Cari Blog Ini

Kamis, 26 Maret 2020

Waspada,,,, Seorang lagi Anggota Jamaah Tablig Suspect Virus Corona


Seorang Jamaah Tablig Suspect Virus Corona
Suara Cendekia.- Seorang Jamaah Tablig asal Dompu yang menumpang KM Binaiya dari Makasar menuju Pelabuhan Bima, dipastikan suspect viris corona.


Kepastian itu disampaikan Kadis Kesehatan Kota Bima, Azhari mewakili Tim Gugus Tugas pencegahan Covid-19 Kota Bima, Kamis (26/3) malam ini di Pelabuhan Bima, saat menunggu KM Binaiya yang akan sandar di Pelabuhan Bima.

Seorang yang terindikasi suspect corona itu, jelas Azhari, merupakan warga Kabupaten Dompu. Saat ini sudah diisolasi di ruangan khusus dalam kapal. Smentara 1 orang lain yang malaria.

Dijelaskanya, seorang yang suspect Virus Corona dan 1 orang panas karena malaria. Jumlah ini terkonfirmasi karena laporan dari KKP Labuhan Bajo dan KKP Pelabuhan Bima. Karena tadi kapal tersebut mampir di Labuan Bajo dan dilakukan pemeriksaan.

"Perawatan untuk yang suspect nanti saat tiba di pelabuhan, akan segera dilarikan ke RSUD Bima untuk diisolasi," katanya.

Hal lain terkait pengamanan dan penanganan penumpang KM Binaiya, sambungnya, tentu sesuai protap dan SOP yang telah disepakati tim gugus

Tim Gugus Tugas bersama dengan KKP Pelabuhan Bima malam ini, tengah mempersiapkan penjemputan ratusan jamaah tabligh yang datang dari Makassar.

Kepala Dikes Kota Bima yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas H Azhari mengungkapkan, ada 604 seluruh penumpang yang ada di dalam kapal. Sementara Jemaah Tabligh sebanyak 178. Jumlah itu terbagi pada 4 daerah, masing-masing dari Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, dan Sumbawa.

Disinggung mengenai SOP pemeriksaan penumpang kapal nanti saat kapal bersandar di Pelabuhan Bima, Azhari mengungkapkan ada 3 orang dokter dan 8 petugas yang akan menjalankan tugas pemeriksaan di atas kapal. Kemudian diturunkan melalui 2 pintu yang sudah ditetapkan.

"Untuk yang dinyatakan tidak terpapar Covid-19, akan dipulangkan ke rumah masing-masing, untuk dilakukan isolasi mandiri," pungkasnya.(TIM SC)

Kerja TGT Penanganan COVID-19, Bupati Bima Ambil Bagian

Berita by Admint


SUARA CENDEKIA - Hari ketiga, kerja Tim Gugus Tugas (TGT) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bima, telah menyelesaikan 70 titik di 16 Desa pada empat Kecamatan. Dari hari pertama hingga hari ketiga TGT telah menuntaskan 120 area publik dan melebihi yang ditargetkan.

Areal yang disisir pasukan Disinfektan ini meliputi, area mesjid, pasar, terminal, area pertemuan, kantor dan rumah jabatan. Juga, Kecamatan Palibelo satu desa, Bolo 9 desa, Mada Pangga tiga desa dan Woha  Tida Desa.

Pada hari ketiga ini, Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, turun ambil bagian mensupport tim kerja di lapangan.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Bima, M Chandra Kusuma Ap, mengatakan, giat hari ini, 26 Maret 2020  Damkar, TRC BPBD, Tagana Dinsos dan Dinkes berpencar di beberapa titik.

‘’Tim akan menyemprot disinfektan di tempat-tempat umum, Pasar Tente dan tempat ibadah di Kecamatan Woha dan Bolo,’’ ujar Chandra.

Hari ini, kata Kabag Prokim ini, juga dilakukan penyemprotan di Kediaman Bupati Bima dan Pandopo Wakil Bupati Bima di Jalan  Soekarno-Hatta, Kota Bima.
Bupati Umi Dinda, turun ambil bagian menyemprot Disinfektan pada salah tempat ibadah di Kecamatan Madapangga.

Bupati yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bima ini, mengatakan, Pemerintah tatap berkomitmen memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Karena menurut Chandra, sampai hari ini di NTB baru dua orang yang positif Covid 19.

"Bima sebagai pintu masuk Propinsi NTB dari bagian Timur, terus berupaya dan salah satunya dengan melaksanakan penyemprotan, pada fasilitas dan tempat-tempat umum," imbuhnya.


Diakui Bupati, kata Chandra, sampai dengan hari ini Up date dari Gugus Tugas, 66 dalam masuk dalam ODP. 53 masih dalam pantauan dan 3 (Tiga) orang yang sudah selesai dalam pantuan.

‘’Kita berharap tidak ada perkembangan kasus. Ini semua bisa diwujudkan dengan adanya kesadaran masyarakat. Mulai dari prilaku hidup bersih kemudian memastikan untuk beraktivitas dalam rumah, tidak bersosialisasi dalam jumlah banyak,’’ujar Umi Dinda, ditirukan Kabag Prokom Setda Bima.

Pasca penetapan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bima, semua Dinas dan institusi Pemerintah  sampai di Kecamatan dan Desa terus bergerak.

Pada Dinas Diskoperoindak, selain telah melakukan disinfektan secara mandiri di tiap-tiap ruangan, juga telah membuat tempat cuci tangan (Wash-Hands).


Sedangkan di Kecamatan semua sudah bergerak. Tim Gugus Tugas Kecamatannya, lanjut Chandra, setelah senam pemanasan bersama, mereka melakukan sosialisasi keliling menggunakan mobil Ambulan dan Mobdis Camat Tambora, di 7 Desa se Kecamatan Tambora.

Di Kecamatan Lambu, tim Kecamatanya, memasang kran air dan menyediakan sabun cuci tangan, di depan Kantor Camat setempat, untuk masyarakat yang datang di kantor. 

Di Kecamatan Madapangga, tim melakukan penyemprotan di Desa Dena pada tempat-tempat umum dan rumah penduduk. Semua tim bergerak bersama Polsek, Danramil, Puskesmas, Aparat Desa dan masyarakat setempat. Penyemprotan di Mushollah, Rumah Dinas, Aula dan Ruang  Kerja Kantor Camat Madapangga. Semua berjalan lancar

Di Kecamatan Bolo penyemprotan serentak di desa-desa se Kecamatan  Bolo, melibatkan Babin dan Babinkamtibmas serta aparat desa.

Kemudian di Kecamatan Sape, tim Kecamatan memasang  enam buah wadah cuci tangan (wash-hands) di tempat di pasar Sape untuk kebutuhan pengunjung pasar dan masyarakat umum.

Berikut Up date Covid 19, per Kamis, tanggal 26 Maret 2020, PKL.12.50 Wita

ODP 
L: 33 org, P: 33 orang, Total ODP=66
yang masih Dalam Pemantauan=63 orang
Yang selesai pemantauan= 3 orang
Mereka ada di 13 Kecamatan, 14  wilayah Puskesmas.

Sedangkan PDP 
P: 1 orang (yang meninggal beberapa hari lalu)


[ TIM SUARA CENDEKIA ]

Kadis Dikbud Provinsi NTB keluarkan Kebijakan Force Majeure Hadapi Covid-19


Berita by admint
SUARA CENDEKIA.news.- Mataram, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd. mengeluarkan edaran kebijakan pendidikan mengacu kepada edaran Mendikbud RI beberapa hari yang lalu dan juga KDH Tk. I Provinsi NTB dalam hal ini Gubernur NTB, Kadis Dikbud NTB secara resmi mengeluarkan kebijakannya yang dituangkan dalam surat edaran nomor 661/1440.UM/Dikbud, perihal pelaksanaan kebijakan pendidikan  dalam masa darurat penyebaran Covid-19  di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kamis, (26/3).

Katanya, Menindaklanjuti surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020,  tertanggal 24 maret 2020, maka kami berpatokan disitu, kata beliau.

Meluasnya wabah coronavirus disease (Covid-19) mengharuskan kita untuk menyeauaikan diri dengan keadaan, ini bencana non alam yang berupa pandemi dan pandemi ini bukan pandemi biasa, bukan virus biasa inj virus yang bekerja dakam hitungan menit detik dan jam, makanya kita nyatakan force majeure untuk semuanya termasuk pendidikan, kata Kadisbud NTB pada SC.news. kamis, 26/3 di Mataram.



Coronavirus Disease ( Covid-19 ) telah membunuh nyawa ummat manusia


Rabu, 25 Maret 2020

Perangi Corona, Pemdes Dena Semprotkan Desinfektan hingga beberapa hari kedepan

Kabupaten Bima, Suara Cendekia.- Meski masih negatif penyebaran Covid-19, Pemerintah Desa Dena Kecamatan Madapangga melakukan penyemprotan di lingkungan dan rumah - rumah warga desa setempat, Kamis (26/3).


Kepala Desa Dena Abdul Haris Sadakah  mengatakan penyemprotan itu melibatkan 20 orang personil. Selain dari Pemdes  dan organisasi pemuda setempat, pihaknya juga dibantu oleh Puskesmas Madapangga, Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat melakukan giat memerangi meluasnya pandemi global yang sangat memat

" Ini adalah bagian dari upaya kami menangkal sedari awal sebelum positif terpapar COVID19," ujarnya.

Kata beliau, kegiatan ini akan dilaksanakan selama beberapa hari. Mulai hari ini hingga kedepan, Kamis (26/3) dengan personil yang akan bertambah.

" Hari ini baru separuh. Kami akan selesaikan besok, " katanya.

Ia membeberkan, penyemprotan tidak saja dilakukan di lingkungan atau rumah saja. Tapi lebih dari itu pihaknya bahkan menyemprot di dalam kamar dan tempat tidur hingga dapur para warga.

Kegiatan itu sambungnya, terlaksana berkat kerjasama berbagai pihak komponen  dan elemen masyarakat dena.

Ia menghimbau kepada seluruh warga desa dena agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan pola hidup sehat. Ikuti arahan dan himbauan pemerintah, serta sering-sering mencuci tangan dengan sabun.

"Ayo sama-sama kita lawan Corona Viruses Diseased -COVID19 ini," ajaknya.

IDP -Dahlan Dapat 3 Rekomendasi Parpol, Syafru_Ady Masih “Mengharap”, Irfan_Iman Gencar Loby


Berita by admint.


SuaraCendekia.news,_ Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, (IDP) resmi sudah mendapatkan surat tugas Partai Golkar, Gerindra dan PKB sebagai calon Bupati Bima pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima 2020, dua partai langsung memandatkan paket dengan Drs. H Dahlan M. Noer, M. Pd.
“Alhamdulillah sampai hari ini sudah tiga partai mengelaurkan surat tugas, Partai PKB usul tunggal saya, sementara Golkar dan Gerindra langsung pasangan dengan Pak Dahlan,” jelas ketua DPD Golkar Kabupaten Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, Rabu (25/3).
Kata IDP yang masih aktif menjabat sebagai Bupati Bima saat ini, surat tugas itu tentu tidak didapatkan begitu saja, pengurus partai mulai tingkat Daerah hingga pusat melakukan proses dan mekanisme partai untuk mengambil keputusan.
“Salah satu mekanisme yang dilakukan pengurus Partai adalah survei elektabilitas, dan Alhamdulillah hasilnya, saya masih dicintai dan dipercaya masyarakat Kabupaten Bima melalui hasil survei partai,” kata dia.
Selain sudah mendapatkan rekomendasi atau surat tugas Partai Golkar, Gerindra, dan PKB, saat ini dirinya masih menunggu hasil survei beberapa partai yang telah dipilih untuk dijadikan kendaraan politik pada pesta demokrasi 2020 ini.
“Saat ini Partai PPP, Nasdem, Hanura, Demokrat, dan PBB masih lakukan survei, dan insya Allah akan keluar dalam dekat,” kata dia.
Dalam pemilihan Bupati dan wakil Bupati Bima 2020 ini, Dinda memastikan akan kembali berdampingan dengan Dahlan, sampai saat ini, hubungan orang nomor satu dan nomor dua di Kabupaten Bima terbilang harmonis membangun daerah.
“Insya Allah kami akan tetap bersama, dua partai sudah mengusung langsung kami berpasangan, dan satu partai usung tunggal saya, doakan saja sukses dan lancar, kami berharap doa dan dukungan masyarakat yang paling utama,” jelas IDP .
Sumber Bimantika.net yang juga pemerhati sosial politik lokal bima menyebutkan bahwa bakal pasangan calon H. Syafru_Ady sepertinya mengalami hambatan dengan partai pengusung dan hanya bisa pasrah berharap, sementara bakal pasangan Ifran_Herman Edyson sangat gencar melakukan Loby politik di para elite Partai Politik. (TIM SUARA CENDEKIA)

Direktur Politeknik Medica Farma, Turut Berduka atas Meninggalnya Ibu Presiden RI


SUARA CENDEKIA. news.- Mataram, - Direktur Politeknik Medica Farma Mataram Nusa Tenggara Barat, Syamsuriansyah Sadakah, M.Kes. menyampaikan rasa bela sungkawa dan turut berduka yang mendalam atas meninggalnya, Ibu kandung Presiden Republik Indonesia Soedjiatmi di Solo , Rabu, (25/3) waktu setempat.

Pak Direktur School of Poli Medica Farma menyampaikan rasa prihatin yang mendalam dan menyampaikan:

Innalillahi wainailaihi roji’un
Kami Keluarga besar Politeknik Medika Farma Mataram Nusa Tenggara Barat 
Turut  berduka Cita atas meninggalnya 
IBUNDA dr Bpk Presiden Republik Indonesian “ JOKO WIDODO “
Sesungguhnya Allah SWT tidak akan menguji hambanya melebihi kemampuannya.
Yakinlah bahwa semua ini ada hikmahnya. 
Mari Kita doakan semoga Beliau diberikan  tempat terbaik di sisiNya, diampuni segala dosanya dan dilapangkan jalannya. Aamiin.


Semoga ibunda mendapat tempat yang mulia disisi Allah SWT, pungkas Syam.

(SC.news)

Ketua FGII Tety Sulastry turut berbelasungkawa atas Kematian Ibunya Jokowi


SUARA CENDEKIA.news - Federasi Guru Independen Indonesia melalui Ketua Umumnya Tety Sulastry  menyampaikan belasungkawa yang mendalam  atas meninggalnya ibu kandung Preaiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo pada Rabu (25/3/2020) waktu setempat. Semoga segala amal ibadah beliau selama hidup diterima oleh Allah SWt dan semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan sabar menghadapi segala ujian dan musibah ini, " inshaaAllah beliau almarhumah orangnya sangat baik dan inshaaAllah khusnul khotimah, kata Tety yang dilanjutkan dengan beliau memnjatkan suratul Fatihah kepada alm di Kantornya di DPP FGII di Jakarta.

Baca juga https://swaracendekia.blogspot.com/2020/03/innaalillaahii-wainna-ilaihiroojiuun.html?m=1

Innalillahi wainailaihi roji’un
Kami Keluarga besar  Organisasi Profesi Guru Federasi Guru Independen Indonesia Seluruh Wilayah Indonesia menyatakan
Turut  berduka Cita atas meninggalnya 
IBUNDA dr Bpk Presiden Republik Indonesian “ JOKO WIDODO “
Sesungguhnya Allah SWT tidak akan menguji hambanya melebihi kemampuannya.
Yakinlah bahwa semua ini ada hikmahnya. 
Mari Kita doakan semoga Beliau diberikan  tempat terbaik di sisiNya, diampuni segala dosanya dan dilapangkan jalannya. Aamiin.


Kabar duka datang dari keluarga besar Presiden Joko Widodo alias Jokowi, yakni sang bunda, Sujiatmi Notomiharjo, meninggal dunia di Solo, Jawa Tengah.

Sujiatmi dikabarkan meninggal dunia di Solo, Rabu (25/3/2020) sore sekitar pukul 16.45 WIB.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung membenarkan informasi tersebut.

"Iya informasinya benar," kata Pramono Anung..

Sementara informasi internal yang didapat , bertuliskan seperti ini:


Berita Duka. Innalillahi wa innaillaihi rojiun. Eyang Notomiharjo, Ibunda Bapak Presiden wafat di Solo pkl 16.45 tadi. Mohon doanya semoga almarhumah husnul khotimah.

(TIM SUARA CENDEKIA)


Innaalillaahii wainna Ilaihiroojiuun : Ibunda Presiden RI Jokowi Meninggal Dunia


SC.News.- Kabar duka datang dari keluarga besar Presiden Joko Widodo alias Jokowi, yakni sang bunda, Sujiatmi Notomiharjo, meninggal dunia di Solo, Jawa Tengah.

Sujiatmi dikabarkan meninggal dunia di Solo, Rabu (25/3/2020) sore sekitar pukul 16.45 WIB.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung membenarkan informasi tersebut.

"Iya informasinya benar," kata Pramono Anung..

Sementara informasi internal yang didapat , bertuliskan seperti ini:

Berita Duka. Innalillahi wa innaillaihi rojiun. Eyang Notomiharjo, Ibunda Bapak Presiden wafat di Solo pkl 16.45 tadi. Mohon doanya semoga almarhumah husnul khotimah.

sumber : suara

Pasien Positif Corona di NTB bertambah satu orang lagi


Berita by admint.
SC.News.-  Mataram, – Pasien positif virus corona di NTB bertambah satu orang lagi. Sehingga total warga NTB terjangkit covid19 atau corona sebanyak dua orang.
Pasien yang positif corona itu berasal dari Lombok Timur. Yang merupakan suami dari pasien positif yang diumumkan Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah sehari sebelumnya.
Penderita saat ini dirawat di RSUD Provinsi NTB. Ia dirawat sejak 17 Maret 2020. “Dua pasien positif corona,” tulis website corona.ntbprof.go.id yang diupdate pukul 14.00 Wita, Rabu (25/3). Dalam situs tersebut disebutkan juga pasien dalam pengawasan di NTB sebanyak 16 orang. Sedangkan orang dalam pemantauan sebanyak 280 orang.
Baca juga: https://swaracendekia.blogspot.com/2020/03/gubernur-didampingi-wakil-gubernur-hj.html?m=1
Hal itu juga dibenarkan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid19 Provinsi NTB H. Ahsanul Khalik. Ia membenarkan pasien positif corona bertambah satu orang. “Ya, satu lagi positif,” katanya, Rabu (25/3)
Ia mengatakan, positif corona bukan berarti tidak bisa sembuh. Artinya bukan akhir dari segalanya. “Untuk menghindari penanganan lebih lanjut petugas kesehatan kita sedang melakukan kontak tracking untuk mengetahui orang-orang yang pernah berhubungan dengan pasien dan selanjutnya dilakukan penanganan dan pemeriksaan,” terangnya.



’’Untuk menghindari penularan, lebih lanjut petugas kesehatan sedang melakukan kontak tracking terhadap orang yang pernah kontak dengan yang bersangkutan,’’ katanya.
Ia berharap masyarakat NTB tetap tenang. Hindari keramaian, menjaga kesehatan dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat. ’’Serta mengurangi aktivitas di luar rumah,’’ imbaunya. (TIM SC news)

Hebatnya Jokowi Menghadapi Gempuran Global dan Asing Ketika Pandemi COVID-19 Masuk Indonesia

Berita by Admint.

Artikel
       By. Syamsuriansyah, S.Pd.,M.Kes*


SC.News,-

Ketika Indonesia sudah terjangkit virus Corona, sulit untuk tidak mengkritisi pemerintah. Bahkan nyinyirpun jadi mendapat pemakluman. Maklum karena Menkes kita terlalu santai dan ngasal. Wapres masih sempat bercanda. Dan media berlomba-lomba mencari keuntungan dari click bait.


Puncak kekecewaan saya adalah saat Presiden dan Menkes mengumumkan kasus Corona untuk yang pertama kalinya. Info yang disampaikan ternyata salah, tidak sesuai dengan pengakuan pasien. Presiden bilang pasien 01 dan 02 tertular oleh WN Jepang yang berkunjung ke rumahnya. Itu saja. Sementara pengakuan pasien, mereka bertemu dengan WN Jepang tersebut di klub dansa Paloma. WN Jepang tersebut tak pernah berkunjung ke rumah mereka.

Kenapa Presiden berbohong? Atau katakanlah kenapa data yang disampaikan ke Presiden tidak akurat? Kenapa dan kenapa.

Saya sudah pernah menulis kekecewaan dan kritik keras soal info yang simpang siur tersebut. namun tak pernah saya publikasikan karena untuk alasan apapun, saya adalah pendukung Jokowi. Dan di antara jutaaan manusia yang hidup di bumi per hari ini, Jokowi adalah orang yang saya percayai.

Hari ini, setelah hampir dua minggu berlalu, saya kembali menelusuri berita-berita terkait pengumuman pertama kasus Corona. Karena ada kejanggalan luar biasa terkait sikap WHO yang meminta Indonesia untuk segara menetapkan status darurat nasional. WHO ini siapa? Sekelas ormas kok berani-beraninya menekan negara?

Setelah saya telusuri, ternyata Presiden tak pernah mengatakan bahwa WN Jepang tersebut berkunjung ke rumah pasien 01 dan 02. Presiden hanya mengatakan bertamu ke Indonesia. Tidak menyebutkan lokasi spesifik (rumah atau klub dansa).

Tapi penggunaan kata bertamu telah sukses membuat penafsiran baru, seolah WN Jepang itu datang ke rumah pasien 01 dan 02.

Dari sinilah kemudian saya melihat betapa luar biasanya Presiden Jokowi mengendalikan persepsi publik. Sehingga kepanikan tidak terjadi secara terus menerus, bahkan meski sudah diprovokasi oleh Tvone dengan masker besarnyanya.

Saat ini, mungkin hanya masker yang langka. Sementara sisanya sudah berangsur normal. Di minimarket terdekat sudah mulai tersedia lagi sanitizer dan sejenisnya.

Pengumuman terkait adanya pasien Corona di Indonesia, untuk yang pertama kalinya, dilakukan secara santai di Veranda Talk. Kemudian, Presiden tidak menyebutkan bahwa penularan terjadi di klub dansa (tempat publik).

Sehingga publik sekedar dibuat bertanya-tanya untuk apa WN Jepang itu datang ke Indonesia? oh berlatih dansa. Selesai.

Bayangkan kalau Presiden secara terbuka mengatakan penularan terjadi di klub dansa, mungkin efek paniknya akan jauh lebih dahsyat dari sekedar borong-borong makanan pokok.

Memang belakangan, kita akhirnya dapat informasi dari jubir Kemenkes bahwa penularan terjadi di klub dansa. Tapi itu tak masalah. Dampaknya tak terlalu kuat. Sehingga masyarakat juga jadi santai dan biasa saja.

Kemudian terkait WHO. Dua hari sebelum pengumuman kasus 01 dan 02 oleh Presiden, WHO secara terbuka mengatakan ingin melakukan double chek kepada orang-orang sakit di Indonesia yang berpotensi positif Corona. Karena pada dasarnya mereka tak percaya Indonesia masih belum tertular Corona. Pemerintah secara terbuka menerima dan menganggap itu langkah kolaborasi yang positif. Tapi kemudian hal itu batal dilaksanakan karena pemerintah sudah mengumumkan ada kasus 01 dan 02.

Lalu yang terbaru kemarin, WHO kembali melakukan manuver. Mengirimkan surat kepada pemerintah agar segera menetapkan status darurat nasional. Surat itupun beredar dan menjadi pemberitaan oleh semua media. Terbuka. Semua orang bisa baca. Namun lagi-lagi Presiden Jokowi melakukan respon brilian.

Tak ada surat balasan. Tak ada tanggapan terbuka. Presiden langsung menelpon WHO. Tak ada yang tau pasti apa saja yang dibicarakan Presiden dengan Dirjen WHO. Kabar adanya telpon pun belakangan kita ketahui dari pernyataan Tedros Adhanom di halaman sosial medianya. Bukan dari Presiden atau stafnya.

Sekali lagi ini sangat brilian. Tedros Adhanom mungkin senang bukan kepalang karena ditelpon oleh Presiden dari negara besar. Sehingga dia menuliskannya di akun sosial media. Sementara Presiden Jokowi dan pemerintah otomatis keluar dari tekanan saran WHO, yang menginginkan Indonesia berstatus darurat nasional. Satu lagi masalah selesai tanpa konflik berkepanjangan. Sekarang WHO terpaksa setuju bahwa Indonesia punya kemampuan dan itu tak bisa dipertanyakan lagi.

Sampai di titik ini saya terharu. Begitu kuat mental Presiden kita itu. dihina, dicaci, diragukan dan seterusnya. Bahkan langkahnya tak dipahami oleh banyak kalangan. Jangankan media dan relawan, bahkan staf-staf terkedat Presiden pun bungkam. Tak ada yang mampu menjelaskan bahwa Presiden telah melakukan segalanya, secara maksimal, dan yang terbaik untuk bangsa ini.

Di tengah tekanan asing yang datang bertubi-tubi. Dari kecurigaan sampai tuntutan transparansi. Presiden Jokowi bertahan dengan sekuat tenaga melindungi negeri ini.

Indonesia bukan Singapura yang wilayahnya hanya seupil dan dapat melakukan pemeriksaan ketat di seluruh titik masuk. Indonesia juga bukan China yang bisa otoriter mengisolasi satu pulau, atau membuat rumah sakit khusus dalam seminggu. Indonesia juga bukan Inggris yang bisa menjelaskan bahwa kapasitas rumah sakit terbatas dan tak bisa menampung semua orang yang sakit flu. Sehingga dianjurkan untuk istirahat di rumah masing-masing. Indonesia juga bukan Italia, yang sejak awal muncul kasus Corona di Wuhan, pemerintah Italia memeriksa semua orang yang sakit flu dan batuk.

Negara kita unik dan berbeda. Jangan hanya karena negara lain melakukan A, kita lantas harus mengikutinya. Jangan karena Trump sudah mengumumkan Amerika sebagai negara darurat Corona, lalu kita mau melakukan hal yang sama.

Indonesia ini luas. Yang rame soal Corona hanya orang-orang di perkotaan saja. Jakarta dan sekitarnya. Sementara di desa, warga tetap beraktifitas seperti biasa. Pabrik-pabrik, sekolah dan pelayanan tetap aktif. kalau sampai meniru Amerika dengan mengumumkan darurat nasional, atau meniru Italia yang menghimbau semua warganya agar tak keluar rumah, bisa-bisa kondisi kita akan jauh lebih buruk dari ini.

Presiden Jokowi dengan lapang dada membiarkan dirinya dituduh, dikritik dan dicaci. Bertahan dan teguh dalam pendirian, untuk tidak terpengaruh dengan intervensi asing dan oposisi. Karena beliau tau, ini bukan untuk nama baiknya, bukan untuk popularitas dan citranya. Ini semua dia lakukan untuk Indonesia.

*Penulis tengah menempuh studi ilmu 
  Doktor Kesehatan Masyarakat 
  Pada Universitas Hasanuddin 
  Makassar Sulawesi Selatan.


Dampak Corona: Guru-guru Sekolah Swasta Terancam Tidak Digaji, Pemerintah Harus Buat Kebijakan!


Berita by admint

ASPIRASI


SC.News – Dalam situasi Jakarta Tanggap darurat bencana covid 19 dan kebijakan-kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah pusat secara khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hal demikian menyebabkan banyak sekolah swasta akan menghadapi kesulitan tersendiri dalam menggaji tenaga pendidik dan para stafnya.
Nasib buruk akan dirasaka para pekerja non formal yang terancam kehilangan penghasilannya. Sehingga saat ini mereka fokus untuk kebutuhan makan keluarganya, bukan untuk bayar uang sekolah putra-putri mereka yg disekolahkan di sekolah-sekolah swasta.
Dengan demikian memberikan imbas kepada guru-guru di sekolah swasta yang terancam tidak mendapatkan bayarannya jika para orang tua siswa tidak mampu membayar SPP sekolah.
Ketua Umum Forum Guru Independen Indonesia (FGII), Tety Sulastri menyikapi hal tersebut seraya menyampaikan masukan kepada Kemendikbud agar segera dibuatkan kebijakan terkait dampak buruk yang dirasakan para guru swasta.
“Kemendikbud bisa segera untuk mengambil kebijakan terkait hak-hak guru untuk percepatan realisasi anggaran bos, tunjangan profesi guru bukan saja guru Swasta tetapi guru-guru ASN sekolah swasta pastikan lebih membutuhkan karena dari situ sumbernya.” Ujar Ketua Umum Forum Guru Independen Indonesia (FGII), Tety Sulastri kepada suara cendekia pada Selasa, (24/3/2020).
Tety melanjutkan, Kemendikbud harus mengubah juknis pengggunaan dana BOS, agar dapat digunakan 100% untuk honor para guru yg mengajar di sekolah swasta, serta tunjangan sertifikasi guru harus dipercepat.
Terkait penyebaran wabah virus Corona, Tety merasa prihatin pada pemerintah dengan adanya wabah ini, akan tetapi ada ancaman ekonomi yang sudah mulai tampak.
Bedasarkan Surat Edaran mentri nomor 4 tahun 2O2O tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Corona Virus (COVID- 1 9) yang menghimbau kepada sekolah untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Hal tersebut dirasa tidak difocuskan pada pencapaian nilai tetapi bagaimana pembelajaran yang survive, bertahan hidup.
“Kita mengajarkan anak2 untuk survive, tetapi gurunya tidak mampu bertahan hidup.” pungkas Tety.

Selasa, 24 Maret 2020

Kebudayaan dan Tertib Sosial

Berita by Admint.

OPINI
                  By. Alfi Syahrin, M.Si*.

Para ahli sosial seperti antropolog telah menyusun konsep dan definisi tentang kebudayaan kurang lebih sekitar dua ratus jumlahnya. Ada yg melihat kebudayaan sebagai keseluruhan yang kompleks yg meliputi pengetahuan, kepercayaan,seni, kesusilaan,hukum, adat istiadat dan kesanggupan_kesanggupan lain yg dipelajari( Tylor).
Semua dimensi dari kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari konstruksi dan kontribusi kebudayaan.Karena itu semua hasil karya, rasa dan cipta manusia adalah kreasi dari kebudayaan kata Selo Sumarjan.  
Kebudayaan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia menurut Parsudi berfungsi sebagai  cara dan strategi yang digunakan untuk memahami dan menginterpretasikan lingkungan dan pengalamanya. Budaya menjadi faktor pembentuk  yang dominan dan determinan bagi tersusunnya pola_pola perilaku dan tindakan manusia menurut Ruth Benedict.
Oleh karena itu kebudayaan menjadi parameter ketinggian peradaban dan kemajuan sosial dalam suatu bangsa sejak era pre_histori hingga abad modernitas. Secara antropologi kebudayaan dipahami sbg way of life(cara pandang hidup), way of doing (cara bekerja), dan way of act( cara bertindak/berperilaku).
Kita begitu kagum pada peradaban barat yang melahirkan kota_kota megapolitan yang dipenuhi gedung_gedung kebudayaan material pencakar langit (sky scrapper) meminjam istilah antropolog Marvin Harris. Arsitektur kota-kota di Eropa dibangun dengan imajinasi, kecerdasan, ketinggian ilmu pengetahuan yg ditopang oleh estetika manusia sebagai homo faber (pencipta) dalam istilah Hannah Arrendt. Sungai_sungai bersih seperti di Belanda yang ramai jadi tempat studi komparatif dari banyak negara. Bandingkan dengan sungai_sungai, selokan, got dan drainase kita di Indonesia yang problematik. Tersumbat sampah dan kotor karena budaya tertib yg belum menjadi kebiasaan.
Demikian juga dengan sungai tempat  bermain Gondola (perahu tradisional) di Venezia Italia menjadi destinasi jutaan turis karena daya pikat budaya dan eksotisme tradisinya.
Keunggulan Barat bukan semata terletak pada kreasi kultural  yang material.Akan tetapi pada keteraturan sosial hidup warga negara. Disiplin yang mengesankan, kosmologi fikir kolektifnya yang rata_rata rasional, perilaku antrinya yang tertib, kesadaran hukum yang tinggi, etika sosial yang menakjubkan, pendidikannya yang maju, politik dan demokrasinya yang matang. 
Hampir semua pranata dan regulasi dipatuhi tanpa resistensi. Warga negaranya mau dan mudah diatur, pemerintahnya didengarkan sehingga setiap aturan ditegakkan secara rasional dan proporsional. 
Orang_orang Barat tidak hanya inovatif dan pintar menyusun hipotesis dan postulat akademik dalam ragam definisi tentang kebudayaan. Tetapi mereka juga cerdas, sadar, dan konkrit menerapkannya dalam kehidupan nyata. Sehingga kebudayaan sebagai teks teruji dalam konteks oleh karena itu fungsi budaya bagi mereka di Barat adalah menjadi moral force(kekuatan etik) yang memicu tingginya etos kerja, membentuk karakter altruisme, humanis, dan respek.
Kebudayaan mendorong orang_orang barat lebih rasional dalam menentukan perilaku sosialnya. Budaya sains yg tinggi membuat rata_rata masyarakatnya memiliki apa yang disebut Frederick Nietzhe sebagai "kreatifitas iconoclasm"keinginan diri mencipta di luar batas diri untuk menghasilkan nilai_nilai baru dengan mereduksi nilai_nilai lama yang dianggap menciptakan stagnasi perubahan. 
Sebaliknya di Indonesia konsep_konsep dan definisi saintis cenderung dibenturkan dengan ide agama. Lihat saja soal covid 19 ahli_ahli agama seperti ulama yg memiliki otoritas dan integritas di bidang agama. Fatwanya jadi lelucon, polemik dan kontroversi oleh oknum dan pihak yg tidak mengerti fiqih. Asing dan awam dengan rukshah, illat, dan mudharat.
Keputusan pemerintah sebagai sumber otoritas tertinggi dalam negara digugat oleh yg tidak punya kapasitas. Akibatnya kekacauan terjadi perang retorika, narasi dan propaganda tidak terhindarkan tanpa adab dan budaya menyeruak tanpa kendali.
 Saya menemukan adu arogansi antara yg mendalilkan premisnya pada pemahaman agama yg sempit dogmatis dengan logika sains yg rasional. Soal ditiadakan slt jum'at sebagai tindakan preventif membatasi paparan virus secara medis digugat secara kaku dengan perspektif agama yang keliru. 
Keunikan dan cita rasa Islam yang transformatif, fleksibel dan adaptif hilang estetika dan orisinalitasnya karena ceroboh memandang konteks. Hal wajib dalam islam bisa menjadi tidak apabila ada kondisi dan situasi yang darurat. Bagi yang komprehensif mempelajari Islam akan menemukan bahwa arsitektur isi Alqur'an, Hadist, Sunnah, Ijma dan Qiyyas sangat kontekstual dan fleksibel.
Interpretasi sains dan agama dalam islam tidak pernah saling menegasi. Keduanya dapat menjadi sumber tertib sosial yang sama. Agama mengajarkan  kepatuhan absolut pada ajaran kitab suci dan sains menghendaki manusia bertindak rasional. Tidak ada agama tanpa akal begitu kaidah agama mengajarkan. Agama Islam menyuruh patuh pada pemimpin(ulil Amri) kepada Al Warisu Anbiya(ulama) dan kepada orang alim( ahli ilmu/cendekiawan).
Kepatuhan, ketundukan, kesadaran adalah sumber terciptanya tertib sosial. Suatu situasi antropologis yang menggambarkan kondisi kehidupan yang aman, dinamis, dan  teratur selaras antara tindakan, nilai dan norma dalam hubungan sosial. 
Kebudayaan itu adalah order yaitu suatu nilai dan norma yang berlaku dan harus dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat. Sayangnya sebagai pranata kebudayaan belum menjadi tindakan yang membudaya. Di larang berkumpul dalam keramaian karena bahaya penyebaran corrona malah mall penuh, tempat wisata sesak ramai pengunjung dan agenda pertemuan agama seperti di Gowa tetap berlanjut.
Oleh karena itu penting kita meletakan kembali fungsi kebudayaan sebagai kerangka etik rasional yg membentuk adab perilaku dan cara pandang sosial yg produktif.Tertib sosial hanya bisa terwujud kl ada kesediaan warga negara untuk melepaskan sebagian dari kebebasan kodratinya untuk orang lain. Hanya dengan cara itu kehidupan kolektif dapat tertib terselenggarakan kata Thomas Hobbes. Dan kebudayaanlah yang menjadi syarat dan elemen penting yang dapat membentuknya.


*penulis adalah candidate Doktor
  Magister Kebijakan Publik
  Kandidat Doktor
  Universitas Hasanuddin Makassar

DPP Golkar Resmi Rekomendasikan IDP-Dahlan untuk Maju PILKADA 2020

Hj.Indah Dhamayanti Putri, S.E bersama Drs.H. Dahlan M.Noer

Bima, Suara Cendekia-Sejak awal DPD Partai Golkar Kabupaten Bima menggelar rapat pleno penjaringan hingga penyaringan oleh DPD Partai Golkar NTB dalam menyambut Pilkada Kabupaten Bima periode 2020-2025, nama Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) diusung tunggal sebagai Calon Bupati Bima. Selanjutnya, nama tersebut diteruskan ke DPP Partai Golkar.

Sementara sejumlah nama Calon Wakil Bupati Bima yang berpasangan dengan IDP yakni Drs. H. Dahlan M. Noer, Ir. Suryadi, H. Herman Alfa Edison, SE (HAE), H. Abdullah (H. Ola) dan satu nama lainya yang direkomendasikan oleh DPD Partai Golkar Kabupaten Bima ke DPD Partai Golkar NTB dan selanjutnya diteruskan ke DPP-kini telah ditentukan secara resmi. Maksudnya, DPP Partai Golkar telah memutuskan Dahlan menjadi Calon Wakil Bupati Bima periode 2020-2025 berpasangan dengan IDP. Dan keputusan DPP Partai Golkar tersebut, dinilai sama dengan pengamatan sekaligus keyakinan berbagai pihak bahwa IDP-Dahlan kembali berpasangan pada Pilkada Kabupaten Bima periode 2020-2025.

“Berbagai proses dan tahapan yang dilakukan mulai dari DPC, DPD hingga ke DPP Partai Golkar yang berkaitan dengan Pilkada Kabupaten Bima periode 2020-2025, Alhamdulillah sudah selesai dilakukan. Dan dalam kaitan itu, DPP Partai Golkar telah memutuskan secara resmi nama Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE sebagai Calon Bupati Bima, dan Drs. H. Dahlan M. Noer sebagai Calon Wakil Bupati Bima. Surat Keputusan (SK) resmi dari DPP Partai Golkar tersebut ditujukan kepada  Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bima,” ungkap Ketua DPP Golkar Kabupaten Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE kepada Wartawan, Senin (23/3/2020).

Penetapan DPP Partai Golkar tersebut yakni berdasarkan petunjuk pelaksanaan DPP Partai Golkar nomor:Juklak 3/DPP/Golkar/II/2020, tanggal 7 Februari 2020 tentang penetapan Pasangan Calon (Paslon) Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Wali Kota/Wakil Wali Kota dari Partai Golkar. Penetapan tersebut, juga merujuk pada Surat DPD Partai Golkar Provinsi NTB nomor: B-761/ Golkar-NTB/III/2020 tanggal 20 Maret 2020, perihal: permohonan penetapan sementara Calon Kepala Daerah

“Untuk mengajukan Pasangan Bakal Calon (Balon) Kepala Daerah di Kabupaten Bima, DPD Partai Golkar Kabupaten Bima harus melakukan kerjasama dan membangun komunikasi politik dengan partai lain di Kabupaten Bima,” terangnya.

IDP menjelaskan, untuk meraih kemenangan dalam Pilkada Kabupaten Bima periode 2020-2026, DPP Partai Golkar perlu menetapkan lebih awal Balon Kepala Daerah dari Provinsi yang sudah melakukan penjaringan sesuai ketentuan yang berlaku dan selanjutnya mengusulkan penetapannya ke DPP Partai Golkar dalam rangka sosialisasi Balon Kepala Daerah dari Partai Golkar kepada masyarakat.

Terkait dengan hal itu, DPP Partai Golkar menetapkan sementara Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, sebagai calon Kepala Daerah berpasangan dengan Drs. H Dahlan M. Noer sebagai calon Wakil Kepala Daerah Kabupaten Bima. Lebih jelasnya, IDP-Dahlan diusung oleh Partai Golkar pada Pilkada Pilkada setentak tahun 2020 dengan syarat dan tugas membangun komunikasi koalisi dengan partai politik lain sehingga dapat memenuhi sekaligus memantapkan persyaratam sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku

“Surat tugas dari DPP Partai Golkar untuk saya dan Pak Dahlan dikeluarkan 21 Maret 2020, ditandatangani oleh Ketua Umum (Ketum), Airlangga Hartarto. Melalui kesempatan ini pula, saya memohon doa restu dari seluruh elemen masyarakat untuk kelancaran dan kesuksesan ini,” harap IDP.

Pada pertemuan singkat dengan sejumlah awak media di kediamanya pada Senin pagi (23/3/2020), IDP menyakini bahwa sejumlah Parpol lainya akan mengusung Dahlan sebagai pasanganya pada Pilkada Kabupaten Bima periode 2020-2025. “Dari awal saya tidak pernah menyebut nama lain selain H. Dahlan. Dan sampai hari ini pula, saya masih menyebut nama H. Dahlan. Dan inilah jawaban dari keraguan publik seperti yang disampaikan oleh rekan-rekan Wartawan,” ujar IDP.

Informasi lain yang diperoleh sejumlah awak media juga mengungkap, bukan saja Partai Golkar yang mengusung nama IDP-Dahlan pada Pilkada Kabupaten Bima periode 2020-2025. Tetapi juga disebut-sebut diusung oleh sejumlah Parpol lainya seperti PKB, Gerindra, PPP, dan PBB. Tak hanya itu, berdasarkan isu saat ini menyebutkan bahwa IDP-Dahlan juga akan diusung oleh Partai Hanura dan Nasdem. Masih menurut informasi yang berkembang saat ini, IDP-Dahlan juga masih melakukan komunikasi politik dengan PAN dan Demokrat. Sebab, pasangan ini juga ikut mendaftarkan diri secara resmi kepada dua Parpol dimaksud. (TIM SUARA CENDEKIA)