disamping jumlahnya terbilang cukup banyak juga lumayan tertib pesertanya apalagi pakai spanduk segala.

Kepala Desa Rade, Atfah H. M. Tahir Fattah memimpin dan berada di garis depan dalam pawai sore yang sejuk nan ramah itu, alhamduulillah berkat doa dan dukungan rakyat kita masih tetap bersama dan tetap berada dalam bingkai kebersamaan, ujar kades yanf sangat aktif menunjukkan kinerja terbaiknya setiap hari , hal ini sangat beda dengan kades sebelumnya.
Doc. Peserta Rade
Kegiatan pawai ini dihadiri juga oleh Kepala Dinas Dikbudpora Zunaidin, S.Sos. bersama adiknya Drs.Agussalim serta Ketua TP PKK yang juga Istri Wakil Bupati Bima Hj. Rostiati Dahlan, S.Pd. [SC.News]

Hadapi Corona, DPP FGII keluarkan edaran dan Dukung Kebijakan Pemerintah

Ketua DPP bersama Mendikbud RI

Jakarta, Suara Cendekia.News.
FGII adalah Federasi Guru Independen Indonesia, yang di deklarasikan oleh berbagai guru dan juga organisasi-organisasi guru yang berasal dari seluruh Indonesia pada tanggal 17 Januari 2002. Organisasi ini diharapkan menjadi sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan membebaskan guru serta anak didik dari pembodohan secara struktural, keterkungkungan bagi profesinya, maka sudah saatnyalah di era reformasi sekarang guru harus bangkit untuk menjadi Sang Pembebas dan menjadikan pendidikan sebagai wahana pencerahan dan pembebasan, sehingga pendidikan tidak lagi menjadi tempat pembodohan dan pengkerdilan ilmu pengetahuan, melainkan sebagai wahana pengembangan diri siswa dan guru secara profesional, mandiri, kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab. Untuk itu adalah penting kehadiran Organisasi Guru yang Independen dan bebas dari campur tangan negara/pemerintah.

Ketua Umum DPP FGII hasil kongres bellezza, Dra. Tety Sulastri , MM melalui whatsappnya mengatakan dalam menghadapi wabah epandemi covid-19 mengeluarkan surat edaran ke seluruh jajaran DPD dan DPC seluruh wilayah Indonesia beliau merasa ikut bertanggungjawab atas dunia pendidikan dan maju mundurnya sekolah, dalam surat itu sikap FGII sangat jelas mendukung kebijakan pemerintah dalam hal ini Mendikbud RI dalam meliburkan sekolah, siswa, dan guru dan mensupport kebijakan Pemprov. DKI dalam hal ini Gubernur Anies terkait lock down and social distancing.

Melalui saluran whatsappnya yang diterima suara cendekia.news guru teladan asal SMA Negeri 24 Jakarta itu menyatakan sikap dengan tegas dan penuh komitmen atas nama organisasi Profesi Federasi Guru Independen Indonesia menyatakan sikap atas wabah epandemic Corona, sebagai berikut:
1. Melakukan Pembelajaran yang menyenangkan.
2. Berikan tugas yang meningkatkan literasi dan nalar anak agar anak tidak bosan dirumah,
3.Menghidari penugasan  kelompok, sehingga dipakai alasan keluar rumah
4. Pihak sekolah Guru berkomunikasi dengan orang tua untuk menjaga putra/putrinya tetap berada dirumah.

Selain itu Ketua DPD FGII Purwakarta Pak Abad menambahkan ada delapan sistem belajar daring yang direkom kementerian yg patut kita tiru adanya
"Nggak usah khawatir anak-anak nggak bisa belajar selama sekolah ditutup. Swakarantina penting untuk menekan laju persebaran Covid19.,"katanya.
" Anak-anak bisa belajar di rumah dengan delapan sistem belajar daring ini. Semua akses sudah dibuka GRATIS (terima kasih Pak Menteri dan para founder/CEO)., tambah pak Abad. Silahkan dipilih mana yang paling cocok dan mudah digunakan, atau bisa juga belajar dari banyak platform sekaligus. Nomor dua dan nomor empat adalah media yang bisa dipakai guru untuk menyelenggarakan kelas daring.

1. Rumah Belajar: https://belajar.kemdikbud.go.id
2. Google G Suite for Education: https://blog.google/outreach-initiatives/education/offline-access-covid19/
3. Kelas Pintar: https://kelaspintar.id
4. Microsoft Office 365: https://microsoft.com/id-id/education/products/office
5. Quipper School: https://quipper.com/id/school/teachers/
6. Sekolah Online Ruangguru Gratis: https://ruangguru.onelink.me/blPk/efe72b2e
7. Gratis belajar online Sekolahmu: https://www.sekolah.mu/tanpabatas
8. Zenius: https://zenius.net/belajar-mandiri.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengimbau agar aktivitas pembelajaran baik di sekolah maupun perguruan tinggi di daerah terdampak Coronavirus Disease (Covid-19) untuk dilakukan di rumah atau tempat tinggal.Dia menegaskan para pendidik dan tenaga kependidikan juga tidak perlu datang ke sekolah ataupun kampus untuk sementara waktu.Proses pembelajaran ataupun penyelesaian urusan administrasi dapat tetap berjalan dengan memanfaatkan teknologi.

"Guru dan dosen di wilayah terdampak Covid-19 sebaiknya tidak pergi ke sekolah atau kampus sementara waktu ini. Saya mendengar banyak tenaga pengajar baik negeri maupun swasta yang masih beraktivitas normal. Saya tekankan, aktivitas bekerja, mengajar atau memberi kuliah bisa tetap dilakukan dari rumah dengan memanfaatkan teknologi," tegas Mendikbud Nadiem di Jakarta, Jumat (20/3).

Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpanrb) Nomor 19 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Disebutkan bahwa ASN yang berada di lingkungan instansi pemerintah dapat menjalankan tugas kedinasan dengan bekerja di rumah/tempat tinggal.

Dalam edaran tersebut juga dijelaskan bahwa Pejabat Pembina Kepegawaian bertanggung jawab dalam menyediakan ketentuan pelaksanaan dan pengawasan bekerja dari rumah/tempat tinggal.

Mendikbud mendapatkan laporan sekitar 166 pemerintah daerah dan 832 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta (per 19 Maret 2020) telah meniadakan aktivitas di satuan pendidikan.

"Kalau siswa atau mahasiswanya belajar di rumah atau tempat tinggal masing-masing, maka para pendidik dan pegawai juga bisa bekerja dari rumah," tegas Mendikbud.

Mendikbud mengajak semua pihak bergotong royong menghadirkan solusi atas kendala-kendala yang mungkin timbul seiring perubahan pola di satuan pendidikan.

Sebagaimana disampaikan sebelumnya melalui Surat Edaran Nomor 36962/MPK.A/HK/2020, ia meminta Pemerintah Daerah dan Pimpinan Perguruan Tinggi memastikan bahwa bekerja dari rumah tidak memengaruhi ukuran penilaian kinerja maupun sistem insentif yang diterima pendidik maupun tenaga kependidikan.

"Kehadiran fisik tidak menjadi ukuran kinerja. Yang terpenting adalah pembelajaran tetap berjalan dan terus terjadi. Hanya caranya yang berubah menjadi pembelajaran daring," pesannya
       DPP bertekad menyatukan persepsi

Sementara itu, Sekjend DPD FGII NTB, Mochammad Hirwan, S.Pd. sangat mendukung langkah Ketua Umum DPP dalam menyikapi virus corona ini, saya mewakili pak Ketua DPD FGII Nusa Tenggara Barat menyatakan sikap setuju dan sependapat dengan ini, pungkas Kepala Sekolah MTs NW BatukKliang Lombok Tengah ini pada Suara Cendekia, News, Jumat(20/3).
[SC.News]


PAWAI TA'ARUF STQ KECAMATAN MADAPANGGA; Kecamatan Religius, Desa Religius untuk Bima Ramah.

Ndano,- Suara Cendekia.News.
Alhamdulillah Pawai Taaruf Religius sukses dilakukan Camat Madapangga beserta jajarannya di lapangan Desa Ndano Kecamatan Madapangga siang hingga sore ini, jumat(20/3) dengan melibatkan multi pihak dan alhamdulillah 11 Desa hadir semua termasuk semua jajaran pendidikan mulai dari Paud hingga SMA ikut hadir menyemarakkan kegiatan tersebut.

Pantauan, suaracendekia.news kegiatan pawai ini lumayan untuk tahun ini meski bupati telah mengeluarkan edaran untuk memutus mata rantai epandemi covid namun semangat warga dan masyarakat untuk hadir dan memenuhi undangan Camat Madapangga sungguh cukup luar biasa.

Camat Madapangga, M.Saleh, M.Ap. melalui whatsapp mengatakan terimakasih yang tiada terhingga kepada semua pemggerak dan elemen yang telah turut serta berpartisipasi dan mensukung kegiatan yang sangat mulia dan baik ini, katanya.


Dalam acara ini turut hadir Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima beserta jajarannya dan Kepala BKD Kabupaten Bima beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima Hj. Rostiati Dahlan, S.Pd.

Istri wakil Bupati Bima sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap masyarakat tetap seamngat menjalani hidup,menjaga lesehatan dan pola hidup sehat apalagi sekarang kita tengah menghadapi Corona virus," pungkas Beliau dalam arahannya.(SCNews).

DENA MULAI TERTATA DITANGAN KADES MUDA PENUH ENERGIK

Berita by admint.

Madapangga,- Suara Cendekia

Kepala Desa Dena yang baru Abdul Haris Sadakah beberapa bulan terakhir tidak pernah duduk berpangku tangan dikantornya, Balai Desa Dena yang merupakan Ibukota Kecamatan Madapangga, beliau sangat ulet dan rajin menyambangi warganya mulai dari mengurus harkat martabatnya hingga pada hajat hidup kesehatan dan kebersihan warganya.

Pantauan Suara Cendekia.News Kades Dena akhir akhir ini sangat serius untuk melakukan gebrakan kinerja yang sangat positif adanya, terbukti baru beberapa hari menjabat dan duduk di kursi kades sudah banyak yang diperbuat kades muda dan energik ini, ambil contoh soal talud dan saluran irigasi, alhamdulillah pelan tapi pasti mulai terbenahi dengan baik, kedua masalah TPA luarbiasa pak kades sudah membuat MoU dengan organisasi penggerak bahkan punya kemitraaan.
Selain itu Kades Dena pandai merangkul semua elemen dan komponen buktinya rival rival politiknya saat berkontestasi kemaren tetap disapa dan diajaknya untuk bergabung dan membangun desanya.
" Motto saya mari kita bangun komitmen untuk kerja bersama sama bekerja bersama sama itu aja intinya, tutur Abdul Haris dengan kumis hitam tebalnya sambil menebar aura keramahannya. Salah seorang Tokoh Cendekiawan Paruh Baya Asal Drs Anwar Saruji SH yang biasa disapa UbaWeo Sape menilai yang bersangkutan punya talent kepemimpinan yang baik dibandingkan kades sebelumnya kata anwar, dan uba sangat meyakini abdul haris mampu berbuat banyak seperti kiprah yang dilakukan oleh sang mendiang almarhum Haji Mursalin Midoen, saya yakin bakat koo sapaan kecil kades dena sekarang akan mewarisi haji mursalin midoen tuturnya.

Sementara itu Kepala Dusun dua Abubakar Abidin mengatakan alhamdulillah saat ini Dena sudah punya pemimpin dan inshaaAllah Dena akan lebih baik kedeoannya, pungkas Om Beck sapaan akrab Kadus Dua Dusun Tamuria tersebut pada SC.
(SC.News)

Direktur Poli Medika Farma Edukasi Warga tentang Bahaya COVID 19 di Mataram

   Dir Poli Syamsuriansyah SPd MKes

Mataram, - Suara Cendekia News
Direktur Politeknik Medica Farma Samsuriansyah Sadakah, S.Pd.,M.Kes. akhirnya turun ke jalan melakukan aksi solidaritas terkait dengan semakin mewabah dan merajalelanya virus yang mematikan dan telah mengglobal menjadi epandemik COVID-19.

Di italia jumlah yang tewas akibat virus mematikan ini sudah mencapai 500 an orang belum di negara lain termasuk Indonesia sebab korbannya semakin bertambah kian hari dan sangat sulit diprediksi (unpredictable) adanya dan sulit diatasi secara komprehensif dan massif sustainable covid19.

Pemilik Politeknik Farma Husada Mataram ini sadar dan turut merasa terpanggil untuk turun guna melakukan edukasi demo edukasi u gerakan penyadaran terhadap warga masyarajat dibsekitar pemukimannya mataram busa tenggara barat. Direktur yang masih sangat muda dan energik ini pada suaracendekia.news mengatakan

"Hand on hand, together we can minimize the spread off the Covid 19 by educating community sorround us. Keep ourself, our own family, organization and community health and keep our empathy to those who were positively injured by accept them as our community and avoid our bad stigma.
Today, we still see how community does not really aware of dangers of Covid 19 in Mataram City. As we know all that the goverment has been informed  us to socialize the "social distancing".

Please be aware of it otherwise NTB could really Safe from Covid 19. Aamiin Yaa Rabbal Alaamiin.

Lebih kurang arti daripada pesan beliau adalaj mari kita menjaga diri menjaga kesehatan merawat pola hidup beraih membiasakan diri hidul sehat agar terhindar dari segala macam wabah tefutama covid yanf tengah merajalela dalam kehidupan kita saat ini, pungkasnya [SC.News]