Cari Blog Ini

Senin, 30 Maret 2020

Master Media Dompu, Rugikan Pelanggan di Madapangga

Berita by admint

                  Foto Tekhnisi Master

SWARACendekia, news.- Dompu

Beberapa orang di Madapangga sangat mengeluhkan layanan akses informasi dan Telematika, yang kerap melakukan tindakan kedzoliman terhadap pelanggannya, keluh kesah pelanggan ini sangat beralasan dan wajar pasalnya perusahaan wifi tersebut tidak taat azas dan selalu melanggar melabrak serta memperkosa hak hak pelanggannya di Madapangga,

Persoalannya pesawat wifi selaku tidak ada koneksi data, error, dan pemutusan pemblokiran pada tanggal yang diluar kesepakatan dan jadwal pembayaran.

Pemilik mencontohkan, misalnya kami membayar tanggal 8 setiap bulan maka hak kami baru ter deadline itu tanggal delapan bukan tanggal 27, nah ini kan merugikan kami kata annisaturrahmah pelanggan asal dusun tamuria menimpali.

Wifi master media Dompu telah melanggar undang undang hak perlindungan konsumen dan undang undang telekomunikasi dan UU ITE dimana secara sengaja berlaku dan bertindak dzolim atas pelanggannya, atas dasar itulah kami meminta seluruh langganan untuk memutus mata rantai dengan pihak master, karena kita dirugikan bahkan didOlimi.



Selain itu, gangguan akses dan speed network seringkali terjadi dan jawaban tekhnisi selalu klasik yakni mohon maaf ada gangguan dsbnya,, sementara itu Kepala Diskominfo Kabupaten Bima ketika dihubungi soal ini menjelaskan dirinya tak berani berkomentar soal itu namun dirinya sudah mendapatkan informasi bahwa kegiatan usaha master media dompu di madapangga selalu bikin resah masyarakat dan merugikan langganan dan konsumen, saya harap pengusaha media ini segera turun lapangan temui kendala yang dihadapi jangan duduk diam menunggu duit transferan dari pelanggan wifi setempat sebab itu delik perdata dan pidana dalam dunia usaha, pungkasnya.

Saat dikonfirmasi melalui selulernya tidak diangkat namun ada balasan sms di whatsappnya yang berbunyi: banyak maaf atas gangguan ini mas, kita data dulu, jawabnya singkat melalui WA tanpa mau memgangkat hp padahal sudah dihubungi berkali kali namun tidak juga diangkat, mungkin apa yang dirasakan oleh publik itu benar makanya tidak diangkat hpnya, bisa jadi.

Penulis Suara Cendekia News.


KUA dan Pemdes, bikin Kegiatan Haji Tahun 2020, Berantakan

Berita by admint

                   Ilustrasi

SWARA CENDEKIA, Kabupaten Bima.- Kantor Urusan Agama atau yang disingkat KUA menjadi biang kerok atas segala hajat calon jamaah haji tahun 2020, betapa tidak, senin 30/3 lembaga dibawah kendali Kantor Kemenag tersebut dinilai berbagai pihak sebagai lembaga yang sangat tidak becus dalam mengurus kegiatan calon jemaah haji tahun ini.

Jemaah calon haji Kabupaten Bima di 18 Kecamatan se Kabupaten Bima saja sangat sulit kita lansir jumlahnya karena birokrasi kemenag yang sangat tertutup kata salah seorang aktifis pada swaracendekia ketika dikonfirmasi beberapa saat yang lalu di bima.

Dirinya sangat menyesalkan layanan ibadah haji dari tahun ke tahun makin buruk sementara donasi jemaah dan kontribusinya dalam perjalanan ibadah tersebut sangat signifikan adanya.

Salah seorang Jamaah Haji Asal Kecamatan Woha misalnya mempersoalkan mengenai undangan untuk general medical check up para calon jamaah haji yang hingga hari tadi tidak dikantonginya di wilayahnya padahal kegiatan itu sangat penting. Tidak ada surat dan kami hanya terima info secara lisan dari salah satu aparat desa disana tanpa ada surat dan itupun secara tiba tiba, katanya.

Begitupula dengan Wilayah Kecamatan Madapangga, KUA dan Pemdesnya sama sama luput soal aksea informasi hajat hidup rakyatnya yang akan meningkatkan ketaqwaan dan keimanan, dulu hal hal semacam ini di desa bahkan kecamatan biasanya di umumkan oleh pengurus masjid dan atau petugas dari kelurahan atau desa kaitan dengan info haji bersinergi dengan pihak terkait, namun sekarang di masjid dan musholla sepi dari berita dan pengumuman haji ada apa ini?, cetus salah seorang warga.

Kepala Kantor KUA Kecamatan Madapangga dan Woha ketika dikinfirmasi soal ini sedang dalam keadaan non aktif hp nya dan nomor selalu diluar jangkauan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada yang membuka mulut soal tidak adanya atau hilangnya sebagian proses dari seluruh rangkaian ibadah haji jamaah haji tahun ini, mungkin ini semua dampak dan side effect dari coronavirus disease-19, pungkasnya.


Penulis TIM SC News.

Para Calon Jemaah Haji Mengeluh Atas Layanan Dokter Agung dan Dinilai Tidak Profesional oleh Banyak Kalanganl


SUARA Cendekia, news., Kota Bima
Sejumlah calon jemaah haji tahun ini, hilir mudik dan lalu lalang baik yang dari Kota hingga Kabupaten Bima guna melakukan Medical Check Up secara kolektif di RS Praktik Dokter Agung Kota Bima, sebelah timur lapangan Merdeka, Senin, (30/3) waktu setempat.

Berdasarkan pantauan Suara Cendekia news, kegiatan ini berjalan lancar di TKP, hanya saja sedikit terkendala karena layanannya sangat amburadul dan semrawut adanya. Bahkan ybs menyalahkan pemdes setempat yg memberitahukan secara mendadak ibunya pdahal info ini menueutnya sudah beberapa hari keluar namun baru dikasitau hari ini juga sementara hari ini batasnya, dia menilai ada ketidak seragaman informasi terkait.

Salah seorang keluarga calon jemaah haji asal kecamatan woha kabupaten bima yng enggan diberitakan namanya marah marah di depan para perawat dan security pasalnya mereka belum dipanggil hingga sore padahal sudah melakukan antrian panjang dan lama sejak pagi.

Iya ini tidak profesional harusnya antrian itu yang proporsional donk bukan semau gue, keluhnya


Selain itu, check up ini ilegal alias tidak ada surat kepada keluarga calhaj 2020, secara lisan dan sangat mendadak dikasitau  kegiatan ini tanpa surat dan diumumkan secara lisan oleh aparat pemerintahan desa, salah seorang aparat pemdes desa Rade Adnan Hamzah, pada SC news mengaku khilaf kepada media ini di Rade Madapangga
Anehnya kegiatan ini bersifat spontan dan tanpa surat resmi yang ditujukan kepada para calon jemaah haji.

Kedepan pemdes harus akomodatif terhadap surat menyurat dan akses informasi di desanya, seluruh hajat hidup orang banyak harus diarusutamakan karena itulah fungsi dan tupoksi adanya pemerintah bukan terbalik dan bila hal hal ini dibiarkan maka akan menjadi preaeden buruk dalam menjalankan kebijakan pemerintah, mata rantai kinerja buruk seperti ini idealnya sudah diakhiri di jaman ini, oleh para pemimpin milenial bukan malah lebih buruk seperti hari kemarin.

Salah satu calon jemaah haji mengatakan bahwa kami baru tadi lohor baru terima kabar berita ini, kami sangat kaget, belum sempat persiapkan diri dengan berbagai hal dan lain lain tapi staf pemdes memberitahu secara lisan, katanya.

Menurut informasi dari sebuah sumber terpercaya di Kota bima sebenarnya kegiatan ini biasanya tahun tahun sebwlumnya sangat sistimatis dan surat panggilan check up itu dikirim melalui KUA Kecamatan hingga Desa. Entah kenapa saat sekarang itu nggak ada wallaahuallam katanya. Selain itu tidak ada pungutan sebesar lima ratus ribu untuk general medical check up karena audah fixed dalam kegiatan ibadah haji, paparnya.

Hingga berita ini diturunkan,  petugas dokter agung tidak ada yang bisa dihubungi dan tak satupun yang berani memberikan tanggapan atas keluhan keluhan layanan, pasien calon jemaah haji masih banyak yang bingung dengan mekanisme check up d rsu dokter agung praktek tadi pagi hingga siang dan sore hari, malah antriannya cukup lama, salah seorang calon jemaah haji asal desa campa yang enggan dikorankan namamya mengaku bingung kapan hasil rontgen dll tadi diketahuinya bahkan tatkala kelyarganya menanyakan apa apa saja hasil follow up check up ybs bingung menjawabnya karena semua pada pulang dengan tangan kosong bebernya.

Penulis Suara Cendekia.

Akhirnya Pilkada 2020 ditunda, dan Anggaran di Alihkan untuk Atasi Covid-19

Ketua KPU RI, with Ketua KPU NTB

Mataram, SuaraCendekia.news: KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan dari hasil kajian yang sejatinya penyelenggaraan Pilkada termasuk pemungutan suara digelar pada 23 September 2020 secara resmi ditunda jadi tahun 2021.

Hal itu sesuai hasil kesimpulan rapat kerja dengar pendapat di Komisi II DPR RI dengan Menteri Dalam Negeri, KPU RI, Bawaslu dan Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilihan Umum RI senin 30 Maret 2020.

Arief mengatakan, Melihat perkembangan pandemi Covid 19 yang hingga saat ini belum terkendali dan demi mengedepankan keselamatan masyarakat. 

"Komisi ll DPR RI menyetujui penundaan tahapan Pllkada Serentak 2020 yang belum selesai dan belum dapat di laksanakan," Kata Ketua KPU RI dalam Surat hasil kesimpulan rapat yang tertanda tangani KPU RI, Ketua Bawaslu RI, Menteri Dalam Negeri,  Ketua Rapat Komisi II DPR RI A270, dan PLT Ketua DKPP
Untuk Pelaksanaan Pilkada Lanjutan akan dilaksanakan atas persetujuan bersama antara KPU, Pemerintah dan DPR. 

"Dengan penundaan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Maka Komisi ll DPR RI meminta Pemerintah untuk menyiapkan payung hukum baru berupa Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU)," terangnya.


Selain itu Kata Arif, dengan penundaan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Komisi II DPR RI meminta kepada kepala daerah yang akan melaksanakan Pilkada Serentak 2020 merealokasi dana Pilkada Serentak 2020 yang belum terpakai untuk penanganan pandemi Covid 19. 
(TIM SUARA CENDEKIA)

Minggu, 29 Maret 2020

Tokoh Pendidikan sekaligus Cendekiawan Dompu, HM Said HAR, S.Sos., Tutup Usia

Berita by admint


Suara Cendekia,

Yayasan Bina Insan Cendekia Kabupaten Bima saat ini tengah berduka, pasalnya Dewan Pakar sekaligus penasehat orsos Bima Dompu HM Said HAR S.Sos. meninggal dunia tadi pagi, Ahad (29/3), di Dompu sekitar pukul 08.00 wita waktu setempat.


Profil Almarhum HM Said HAR, S.Sos. merupakan putra asli Dena yang lama merantau di Dompu dan berhasil membangun keluarga suksesnya disana, beliau menurut Nukman adalah Tokoh atau Figur yang sangat bijak cerdas dan dewasa.

HM Said HAR, S.Sos. alias Abu Se'o merupakan sosok cendekia, banyak jasa jasa beliau terhadap dunia pendidikan di Dompu dan Kabupaten Bima, beliau pensiunan PNS tetapi tidak mau tinggal diam dan berdiam diri walaupun sudah pensiun.

Di mata saya, beliau adalah seorang ayah dan mertua sekaligus sosok bersahaja yang selalu memberikan pengetahuan dan pandangan pandangan yang sifatnya membangun untuk kami anak anaknya., tambah Pendiri Yayasan yang masih muda tsb.

Turut bertakziah dan melayat ke rumah duka pagi hingga siang tadi Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin, dan aji bambang sapaan akrab Bupati Dompu turut berduka dan sangat merasa kehilangan atas berpulangnya ke rahmatullah Bapak HM Said HAR, S.Sos., kata bupati.


Beliau orang yang sangat baik, supel, bijak dan panutan, kata bupati
Semoga amal jariah, amal ibadah beliau semuanya diterima oleh Allah SWT, dan segala kesalahan dan kekhilafannya mari kita maafkan dan panjatkan kehadirat Allah SWT mudah mudahan beliau khusnul khotimah dan mendapatkan tempat yang sangat mulia disisi Allah SWT, Aamiin, pungkasnya.



Penulis Suara Cendekia

Sabtu, 28 Maret 2020

Anti Dokter dan Fatwa Ulama --


Opini by Tasrif

                  By. Tasrif Azis, M.Pd.


Pandemi CoronaVirus Disease (Covid-19) telah merubah dan menggeser nilai nilai kehidupan bahkan cara pandang manusia yang satu dengan yang lain menjadi berbeda saat ini, Covid telah merubah nilai baru tata kehidupan sosial, politik, ekonomi, budaya bahkan agama sekalipun hanyut dan terhanyut oleh corona, luar biasa pandemi ini telah berhasil memunculkan nilai nilai baru dalam tatanan kehidupan ummat manusia hari ini.

Dokter menghimbau jaga jarak sosial, social distancing. Lalu MUI memperkuat himbauan itu dengan mengeluarkan fatwa agar tidak sholat Jumat atau sholat berjamaah di masjid. Logikanya, kalau Anda setuju dengan saran dokter, harusnya Anda juga setuju dengan fatwa MUI. Khan esensi dari saran dokter dan fatwa MUI adalah "jaga jarak". Dihimbau untuk tidak berjam'ah atau jumat supaya kita bisa jaga jarak. Jaga jarak bisa memutus penyebaran corona. Dalilnya begitu.

Harusnya fatwa ulama menjadi suara terakhir yang harus didengarkan ummat Islam. Suara ulama adalah suara tertinggi dan paling suci. Suara ulama adalah suara Tuhan. Oleh karena itu, harusnya tidak ada lagi yang bertengkar soal fatwa. Ulama ditiru dan dipatuhi fatwahnya karena kapasitas keilmuan dan kredibilitasnya di bidang agama. Mereka itu menguasai Alquran Hadist, hafal tarikh Islam, ilmu rafsir, belajar bahasa Arab, dan seterusnya. Lha, kamu ?

Para ulama yang duduk di MUI, tentu saja bukan sembarang ulama, kapasitas dan kredibilitas keilmuan mereka tidak diragukan lagi. Butuh waktu lama utk sampai menjadi ulama. Belajar agama lewat youtube, WA dan medsos tidak akan sampai pada tangga ulama, karena di sini, di medsos banyak ajaran HOAX.

Keputusan MUI tentang sholat jumat diganti dgn sholat duhur terutama zona terpapar virus tentu bukan keputusan asal-asalan. Berbagai dalil aqli dan naqli, termasuk pertimbangan sosioculktur telah mereka pelajari secara saksama. Kalau Anda tidak meragukan keilmuawan ulama, harusnya Anda juga tidak ragu dgn fatwa ulama tentang sholat Jumat. 

Kalau saya sendiri melihat tak masalah dgn himbauan itu. Kalau dilarang sholat berjamah atau Jum'ah di masjid, kita sholat saja di rumah masing- masing secara berjama'ah. Yang menjadi masalah adalah kalau kita tdk sholat sama sekali, lalu mempersoalkan fatwah MUI. Saya yakin, jauh atau dijauhkan dari masjid utk sementara waktu, bukan berarti menjauh dari Tuhan, Ummat muslim dihimbau utk tidak sholat jum'at tentu saja karena ada sebabnya.

Saking anti-nya terhadap fatwa itu, seorang mahasiswa magister sampai mengatakan ;

"lebih baik mati di masjid daripada mati mengurung diri di rumah".

Emangnya kamu pikir mati di masjid langsung masuk syurga. Lalu bagaimana kalau org tua Anda mati saat ia sdg sujud dan berzikir di rumah, apa ia masuk neraka. Terus para dokter yg mati di rumah sakit karena virus itu masuk neraka. Itu semua adalah spekulasi manusia soal syurga dan neraka.

Sebenarnya, kalau beragama ukurannya adalah pahala, maka ada banyak sumber pahala yg bisa kita lakukan utk mengganti pahala ibadah Jum'at. Misalnya ngaji, sholat duha, puasa sunnat, tahajut dan berzikir, mengajar ngaji anak-anak dan istri-istri, dan keluarga. Itu semua punya nilai pahala dan ibadah. Jgn pernah berpikir bahwa hanya yg sholat di masjid yg masuk surga. Bahwa sholat jumat atau berjamaah di masjid itu wajib. Setuju. Di dalam kehidupan itu, ada banyak hal yg harus diperhatikan, termasuk soal kesehatan diri dan orang lain. Tidak melulu soal sholat. 

14  Abad yg lalu Nabi Muhammad wafat, ajaran- ajarannya sudah ada dan sempurna. Nabi tidak mewariskan harta, tapi ajaran dan ilmu. Tp semua ajaran itu tidak akan dipahami oleh ummat kecuali atas tinta dan peran ulama. Semua ajaran Nabi Muhammad diwariskan kepada para ulama. Tugas ulama adalah menjelaskan ajaran Nabi. Lalu kita ikuti. Ini makna ulama warasatul anbiya.

Saya tidak yakin Islam di Bima akan hancur, iman kita rusak hanya karena melaksanakan himbauan MUI. Musuh umat Islam bukan ulama, tetapi musuh kita adalah keterbelakangan, kemiskinan, moralitas anak anak muda, dll.

Kita ummat Islam, jgn pula takabur soal corona menurut ilmu kedokteran tidak ada org yg kebal terhadap virus ini. Ia bisa menginveksi siapa saja, tanpa permisi soal gama, suku, profesi apa saja, semakin tinggi tingkat keshalehan seseorang bukan berarti tdk bisa dipapar oleh virus ini.

Dalam kepustakaan medis, tak ada istilah penyakit kutukan. Apalagi kutukan yg hanya menyasar kelompok orang, budaya atau agama tertentu. Istilah kutukan itu sebuah mitos yg pernah ada di mana lalu yang bisa dipersoalkan kebenaranya secara sains modern. Mempertandingkan mitos versus logos bukan lg eranya. Era mitos sudah selesai, kita sedang menuju era rasionalitas logos. 

Mari, demi kesehatan kita lakukan tindakan priventif, ikuti saran dokter, amankan fatwa MUI.

Semoga wabah penyakit atau pandemi global coronavirus disease - Covid 19 ini segera berlalu dihadapan kita semua, dan tidak meninggalkan fitnah serta ghizwul fiqri yang berkepanjangan kepada kita semua Aamiin


*Penulis adalah Dosen STKIP 
  Kota Bima Nusa Tenggara Barat

Sholat Berjamaah dengan Shaff Distancing, Sahkah ?

Berita by Admint

Oleh KH. Dr. Muhammad Nursalim


Opini



.
.
 Fikih itu tak ada matinya. Karena ajaran agama memang shalih likulli zaman wal makan (cocok di segala waktu dan tempat). Rahasianya ada pada kaidah, tsawabit wa mutaghayirat (yang harus tetap dan yang boleh berubah).

 Shalat itu tsawabit. Selama manusia masih hidup dan memenuhi syarat ia wajib shalat. Adapun teknisnya adalah mutaghayirat. Boleh berubah. Tidak bisa berdiri boleh duduk. Tidak dapat duduk boleh berbaring. Tak bisa berbaring dengan telentang. Tak bisa telentang dengan isyarat.

 Di medan perang, malah ada ajaran shalat berjamaah yang unik. Seperti difirmankan Allah berikut:

 Dan apabila engkau berada di tengah-tengah mereka lalu engkau hendak melaksanakan shalat bersama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri bersamamu dan menyandang senjata mereka. Kemudian apabila mereka yang shalat bersamamu sujud (telah menyempurnakan satu rakaat) maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu untuk menghadapi musuh dan hendaklah datang golongan  lain yang belum shalat, lalu mereka shalat denganmu. Dan hendaklah meraka bersiap siaga dan menyandang senjata mereka. Orang-oarang kafir ingin agar kamu lengah  terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu sekaligus. Dan tidak mengapa kamu melatakkan  senjata-senjatamu jika kamu mendapat suatu kesusahan karena hujan atau sakit dan bersiap siagalah kamu. (An Nisa: 102)

 Dalam fikih, shalat yang diceritakan di atas disebut shalat khauf. Yaitu shalat dalam keadaan perang. Meskipun genting tetapi shalat tetap harus dilakukan. Teknisnya rumit, dan  jarang dipraktekkan. Yang pasti sangat berbeda dengan shalat jamaah biasa.

 Maka tatkala korona menerjang. Banyak tata cara sholat berubah. Bagi tim kesehatan yang memakai APD lengkap dan lagi berjibaku menangani pasien boleh menjamak shalat. Bahkan bila wudhu dan tayamumpun tidak mungkin dilakukan ia boleh shalat tanpa wudhu. Yang penting tetap shalat.

 Shalat jum’at boleh diganti dengan dhuhur. Dan bagi korban korona, ia haram melakukan shalat jum’at di masjid. Karena akan menulari jamaah lain. Begitu bunyi fatwa MUI no 14 tahun 2020.

 Belakangan beredar gambar dan video, shalat jamaah dengan jarak shaf antara satu jamaah dengan jamaah lain satu meter. Membuat barisan shalat dengan prinsip social distancing.

 Dalam kondisi normal, barisan shalat jamaah itu harus lurus dan rapat. Sebagaimana sabda Nabi berikut:

عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ إِقَامَةِ الصَّلاَةِ

Dari Anas ra, dari Nabi saw bersabda, “luruskan barisan kalian karena lurusnya barisan itu termasuk kesempurnaan shalat” (HR. Bukhari)

Hadis ini sering diucapkan imam sebelum memulai shalat. Beberapa jamaah ada yang menjawab, “sami’na wa atha’na”. Baru kemudian shalat jamaah dimulai.

 Ada juga hadis yang lebih rinci, seperti hadis berikut ini.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « رُصُّوا صُفُوفَكُمْ وَقَارِبُوا بَيْنَهَا وَحَاذُوا بِالأَعْنَاقِ فَوَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ إِنِّى لأَرَى الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ مِنْ خَلَلِ الصَّفِّ كَأَنَّهَا الْحَذَفُ
Dari Anas bin Malik ra, dari Rasulullah saw bersabda, “ rapatkan barisan kalian dan dekatkan antara barisan, sejajarkan leher-leher. Demi jiwaku di tangan-Nya, sunguh aku melihat setan memasuki sela-sela shaf seperti anak kambing. (HR. Abu Dawud)

 Jelas sudah. Ajaran shalat jamaah itu, barisan harus lurus dan rapat. Ini tentu dalam keadaan normal. Adapun dalam situasi sekarang ini boleh berubah. Karena khawatir tertular korona bila shalat berdekatan.

 Sebenarnya  beberapa daerah sudah boleh tidak jum’atan dan shalat jamaah. Ini bila merujuk pada fatwa MUI. Fatwa nomor 3 huruf a berbunyi begini.

 Dalam hal ia (orang sehat) berada di suatu kawasan yang potensi penularannya tinggi atau sangat tinggi berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang maka ia boleh meninggalkan shalat jum’at dan menggantinya dengan shalat dhuhur di tempat kediaman, serta meninggalkan jamaah shalat lima waktu, terawih dan ied di masjid dan tempat umum lainnya.

 Persoalannya, banyak daerah yang potensi penularannya tinggi tetapi  pihak berwenang belum mengeluarkan ketetapan. Kecuali Jakarta dan Solo. Untuk DKI, Anis Baswedan sudah mengeluarkan Seruan Gubernur dan untuk kota solo wali kota sudah menetapkan wilayahnya sebagai daerah KLB covid-19.

 Selain dua kota itu umat Islam mengalami dilema. Jika tidak berangkat shalat jamaah dan jum’at yang berwenang belum  mengeluarkan ketetapan. Sementara jika tetap shalat di masjid takut ketularan korona. Maka membuat barisan shalat yang berjarak satu meter menjadi pilihan. 

 Masalah kemudian muncul, apa boleh shaf shalat memakai social distancing seperti itu ?.  Untuk menjawab pertanyaan tersebut berikut saya kutibkan pendapat imam Nawawi dalam kitab al Majmu’.

يشترط لصحة الاقتداء علم المأموم بانتقالات الامام سواء صليا في المسجد أو في غيره أو أحدهما فيه والآخر في غيره 
Syarat sahnya berjamaah itu makmum mengetahui berubahan gerakan imam, baik itu shalat di masjid atau di tempat lain. Atau salah satu pihak ada di masjid dan yang lain di luar masjid.

 Ketika  makmum mengetahui perubahan gerakan imam, baik dengan melihat langsung, mendengar suaranya atau mengetahui dari makmum yang lain. Maka shalat jamaahnya sah. Menurut jumhur ulama jarak makmum dengan imam tidak lebih dari 300 dzira (14,4 km).

 Tidak ada syarat, sahnya shalat itu barisannya harus rapat. Seperti juga  terjadi di  masjid haram. Makmum  terpencar di  mana-mana. Di pinggir jalan, di trotoar, di depan toko bahkan di lorong-lorong yang cukup jauh dari masjid. Banyak yang membuat barisan tetapi tidak sedikit yang berdiri sendiri, karena space yang sempit.

 Walhasil, shalat dengan shaf social distancing itu sah. Tetapi memang tidak sempurna.  Sebagaimana orang yang shalat sambil duduk. Shalatnya sah walupun tidak sempurna. Soal pahala, Allah lebih tahu mana yang pantas mendapatkan balasan istimewa.

Ditulis oleh Tim Suara Cendekia.

Jumat, 27 Maret 2020

PENANGANAN STIGMA DAN HANYA ICON

Berita by admint

    Direktur Politeknik Medica Farma
          Syamsuriansyah, S.Pd.,M.Kes.

Opini

Pengaruh secara psikis yang dialami masyarakat yang terdampak mendapatkan penolakan dan perlakuan yang berbeda sehingga sulit untuk mencari pertolongan segera. Kondisi fisik mereka yang rentan ditambah beban psikis memberikan dampak pada kondisi kesehatan mental mereka hanya karena gara gara wabah suatu penyakit.


Diskriminasi semakin terasa dengan maraknya berita-berita HOAX, banyaknya para buzzer berita  yang menyebar semakin memperparah keadaan untuk menguatkan pandangan dan pikiran negatif yang diperoleh.


Bahaya dari kesehatan jiwa ini harus mendapat perhatian penuh untuk seluruh masyarakat. Peningkatan kesadaran tentang kesehatan jiwa juga harus didukung secara penuh melalui pendidikan dan penyebaran informasi melalui media sosial ataupun kampanye secara langsung. Sistem yang ada di Indonesia harus didukung dengan pelayanan yang komprehensif.


Stigma negatif harus ditangani dengan baik agar tidak menimbulkan polemik dan memberikan beban psikis bagi penerima stigma. Masyarakat harus diberikan kesadaran secara utuh meliputi kesehatan jiwa, bagaimana membangun lingkungan masyarakat yang suportif, membangun pola asuh yang tepat, dan dibutuhkan fasilitas layanan kesehatan jiwa. Hal ini sangat penting mengingat kesehatan jiwa merupakan bagian inti dalam kondisi sehat yang holistik.


Melawan stigmatisasi harus dimuai dari sendiri dan diajarkan dengan baik dalam keluarga. Mulai dari ‘positive think’ akan melahirkan pandangan untuk menyikapi hal-hal dengan perspektif yang lebih luas dan masuk akal. Mulailah dari langkah yang terkecil yaitu ‘care atau peduli’ maka jarak dengan stigma akan sangat jauh. Perhatikanlah dari kesehatan jiwamu sendiri dan orang terdekat dan segera sikapi dengan baik bila ada gejala-gejala yang mengarah ke sisi negatif.

Salam hormat
Ttd

Syamsuriansyah Sadakah

Direktur Politeknik Medica Farma Husada Mataram
kandidat Doktor  Ilmu Kesehatan Masyarakat
Universitas Hasanuddin Makassar

TPQ Al - Mubarraq : Mutiaranya Desa Bolo Madapangga

Bima, SC.News.- Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat Kecamatan Madapangga dimulai Jum’at (20/3) lalu ditutup secara resmi oleh Kepala Wilayah Kecamatan setempat, Mohammad Saleh pada Kamis malam (26/3).

Pada momentum bernuansa Islami itu, Kafilah Desa Bolo yang didominasi Santri dan Santriwati TPQ Al - Mubarak mampu menjadi jawara dan mengantar desa setempat sebagai Juara Umum dengan total medali sebanyak 20 dan rincian 10 Emas, 5 Perak dan 5 Perunggu.
Foto: Camat Madapangga Mohammad Saleh dan Kades Bolo Muhtar saat serah terima hadiah
“Prestasi tersebut tidak terlepas dari tangan dingin Pembina TPQ Al – Mubarak yakni Ustadz Ahmad Suherman, sehingga TPQ setempat patut menjadi Dewi Fortuna bagi Desa Bolo”

Salah satu orang tua Santriwati, Muhammad Khardi mengatakan, Santri dan Santriwati TPQ Al – Mubarak selalu meraih prestasi membanggakan setiap ajang STQ maupun MTQ tingkat Kecamatan Madapangga. “Bukan saja STQ di Ndano, pada MTQ di Tonda tahun sebelumnya Santri dan Santriwati TPQ Al – Mubarak membawa harum nama Desa Bolo yakni keluar sebagai Juara Umum,” ujarnya, Jum’at (27/3).

Sambung Muhammad Khardi, dirinya mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Pembina TPQ Al - Mubarak, Ustadz Ahmad Suherman beserta istrinya (Ustadzah Arafah, red). Karena berkat kesabarannya mendidik para Santri dan Santriwati sehingga tampil maksimal saat berada di mimbar tilawah,” tutur dia.

Diharapkannya, Pemerintah Desa (Pemdes) setempat dapat memperhatikan TPQ Al – Mubarak. Sehingga proses mendidik anak yang ada di desa setempat menuju generasi berkarakter akhlaqul qarimah terwujud nyata. “TPQ Al – Mubarak adalah pencetus generasi Qur’ani di Bolo dan umumnya Kecamatan Madapangga. Sehingga pantas diberikan perhatian oleh pemerintah,” pungkasnya.

Foto: Kegiatan di TPQ Al - Mubarak
Pembina TPQ Al - Mubarak, Ustadz Ahmad Suherman mengungkapkan, rasa bangga dan haru tidak dapat disembunyikan. Pasalnya, dari 21 peserta yang diutus hanya 1 orang yang tidak masuk final. “Prestasi ini tidak diraih begitu saja. Tapi peserta dikarantina untuk diberikan pembinaan ekstra. Alhasil, mereka mampu melewati dengan baik dan pada akhirnya sukses naik podium untuk menerima hadiah,” ujar Ustadz Ahmad Suherman.

Foto: Pembina TPQ Al - Mubarak Ustadz Ahmad Suherman dan Qori Internasional H. Darwis Hasibuan
Dijelaskannya, untuk memotivasi para Santri dan Santriwati, TPQ Al – Mubarak mengadakan lomba STQ tiap tahun supaya merangsang mental. Sehingga saat tampil pada STQ tingkat Kecamatan mereka tidak demam panggung atau gerogi. “Kita juga sering undang Qori Internasional hadir di TPQ. Semua itu untuk memotivasi Santri dan Santriwati,” bebernya.

Foto: Qori Internasional H. Salman Amrillah dan Qori Cilik Alam Mubarak
Pesan Ustadz Ahmad Suherman, kepada seluruh Santri dan Santriwati yang telah meraih prestasi gemilang pada hajatan STQ tahun ini tidak merasa puas dengan kesuksesan ini. Tapi harus mengasah kemampuan sehingga pada saatnya nanti mampu mengulang prestasi seperti saat ini. “Jangan bangga dulu dengan apa yang diraih saat ini. Tapi tetap ikhtiar untuk berlatih dan latih sehingga sukses meraih impian,” tutupnya.

Penulis: Tim Suara Cendekia.

FITRA Desak Pemerintah Realokasi Anggaran agar Fokus pada Dampak dan Penanganan Covid-19




shutterstock
Ilustrasi anggaran
JAKARTA, SC.news - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mendesak pemerintah segera merevisi APBN secara menyeluruh, sehubungan dengan biaya raksasa yang dibutuhkan untuk menangani dampak pandemi Covid-19 di Indonesia.
Sekretaris Jenderal FITRA, Misbah Hasan berujar, pos-pos anggaran besar di berbagai kementerian dan lembaga harus segera direalokasikan untuk penanganan dan antisipasi dampak Covid-19.
"Anggaran yang besar di kementerian dan lembaga, seperti Kemenhan, Polri, PUPR, Kementerian Agama, dapat segera direalokasi," kata Fitra melalui keterangannya pada wartawan, Jumat (27/3/2020).

"Kementerian Keuangan mesti menyisir dan merealokasi anggaran program/kegiatan yang tidak prioritas sana," imbuh dia.
Misbah memberi contoh, Kementerian Pertahanan punya pagu anggaran hingga Rp 127,4 triliun. Kementerian PUPR punya pagu anggaran hingga Rp 120,2 triliun.
Kemudian, pagu anggaran Polri mencapai Rp 90,3 triliun dan pagu anggaran Kementerian Agama tembus Rp 65,1 triliun. Semua di luar gaji pegawai.
Maka, pemerintah mesti segera merevisi APBN secara menyeluruh, baik melalui penerbitan Perppu APBN 2020 atau APBN-Perubahan 2020 yang dipercepat.
Melalui revisi anggaran itu, Misbah berpendapat, orientasi APBN berarti harus beralih dari fokus semula.
Pemerintah harus mengarahkan fokus lebih pada antisipasi ketidakpastian nasional dan global akibat pandemi Covid-19.
"Dan juga fokus untuk penguatan perlindungan sosial, termasuk pemberian BLT (bantuan langsung tunai) bagi pekerja harian dan UKM," kata dia.
"Alokasi yang sudah dianggarkan di APBN 2020 untuk Kartu Sembako itu Rp 28,1 triliun bagi 15,6 juta kelompok penerima manfaat (KPM). Ini pasti membengkak, baik anggaran yang harus disediakan maupun jumlah penerimanya, karena KPM meluas, tidak hanya masyarakat miskin saja," Misbah mengakhiri.
[Tim Suara Cendekia]

Luar Biasa, Bolo Kandaskan 10 Desa dalam ajang STQ Tk Kec Madapangga Tahun 2020

Berita by Admint.


SUARA CENDEKIA, news.- Akhirnya Desa Bolo berhasil mengkandaskan 10 (sepuluh) Desa di Madapangga dalam ajang kegiatan Seleksi Tilwatil Quran yang dihelat di Desa Ndano Kecamatan Madapangga beberapa hari yang lalu, Kafilah Desa Bolo Kecamatan Madapangga, berhasil meraih gelar juara umum pada perhelatan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) tingkat Kecamatan Madapangga, yang digelar di Desa Ndano, 20-26 Mare 2020.

STQ yang ditutup oleh Camat Madapangga Mohammad Saleh, S.sos. Map. ini juga dihadiri oleh Kapolsek madapangga, Danramil Bolo Madapangga, kepala KUA Madapangga serta para Kepala Desa (Kades) se- Kecamatan Madapangga, serta tokoh masyarakat dan undangan lainnya. (Kamis, 26/03/2020)

Perhelatan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) tingkat Kecamatan Madapangga diikuti oleh  Qori dan Qoriah 144 peserta, yang berasal dari 11 Desa di seluruh Kecamatan Madapangga. Desa Bolo berhasil keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi 20 medali, dianatarnya. 10 medali emas (juara I) 5 medali perak (juara 2) dan 5 medali perunggu (juara 3) Mereka unggul jauh dari pesaing terdekatnya Desa Tonda, dan Desa Rade.

Kepala Desa Bolo Drs, Muhtar H. Idris mengaku senang dan bangga atas pencapaian yang luar biasa telah dibuktikan oleh kafilah-kafilah terbaik yang dimiliki Desa Bolo. “Alhamdulillah Desa Bolo berhasi keluar sebagai juara umum, semoga di tahun-tahun mendatang, hal serupa juga dapat diraih para peserta, saya harap gelar juara umum ini dapat kami pertahankan," ujarnya.
“Kepada para peserta, saya sangat berterimakasih karena telah bekerja keras sehingga kita bisa meraih juara umum. Terus semangat dan jangan menyerah untuk mengharumkan nama desa Bolo, Mewakili seluruh masyarakat desa Bolo kami menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang tinggi atas prestasi yang diraih oleh Qori dan Qoriah yang di utus Desa Bolo” pungkasnya. 
(TIM SUARA CENDEKIA).

Kafilah Bolo berhasil Raih juara Umum STQ Madapangga

Berita by Admint


SUARA CENDEKIA.- Kafilah Desa Bolo Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima berhasil meraih gelar juara umum pada perhelatan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) tingkat Kecamatan Madapangga, yang digelar di Desa Ndano selama 7 hari. (Kamis 26/03/2020)
Perhelatan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) tingkat Kecamatan Madapangga yang diikuti oleh 144 Qori dan Qoriah yang berasal dari 11 Desa di seluruh Kecamatan Madapangga.
Alhasil Desa Bolo berhasil keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi 20 medali dianatarnya, 10 medali emas (juara I) 5 medali prak (jauar 2) dan 5 medali perunggu (juara 3) mereka unggul jauh dari pesaing terdekatnya Desa Tonda.
Pembina TPQ. Al-Mubarak, Ustadz Ahmad Suherman, S.Pdi, bersama istrinya Ustazah Arafah, menjelaskan, total peserta yang di utus Desa Bolo Kecamatan Madapangga sebanyak 21 orang, dari 21 orang peserta yang kami bina, hanya 1 orang yang tidak masuk final.
“ini merupakan pencapaian yang luar biasa, kami ucapkan selamat kepada peserta yang berhasil mengukir prestasi, jangan sampai puas, teruslah belajar dan belajar untuk memperispakan diri pada ifen yang lebih besar lagi” tuturnya
Sebagai Pembina, Ustadz Ahmad Suherman, S.Pdi bersama istrinya Ustazah Arafah mengaku bangga dan terharu atas pencapaian yang luar biasa telah dibuktikan oleh kafilah-kafilah terbaik yang dimiliki santiri Desa Bolo,
“kerja keras yang ditunjukan oleh santri Tpq Al-Mubarak cukup luar biasa, dimana latihan yang begitu rutin sehingga membuahkan hasil yang maksimal, yang  terpenting dari pelaksanaan STQ ini adalah tumbuhnya kesadaran dan semangat untuk mempelajari kandungan AL-Quran, karena hakekat dari kegiatan ini adalah bagaimana upaya kita mampu memahami, menghayati dan mengamalkan isi kandungannya di dalam kehidupan sehari-hari” tutupnya.(TIM).

Kades Dena, Abdul Haris : Mari Kita Tingkatkan Giat Solidaritas dan Jadikan Jum'at Bersih sebagai Kultur


Berita by Admint

  Kades Dena Abdul Haris H.Sadaqah

SUARA CENDEKIA, news.- DENA MADAPANGGA-,  Pemerintah Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima melalui Kepala Desa, Abdul Haris H. Sadaqah pagi tadi menggelar kegiatan jumat bersih mulai pukul 08.00 waktu setempat, jumat 27/3. Budaya gotong royong di Desa Dena alhamdulillah masih terjaga dengan baik begitupula dengan kekompakan dan kebersamaannya masih sangat terpelihara dengan baik adanya.

Kegiatan jumat bersih itu diawali pada Masjid Besar Baitu Syuhada dengan melibatkan berbagai pihak dibantu pengurus / panitia dan staf pemdes setempat. Kegiatan jumat bersih ini dirangkai dengan kegiatan penangkalan coronavirus disease maupun penyemprotan karpet , septictank dan rumah warga yang belum sempat terjangkau kemarin.

Bang Kumis, sapaan akrab Ompu Dena alhamdulillah memimpin langsung kegiatan tersebut hingga masuknya waktu jum'at berjamaah siang hari.
Ompu berpesan kepada seluruh warga untuk bersabar tidak panik dalam mendengar info tentang corona yang meskipun daerah kita juga masih status negatif adanya ompu mengajak warganya untuk menghadapi musibah bencana non alam, menerima kabar berita wabah bencana non alam, pandemi Covid-19 dengan bijak dewasa dan mampu mem filter dengan baik, selain itu beliau menekankan agar kita selalu mawas diri, selalu bertaqarrub ilallah, membiasakan diri untuk hidup sehat. Ditambahkannya bahwa hingga berita ini diturunkan Desa Dena Ibukota Kecamatan Madapangga berdasarkan hasil pantuannya bersama Tim Terpadu alhamdulillah masih Aman dan Terkendali dan masih biasa biasa saja di Ibukota kecamatan kami ini, tuturnya.

 Masyarakat Dena khusyu' beribadah dan menyerahkan sepenuhnya ujian dan cobaan hanya kepada Allah SWT.
             Warga tetap jalankan ibadah
                     Sholat Jum'at seperti
                                 Biasanya.

Selain itu menurut Kades yang penuh RAMAH ini kita wajib menjaga lingkungan agar tetap bersih, tidak panik, tetap stay at home, social distancing, jaga imunitas, pola makan teratur, istirahat yang cukup, dan yang lebih penting dilakukan oleh warga masyarakat saat ini adalah menghindari keramaian dan kerumunan yang melibatkan banyak orang apapun dalil dan naqlinya semua agenda mengumpulkan orang, berkerumun, berdasarkan edaran dan surat dari pemerintah itu dilarang keras, ompu sangat mengharapkan kearifan dan kelapangan dada jiwa dan hati rakyatnya karena virus mematikan ini ter transfer melalui saling interaksi antara satu dengan yanv lain dan selalulah berdoa pada Allah SWT agar wabah corona ini segera hilang pandemi ini dari muka bumi kita dan mudah mudahan dijauhkan dari desa dan daerah kita tercinta ini, pungkas Abdul Haris. (SC.news).