Cari Blog Ini

Senin, 23 Maret 2020

Antisipasi Covid-19, Pemdes Leu Semprot Semprot Rumah Warga Hingga Kedalam Kamar dan Dapur


Kabupaten Bima, Suara Cendekia.- Meski masih negatif penyebaran Covid-19, Pemerintah Desa Leu Kecamatan Bolo melakukan penyemprotan di lingkungan dan rumah - rumah warga desa setempat, Senin (23/3).


Sekertaris Desa Leu Syam Ilyas mengatakan penyemprotan itu melibatkan 10 orang personil. Selain dari Pemdes  dan BPD setempat, pihaknya juga dibantu oleh Puskesmas Bolo, Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

" Ini adalah bagian dari upaya kami menangkal sedari awal sebelum positif terpapar COVID19," ujarnya.

Kata beliau, kegiatan ini akan dilaksanakan selama 2 hari. Mulai hari ini hingga besok, Selasa (24/3) dengan personil yang akan bertambah.

" Hari ini baru separuh. Kami akan selesaikan besok, " katanya.

Ia membeberkan, penyemprotan tidak saja dilakukan di lingkungan atau rumah saja. Tapi lebih dari itu pihaknya bahkan menyemprot di dalam kamar dan tempat tidur hingga dapur para warga.

Kegiatan itu sambungnya, menggunakan anggaran tidak terduga dana desa tahap pertama tahun 2020.

Ia menghimbau kepada seluruh warga desa setempat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan pola hidup sehat. Ikuti arahan dan himbauan pemerintah, serta sering-sering mencuci tangan dengan sabun.

"Ayo sama-sama kita lawan Corona Viruses Diseased -COVID19 ini," ajaknya.


(SuaraCendekia)

Ketua DPD FGII Minta Semua Pihak Terutama PEMKOT/PEMDA Segera Ambil Tindakan Nyata, Konkrit dan Terstruktur Atasi COVID-19, Jangan Banyak Bicara.

Berita by admint

Bima, Suara Cendekia.
Penanganan Corona Viruses Disease (COVID-19) khususnya diberbagai daerah belum terpadu dan terpantau masih saling berjalan sendiri sendiri tidak ada solusi melainkan hanya saling mengeluarkan surat himbauan dan edaran di ruang publik. Masih dalam tataran retorika semua belum sungguh sungguh dan terkesan hanya menampakkan pintar bicara saja bukan kerja nyata aksi nyata dan sangat kurang itu.

" Di Kota Bima misalnya masa darurat Covid diperpanjang hingga 91 hari dari sekarang saya dapat info. Terus kalau sampai 5 (lima) haripun rakyatnya bisa dapat apa, coba? Kemudian Kabupaten Bima baru tadi dia Rakor itu pun masih wacana, apakah ini bukan das sein das sollen? Ungkap Alumni Kebijakan Publik UWP Jatim itu pada SC News.

Selain itu, katanya nukman, kita belum melihat sejauh ini para elit kita mengambil tindakan nyata di lapangan dengan menyemprotkan disinfektan mumpung masih negatif, membagi masker, membagi hand sanitizer, melakukan fogging, hingga membuat posko darurat corona justru yang saya lihat ini saling pandai dan pintar berdebat, saling pintar bicara dan saling melempar opini ke publik , saling populis di media dan saling carimuka di media massa baik cetak maupun elektronik. Coba bangun atau bikin posko yang menghimpun soal corona hingga tingkat lurah dan jadikan kantor lurah itu sebagaj posko kalau gak mau ribet.

Nukman menambahkan saya lihat ini sifatnya perintah semua, kontribusi langsung yang bisa memberikan keringanan pada warga ditengah krisis itu yangg ditunggu. Surat-surat itu memang pekerjaan gampang. Siapa juga bisa. Perintahkan dinas terkait untuk sediakan tlp on call corona,  sediakan tempat alternatif pelayanan kesehatan warga untuk.pemeriksaan gratis, bagi keluarga yang sakit beri subsidi bantuan langsung tunai. Ini hemat saya kerja.. kalo suruh ini suruh itu..ya... biasa sj itu! Selain itu alihkan anggaran khusus penanganan ini segera kerja keras dan cerdas bangun sinergitas multi pihak bukan hanya rapat baru rapat dan edaran edaran doank, ini kita tengah menghadapi bukan mendeteksi, harus ada langkah langkah konkrit dong bukan malah bicara terus, dinas kesehatan kenapa diam, bagian keuangan daerah kenapa membisu, bantu rakyat keluar dari himpitan wabah corona.

Pemerintah harus bangun kerjasama dengan multi fihak atasi corona kalau daerah punya uang, maka fihak lain tenaganya, daerah gelontorkan dana buat itu bukan malah melarang saja atau membuat surat himbauan namun nihil tindakan itu sama saja dengan membunuh rakyat secara tidak langsung, kalau rakyat sudah dilarang keluar maka resikonya akan ada terhadap keluarganya mau kasi makan apa keluarganya makanya disitu juga harus dipikirkan oleh pemda dan pemerintah, makanya fikirkan nasibnya dan siasatilah keadaan secara seksama bijak dan dewasa. Harusnya Gubernur NTB belajar dari Pemprop DKI bagaimana bang Anis Baswedan mengatasi corona yang positif, ini kita masih negative konsentrasinya sudah saling kocar kacir, gagal fokus dan saling pintar bicara malah lamban bersikap justru yang ada sekarang blunder. Kenapa blunder ? Masih negative tapi tidak ada upaya sungguh sungguh pihak terkait seperti PKM setempat dibawah instruksi Dinkes melakukan tindakan ini itu bahkan APD ,  Masker dll yang penting untuk dokter dan perawat di Puskesmas seluruh wilayah nggak ada stocknya, terus kalau nanti statusnya udah posituf mau atasi dengan apa, ayo.

Nukman juga meminta semua pihak untuk kasihan pada rakyat saat ini dengan tidak lagi membahas politik dan kepentingan ditengah situasi dan kondisi negara bangsa dan daerah yang lagi dilanda wabah dan ujian Allah SWT, mari kita fokus atasi penyalit yang mematikan ini demgan sungguh sungguh, Siapkan segala hal untuk atasi corona termasuk bantuan langsung tunaj bagi rakyat yang tidak bisa keluar mencari nafkah dan itu disisipkan dari anggaran yang ada jika tidak begitu sangat sulit apalagi negara kita dalam keadaan begini, lemboade pemkot dan pemda karena birokrasilah rakyat menaruh harapan pungkasnya. [SC.News]

Bupati Bima, Hj.Indah Dhamayanti Putri, S.E., Pantau Proyek GOR Panda dan Minta Kerjakan Tepat Waktu.


BIMA, SCNews - Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, memantau pembangunan Gelanggang Olah Raga (GOR)  tipe B, di Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Senin 23 Maret 2020, pagi.

Saat kunjungan, Bupati didampingi Kabid Pendidikan Non Formal Pemuda dan Olah Raga (PNFPO) Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima Drs.Chairunnas, M.Pd., dan dilakukan orang nomor satu di Kabupaten Bima itu sebelum menghadiri Paripurna di Gedung Dewan.

Tiba dilokasi, Bupati Umi Dinda memantau dan melihat langsung pengerjaan proyek senilai Rp 14 Miliar tersebut.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Bima, 
M Chandra Kusuma Ap, mengatakan, Bupati berharap pembangunan GOR tersebut bisa diselesaikan tepat waktu dan pekerjaannya sesuai bestek serta bisa digunakan secepatnya.

‘’Bupati meminta agar  memprioritaskan ruang kantor dan administrasi agar bisa digunakan secara maksimal, jangan sampai ada ketinggalan harus sesuai RAB,’’kata Bupati, dikutip Kabag Prokopim, Senin.

Kemudian, kata Bupati, dilanjutkan dengan kamar mandi, ruang ganti atlit  serta Perpustkaan.

Hingga kini, Progress Pembangunan GOR sudah mencapai Sembilan puluh persen. Mega proyek itu sendiri telah disetujui oleh Kementerian Pendidikan Pemuda dan Olahraga RI. Direncanakan GOR tersebut akan digunakan sebagai pusat pembinaan beberapa Cabang Olahraga indoor. 

“Pembangunan GOR itu senilai Rp. 14 M. Dibagi 4 (empat) item pekerjaan yaitu, Konsultan Pengawas, Konsultan Perencana, Peralatan Olahraga  dan Pekerjaan Fisik,’’lanjut Chandra.

Sekjen DPD FGII NTB, Moh.Hirwan : Jangan Sampai Gara Gara Corona Semua Agenda Penting Ikut Terbengkalai


Lombok Timur, Suara Cendekia.-
Sekertaris Jenderal Organisasi Profesi DPD FGII NTB, Mochammad Hirwan sangat merisaukan kondisi birokrasi akhir ini di NTB terutama di daerah - daerah, karena dampak dari adanya wabah global maupun dinamika finamika lainnya. Kekhawatiran itu sangat beralasan karena daerah sangat sedikit bahkan nihil kontrol dan pengawasan lembaga lembaga terkait. 

Sekjend DPD FGII NTB, ini juga memberikan sebuah ilustrasi di Pemkab Lotim hingga Kabupaten Bima kondisinya hampir sama dimana Kepala Daerahnya mengeluarkan larangan warga masyarakatnya untuk keluar rumah, mengadakan perkumpulan, dan lain dan sebagainya melalui  surat edaran dan himbauan namun disisi lain pemerintahnya yang melanggar atau bupatinya yang melanggar. " jadi kita bingung dengan situasi ini, disatu sisi corona ini mau dibasmi disisi lain Bupatinya masih tidak taat azas akan himbauan yang dikeluarkannya, sebenarnya daerah kita dominan masih negatif belum positif Corona tetapi hingar bingarnya udah luarbiasa bahkan udah pada keteteran hingga banyak yang tercecer agenda agenda penting itu, padahal masih negatif seperti lotim, loteng, lobar hingga sumbawa, katanya.

Selain itu dirinya sangat mengharapkan sikap konsisten pemerintah terutama kepala kepala daerah di NTB untuk sama sama dengan Bapak Gubernur NTB bersikap tegas dan konsisten jangan plin plan, selain itu hirwan menambahkan agar semua stakeholders memantau kebijakan publik selama pandemi covid ini diberlakukan, jangan sampai ada istilahnya aji mumpung. Ketika ditanya apa maksud aji mumpung itu, Sekjen DPD FGII NTB ini menjelaskan bahwa aji mumpung itu bisa banyak hal misal menggunakan kesempatan dalam kesempitan, dicontohkannya misalnya ada agenda agenda birokrasi yang sangat penting seperti Musrenbangda ditiadakan dengan dalih corona sementara kegiatan Rakor yang melibatkan multipihak untuk penanganan suatu wabah digelar, nah inikan lucu, kenapa agenda musrenbangda di cancel dan ditiadakan sementara rakor, paripurna dan lain lainnya yang nggak perlu bisa terlaksana ditengah merebaknya wabah corona, selain itu banyak hal hal lainnya makanya kita harus mengetatkan pengawasan kebijakan publik jangan sampai birokrasi terus menipu rakyat dengan dalih, alibi dan kamuflase tertentu dibalik bencana, pungkas Sekjen.[SC.News]

PEMKAB BIMA GELAR RAKOR, ANTISIPASI COVID-19

Berita by admint.
Bima – Suara Cendekia,  Mengantisipasi meluasnya wabah penyakit Corona Virus Desease (COVID-19) di seluruh wilayah kecamatan, Pemerintah Kabupaten Bima  yang dipimpin Sekda, Senin (23/3) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pembentukan Gugus Tugas Bencana Non Alam Covid 19 Tingkat Kabupaten Bima di Ruang Rapat Kantor Bupati Bima.
Pada Rakor yang diikuti TNI/Polri, Instansi vertikal, kepala perangkat daerah, para camat dan organisasi profesi terkait tersebut     Sekretaris Daerah Drs. H.M Taufik HAK, M.Si yang memimpin rapat mengemukakan bahwa Berdasarkan hasil pengamatan virus karena telah berdampak pada aspek bidang kehidupan sosial masyarakat.
“Meskipun Bima bukan saat ini masih negatif Virus COVID-19, dengan melihat adanya peningkatan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang sudah menyebar ke sepuluh kecamatan,  penyebaran wabah penyakit ini tidak boleh dianggap main-main”. Karena itu semua pihak terkait  harus secara sungguh-sungguh  mengatasinya”. Tegas Sekda.
Agar pelaksanaan Gugus Tugas yang dibentuk ini berjalan efektif, maka  koordinasi memegang peranan penting di dalamnya.
Langkah-langkah pengetatan pengawasan pada titik masuk baik Bandar Udara, Terminal, Pelabuhan laut dan penyeberangan oleh unit kerja terkait harus segera dilakukan. Camat Sape, pihak ASDP, Bandar Udara Penyeberangan dan Kadis Perhubungan berkordinasi aktif melakukan pemeriksaan secara ketat penumpang darat, laut dan udara”. Terang Sekda yang didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Bima Aris Munandar ST., MT.
Rapat tersebut menghasilkan sejumlah point yang mulai dijabarkan tanggal 24 Maret 2020 antara lain kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tentang COVID dilaksanakan oleh seluruh Puskesmas.
Penyemprotan disinfektan pada wilayah kecamatan dan yang dititikberatkan pada area publik seperti pasar dan terminal.
Pembentukan Call Center untuk menangani lalulintas informasi dan koordinsi lintas sektoral di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa  dibawah koordinasi Dinas Kominfostik dan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda.(SC.News).

Minggu, 22 Maret 2020

Polsek Madapangga, IPTU Rusdin Langsung Action di Lapangan Taati Himbauan Kapolres Bima.

Foto. Ilustrasi

Berita by Admint.

BIMA, Suara Cendekia News - Personel Polsek Madapamgga melaksanakan patroli pagi hingga siang hari menindaklanjuti himbauan Kapolres Bima yang telah dikeluarkan pagi tadi dalam rangka Menangkal meluasnya serta mewabahnya penyakit Corona atau Covid Viruses Disease 2019 (COVID-19), 23 Maret 2020.

Sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, personel Polsek Madapangga melaksanakan patroli di pagi hingga siang hari. Pantauan Suara Cendekia mulai pagi pukul 07.00 Kapolsek Madapangga beserta jajarannya mengedukasi warga pakai corong dan megaphone keliling desa se Kecamatan Madapangga.

Empat anggota Polsek Madapangga yang di pimpin IPTU Rusdin menggunakan mobil Patroli melaksanakan patroli dengan sasaran Cabang Dena, Permandian Madapangga, Cabang Monggo, Cabang Kampila, PT SUL, Gudang GSP Bulog, Cabang Bolo dan 11 Desa mulai dari Dena hingga Campa.

“Patroli pagi hingga siang hari ini untuk mengedukasi warga guna semakin meningkatkan kewaspadaan atas penyakit global yang sangat mematikan ini dan sangat begitu cepat penularannya sementara masyarakat belum banyak begitu tau” ungkap Kapolsek Madapangga IPTU Rusdin.

Ia menjelaskan, hadirnya personel Polri di tengah-tengah kegiatan masyarakat diharapkan mampu mencerahkan dan mem follow up himbauan Kapolres Bima.

“Kami akan terus meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat melalui peningkatan kegiatan patroli di pagi hingga siang hari dalam rangka membantu pemerintah meng edukasi warga masyarakat jangan sampai COVID 19 meluas dan blunder guna terwujudnya situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Madapangga agar tetap steril dan sehat, intinya kami tidak ingin ada keluarga Madapangga terpapar corona dan meminta semua pihak untuk menaati himbauan Kapolri hingga Polres Kabupaten Bima terutama tidak melakukan kegiatan mengumpulkan warga dan tidak membuat keramaian (Social Distancing) dan meminta kesadaran semua pihak untuk saling menjaga kenyamanan bersosial” pungkasnya.

[SC News]

Kapolres Kabupaten Bima, Keluarkan Himbauan Tangkal COVID-19 di Dana Mbojo


Berita by admint.

Bima, Suara Cendekia.News.
Menyikapi merebaknya Corona Viruses Disease 2019 atau yang akrab disapa COVID-19, Kapolres Kabupaten Bima, Ajun Komisaris Besar Polisi Gunawan Tri Hatmoyo, Sarjana Ilmu Kepolisian tidak tinggal diam, beliau bersama jajarannya di Markas Besar Kepolisian Resort Kabupaten Bima hari ini Senin, 23 Maret 2020 mengeluarkan himbauan kepada masyarakat Kabupaten Bima.

Melalui Akun pribadi beliau, Suara Cendekia.news sangat apresiasi dan berdasarkan pantauan media langkah Bapak muda yang baik hati serta penuh dedikasi ini sangat cerdas dan brilliant memanfaatkan media sosial untuk melakukan sosialisasi dan penyebaran informasi yang cepat karena beliau telah mampu memanfaatkannya secara maksimal untuk kemaslahatan ummat.

Berikut himbauan Kapolres Kabupaten Bima kepada warga

1. Agar tetap tenang, jangan resah dan
    Tidak menyebarkan berita yang blm
    Tentu kebenarannya.
2. Masyarakat dihimbau untuk tetap
    Melakukan prilaku hidup bersih dan
    Sehat yaitu dengan melakukan cuci
    Tangan sebelum dan sesudah melak
    Melakukan aktifitas.
3. Jaga Kesehatan dengan banyak 
    Mengkonsumsi buah dan sayuran
4. Kalau sakit segera periksa ke dokter
5. Masyarakat menahan diri untuk ke  tempat umum dan tempat keramaian kecuali untuk keperluan yang mendesak.

Mari kita bantu Bapak Kapolres Kabupaten Bima dan mari kita tetap konsisten, komitmen dan konsekuen untuk tetap membudayakan pola hidup sehat, pola ber sosial sehat dan pola pola lainnya yang menjamin kehidupan kita semakin baik, pungkasnya melalui whatsapp. [SC.News]





Gubernur NTB, Dr.Zulkiflimansyah: Serius, Tangani COVID-19 Di Bumi Gora hingga Tuntas.

Gubernur NTB DR.Zulkiflimansyah,SE.,M.Sc.

Berita by admint.
Mataram,-  Suara Cendekia.News
Upaya menangkal Corona Viruses Disease (Covid-19) Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr.Zulkiflimansyah, SE., M.Sc. tidak tinggal diam, beliau bergerak bersama staf dan jajarannya pada Pemprov NTB untuk melakukan berbagai cara dan gebrakan cerdas diantaranya mengeluarkan edaran, melakukan aksi aksi penanganan dan pencegahan, melakukan social distancing, hingga menutup tempat tempat hiburan malam.

Beberapa hari yang lalu Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE.,M.Sc bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Si. dan Ketua DPRD NTB dan Sekda baru saja selesai menggelar rapat dengan para bupati/walikota se-NTB. Termasuk dengan anggota Forkopimda dan Kepala OPD tingkat Provinsi NTB.

Ada sejumlah keputusan yang diambil Gubernur yang disetujui oleh para bupati/walikota dan seluruh peserta rapat. Yaitu:
1. Meliburkan seluruh siswa semua tingkatan selama 14 hari. Kecuali bagi siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional

2. Menutup sementara akses pintu masuk wisatawan di Tiga Gili di Kabupaten Lombok Utara selama 14 hari. Yaitu Gili Trawangan, Gili air dan Gili Meno. Termasuk sejumlah Gili yang dijadikan akses wisatawan luar negeri.

3. Pemerintah akan makin memperkuat dan memperketat pemeriksaan di Bandara dan Pelabuhan

4. Menyiapkan fasilitas seperti cairan disinfektan atau handsanitaiser, di fasilitasi umum, termasuk tempat ibadah.

5. Menghimbau masyarakat untuk menghindari kegiatan di tempat keramaian.

6. Melarang seluruh pejabat dan ASN di lingkungan pemerintah provinsi NTB untuk melakukan perjalanan dinas keluar daerah dan luar negeri.

7. Semua kabupaten/kota se-NTB sudah siap melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Ketujuh poin tersebut merupakan ketegasan sikap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam melawan
COVID-19 yang sangat membahayakan dan cukup mematikan.


Pantauan terakhir Suara Cendekia Bang Zul sapaan Gubernur NTB mengeluarkan lagi ketegasan sikapnya dalam menangkal virus global tersebut melalui saluran whatsappnya, Berikut kutipan surat tersebut.

“Mencermati dinamika penyebaran Corona Virus Desease (Covid) 19 di provinsi NTB,  melalui surat ini disampaikan hal-hal sbb. 

1. Diminta kepada Bupati/Walikota menutup sementara tempat hiburan malam yang dikelola pemerintah, Pemerintah daerah, Swasta, desa wisata dan masyarakat.

2. Penutupan sementara tempat hiburan di atas, terhitung tanggal 23 Maret 2020 sampai batas waktu yang tidak ditentukan dan bersifat sementara sewaktu-waktu dapat dievaluasi sesuai perkembangan.

3. Pemberlakuan penutupan sementara, tempat hiburan agar dilaksanakan sebaik-baiknya.
Ini merupakan kali kedua beliau memberikan dan mengeluarkan sikap tegasnya kepada publik, mudah mudahan bermanfaat untuk kita semua.


(SC.News)




Profil Bina Insan Cendekia Kabupaten Bima



BIMA, Suara Cendekia.News,-
Sekilas Mengenai Bina Insan Cendekia Bima ( YBIC ).
Lembaga ini berdiri berawal dari keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi daerah ini dan berkontribusi aktif dalam proses pengembangan NTB menuju kegemilangan dan kejayaannya. Dari sinilah kemudian tercetus " Bina Insan Cendekia" atau disingkat "YBIC" lembaga pengkaji dan peng analisis apa saja potensi potensi yang patut dikembangkan di Kabupaten Bima atau yang tersebar di 18 Kecamatan mulai dari Langgudu, Parado, Woha, Monta, Belo, Palibelo, Wera, Ambalawi, Wawo, Lambitu, Donggo, Soromandi, Sanggar, Tambora, Madapangga dan Bolo khususnya.

Bina Insan Cendekia, didirikan dengan sebuah akte notaris Sodikin Andaya,S.H. nomor 72 tertanggal 20 januari 2004, yang bertepatan dengan hari kebebasan berserikat dan berkumpul sedunia oleh para intelektual muda, cerdas, energik dan kreatif yang mempunyai latar belakang yang beragam mulai dari penggiat, aktifist, pengajar, tokoh pemuda, peneliti, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lainnya.


Visinya
Berkarya harmonis mengabdi untuk semua berlandaskan Iman taqwa dan ilmu pengetahuan tekhnologi dengan indikator sebagai berikut:
©Selalu dalam kegiatam pemberdayaan masyarakat
©Selalu dalam peningkatan dan penguatan kapasitas sosial
©Selalu dalam kegiatan keagamaan dan kerukunan sosial
© Memiliki binaan sosial yang partisipatif dan tercerahkan
©Mendapat basis serta dukungan riil dari akar rumput.

Misinya
Tentu saja berpijak pada visi diatas :
√ Melaksanakan pencerahan sosmasy secara efektif, efisien dan berkesinambungan.
√Menumbuhkan semangat kekeluargaan dan kebersamaan yang kualitatif secara intensif kepada seluruh warga binaan di masyarakat
√ Mendorong dan membantu setiap masyarakat kurang mampu, menengah kebawah, dan termarginalkan untuk bangkit dan maju mengenali potensi dirinya
√ Menumbuhkan dan memperkuat kapasitas kemandirian sosial menuju masyarakat madani yang semakin kompetitif dan tercerahkan
√Menguatkan kapasitas grassroots dalam melakukan aktifitas usaha dan pencaharian.

Tiga Pilar Aktivitas Bina Insan Cendekia
1. Menyelenggarakan kegiatan" studi, penelitian dan kajian dgn menerapkan studi ilmiah, keilmuan yg tinggi dan independen.
2. Membangun pusat data dan informasi serta mengolahnya menjadi pengetahuan yang komprehensif.
3. Pengembangan dan pengolahan sumber daya manusia strategis untuk meningkatkan kemampuan institusi dalam melakukan studi dan riset pengembangan dan pemberdayaan.

Kegiatan Bina Insan Cendekia
Dengan tiga pilar aktifitas yang telah terumuskan dengan rapi, maka Bina Insan Cendekia menerjemahkannya menjadi tiga fokus kegiatan, yaitu:
1. Melakukan penguatan kapasitas dalam life skills, kelompok usaha dan pencerahan sosial.
2. Menguatkan kapasitas pembuat kebijakan dalam perumusannya.
3. Pengembangan sumber daya manusia (Human Resource) strategis yang mempunyai kapasitas yang mumpuni untuk menjawab kebutuhan lapangan.

Pengalaman Bina Insan Cendekia
Bina Insan Cendekia Bima sebagai sebuah lembaga sosial edukasi penguatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat sekaligus lembaga studi dan pengembangan telah mempunyai berbagai pengalaman dalam melakukan pendampingan dan pengembangan masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Bolo, Soromandi, Donggo, Madapangga, Sanggar dan Tambora. Beberapa pengalaman bina insan cendekia itu antara lain:
1. Melakukan Seminar dan diklat maupun bimtek hal hal yg bersifat teknis dan prosedural operasional.
2. Penguatan life skills and soft skills peserta didik maupun lanjut usia.
3. Penguatan peran perempuan dalam Woman Trafficking maupun KDRT.
4. Pendampingan Sosial dan edukasi massive.
5. Indoktrinasi dan penangangan bencana alam bagi kaum terdampak.
6. Membangun dan menjalin kemitraan antar organisasi.
7. Melakukan advokasi dan interogasi khusus bagi yang terdzolimi sosial.
8. Distribusi sosial
9. Kegiatan ekstra sosial dan edukasi

Badan Pengurus Bina Insan Cendekia
Ketua              : Nurwahidah
Wakil Ketua  : Harisuddin
Sekertaris      : Syarifudin
Bendahara    : Annisaturrahmah
DIVISI - DIVISI
Pemberdayaan Penguatan Kapasitas
Hubungan Sosial dan Soskesmas
Advokasi dan Investigasi
Edukasi dan Pencerahan

Sekretariat Bina Insan Cendekia
Dengan idealisme untuk mewujudkan Bina Insan Cemdekia sebagai basis kegiatan maka kami memilih lokasi sekertariat di dua tempat yakni Kecamatan Madapangga dan Kecamatan Palibelo.
Untuk di Kecamatan Madapangga
Jl. Lintas Dena Monggo
     RT 09 RW 02 No. 5 Desa Dena
     Kec. Madapangga Kab. Bima

Untuk di Kecamatan Palibelo
Jl.Lintas Panda RT 13 RW 003 Desa Panda Kec. Palibelo Kab. Bima.
Demikian sekilas profil kami, semoga bermanfaat. Aamiin.





Komunikasi politik gagal, omongan pejabat negeri memanen kontroversi.


Opini

Komunikasi politik gagal, omongan pejabat negeri memanen kontroversi.
Oleh. Alfi Syahrin, M.Si.*

  Di tengah arus demokratisasi dan keterbukaan saat ini, komunikasi politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi semakin penting. Hubungan antara  
       pemerintah dan rakyat dan sebaliknya memerlukan komunikasi politik yang inovatif, efektif dan solutif agar tidak terjadi penyesatan informasi dan manipulasi kebenaran informasi. Sayangnya Akhir_akhir ini suasana batin publik banyak diusik oleh hiruk pikuk dan lalu lalang arus distribusi informasi yang cenderung kehilangan validitas, baik dari segi konten, konteks maupun substansi. 
      Pejabat publik yang merupakan representasi kekuasaan sepertinya tidak solid dan memiliki cukup kapasitas dan integritas untuk  membangun kepercayaan publik atas kebenaran informasi dan pesan yang disampaikan.
   Salah satu contoh misalnya perseturuan Menkopolkam dan menteri agama soal (SKT) ormas FPI yang hingga kini masih diperdebatkan secara kontroversial. Demikian juga dengan isu dan gagasan populis presiden soal kartu pra_kerja, pemindahan ibu kota, mobil SMK, pengangkatan tenaga honorer, solusi kerusuhan Papua, BPJS, soal hutang luar negeri, tax amnesti, celana cingkrang dan  yang fenomenal tentu  soal penanganan virus corrona(covid 19) yang cenderung ditutup_tutupi pemerintah.
     Penjelasan, klarifikasi dan konfirmasi yang diucapkan oleh pemerintah tidak cukup memuaskan dahaga publik. Sebaran informasi yang simpang siur  dan diragukan kebenaran otentiknya baik yang bersumber langsung dari otoritas pemerintah maupun yang diperoleh publik melalui bacaan di media sosial.  Secara antropologis wajar menimbulkan kecemasan, ketakutan dan teror psikologis. publik menjadi sulit percaya kepada pemerintah.
    saya melihat kekuasaan gagal merancang model komunikasi politik yang aspiratif  dan berintegritas sehingga koheren dengan ekspektasi publik. Padahal di negara demokrasi peran komunikasi politik sangat strategis juga vital untuk menghindari distorsi kepentingan kekuasaan dan mereduksi kebingungan publik.
      Saya menyimak secara kritis dua periode kekuasaan nasional kita. Pejabat negara sepertinya sangat amatir dan gagap mengemas dan mengelola pesan informasi publik yang estetik juga kredibel. Kompatriot presiden seperti Moeldoko, Luhut Panjaitan dan Ali Ngabalin  sering menyampaikan komunikasi politik yg mewakili cara pandang, perasan dan sikap pribadi daripada mewakili otoritas negara dalam mengkomunikasikan soal progres dan sengkarut masalah kekuasaan negara.
   Pernyataan satu penjabat dengan yang lain tidak koresponden dan kohesif dengan realitas objektif yg terjadi. Akibatnya sering diralat dan dikoreksi. Secara teoritis penyataan yg dikoreksi menunjukan ketidakcakapan, ketidakmatangan dan kekeliruan dalam mengorganisasikan isi pesan.
     Komunikasi politik yang gagal akan mereproduksi persepsi dan opini publik yang buruk terhadap tubuh kekuasaan secara komprehensif. Sehingga publik kehilangan kepercayaan dan legitimasi pada pemerintah. Akibatnya setiap informasi yg bersumber dari negara diragukan kebenaranya oleh masyarakat. 
    Krisis kepercayaan publik pada negara semakin terlihat meluas. Tidak jarang gagasan kepala negara, inovasi dan kebijakan lebih banyak diragukan daripada dipercayai. Beberapa kebijakan seperti kartu_kartu sakti presiden malah jadi olokan dan lelucon. Publik membutuhkan kredibilitas dan kompetensi penyelenggara negara yang jujur dan tidak menyalahi komitmen. 
       Separuh kekuasaan kita disibukkan oleh polemik dan kontroversi dari soal reklamasi pantai Jakarta, politik identitas Anis_Ahok  berlanjut hingga  pilpres. Negara belum mampu berfungsi maksimal menjadi rumah bersama, tujuan bersama dan kepentingan bersama. 
    Komunikasi politik negara dan masyarakat masih dibangun dalam relasi yg hegemonik, streotipe dan prasangka. Akibatnya suara_suara kritis dibekukan dengan represi, rasionalitas publik dibungkam dengan regulasi subversif, protes dicurigai sebagai tindakan makar.  
     Oleh karena itu, kita butuh komunikator politik negara yang handal yg Menyajikan informasi yang jelas, benar dan akurat. Sehingga siapa mengatakan apa, dimana, kepada siapa dan efek apa yang ingin negara bentuk, disampaikan oleh orang yg tepat.

*Penulis. Kandidat Doktor UNHAS.

Sabtu, 21 Maret 2020

Hitam Putih Prestasi dan Legacy (warisan) para Bupati Bima.

OPINI

Hitam Putih Prestasi dan Legacy (warisan) para Bupati Bima.
       Oleh. Alvi Syahrin, M.Si.*

Tidak ada kekuasaan yang benar_benar sempurna. Ideologi apapun selalu gagal menghadirkan realitas utopis yang dituju manusia. Monarki misalnya identik dengan oligarki, fasisme memicu totalitarianisme, komunisme  menjadi musuh agama dan theokrasi mendorong fatalisme bahkan dalam praktek kekuasaan yang demokratis pun menjadi pemicu terjadinya diskriminasi dan Borjuisme-kapitalis.
    Oleh karena itu kekuasaan dan penguasa selalu punya sisi gelap dan  terang dalam prakteknya. Idealitas kekuasaan mungkin hanya ada sebagai cita_cita dan fantasi imajinasi dalam angan fikir kognitif bukan dalam realitas empiris.
       Kekuasaan sepertinya mengalami anomali dari yang harusnya terjadi dan diinginkan publik. Reformasi politik tidak menyegerakan perbaikan kualitas penguasa, otonomi daerah tidak menjadi solusi ketimpangan sosial ekonomi bahkan pilkada langsung tidak menjadi solusi bagi akselerasi pembangunan. Akibatnya kutukan publik pada kekuasaan tak kunjung berhenti.
     Sirkulasi kekuasaan politik di Bima sejak era sultan Abdul Kahir hingga Bupati Indah Damayanti Putri. Mengisahkan banyak cerita, kesan, prestasi dan juga catatan kritis publik. Sultan Abdul Kahir mungkin yang paling melegenda. Dikenal sebagai bupati yang pemberani, dermawan, dan raja yang kebal dan sakti mandraguna(bisa ro guna). Dia melegenda tidak saja dalam mitos melainkan juga dalam realitas.
    Sayangnya kontribusi dan peran historisnya di masa lalu sebagai sultan Bima tidak luput dari kritik tajam publik. Termasuk gagalnya menjadi salah satu pahlawan nasional.
   Ingatan publik di Bima  tidak terlalu baik dari sudut pandang historis dan kultural terutama dalam merekam, mengapresiasi, dan mengenang romantisme kekuasaan dan dinamika politik lokal. Misalnya  banyak kisah dari bupati_bupati import yang pernah berkuasa di Bima seperti Letkol Suharmadji, M.Tohir, Umar Haroen, Halim Jafar, Adi Haryanto.
       Bupati_bupati ini dikenal masyarakat sebagai figur hebat dalam membudayakan kedisiplinan, koordinasi dan konsolidasi birokrasi. meskipun, elitis dalam membangun relasi dan komunikasi sosial dengan publik. Jarang ada cerita buruk tentang korupsi, gratifikasi dan nepotisme dalam pusaran kekuasaannya.  Tidak ada isu jual beli jabatan, mutasi kr dendam politik, akomodasi penjabat tanpa kompetensi apalagi fee proyek tanpa proses transparansi yang menuai kontroversi.
     Mereka bupati yang profesional dan memiliki integritas tinggi. kredibilitasnya mumpuni, reputasinya teruji dan memperoleh cukup prestasi sebagai kepala daerah. Kebijakannya dipatuhi publik, kata2nya dipercaya dan tentu saja jarang dihujat dan ditagih janji politiknya.
     Sebagai penguasa mereka meninggalkan banyak warisan berupa ketegasan, integritas, dan akuntabilitas kekuasaan yang baik karena itu nyaris tanpa  cela dan catatan buruk yang berarti. Hanya Bupati Suharmadji yang  pernah terlibat konflik sengit dalam peristiwa 1972 dengan masyarakat Donggo karena dianggap diskriminatif dalam pengaturan distribusi  pembangunan.
     Situasi politik di masa bupati dari kalangan tentara cenderung lebih stabil, tekanan politik berkurang, publik tidak depresi karena bupati tidak suka ingkar. Mereka bupati yang otentik tidak suka poles diri dengan menjual citra.
     Sehingga tidak ada pisang yang ditanam di tengah jln kr protes, tidak ada hadangan dalam kunjungan kerja, dan caci maki publik pada bupati. Kepala daerah dahulu adalah aktor yang kompeten. Kreatif membuka dialog, cerdik mengatur emosi massa, dan produktif dalam berkuasa.
      Era kepemimpinan bupati dengan latar belakang militer sangat baik menciptakan integrasi kultural dan kohesivitas sosial.
     Hutan_hutan pun terjaga, peladang liar ditindak tegas, kerawanan sosial berkurang, kriminalitas dan kekerasan diatasi tuntas. Bupati tentara memang sarat prestasi tetapi kelemahanya di satu sisi, mereka cukup kaku dan disegani publik karena tidak jarang intimidatif dan represif kalau mendapatkan resistensi.
   Tiba masa putra daerah menjadi bupati Bima saat H.Zainul Arifin dipilih secara demokratis oleh 45 anggota DPR. Kepemimpinanya sangat religius, tegas dan cukup dialogis. Prestasinya mentereng mengangkat banyak honorer menjadi PNS tetapi catatan hitam publik tentu saja tidak mudah terhapus saat rusaknya hutan Ncai Kapenta dan kontroversi kecurangan penerimaan test CPNS di eranya. Kepemimpinan putra daerah seolah menginisiasi hadirnya banyak petaka sosial politik, ekonomi hingga problem ekologis.
    Pilkada tahun 2005 menjadi awal putra daerah untuk kedua kali terpilih kembali yaitu setelah Ferry Zulkarnain mengalahkan bupati petahana Zainul Arifin dalam sebuah kontestasi pilkada yang benar2 sengit menguras,tenaga, pikiran dan materi yang cukup melelahkan.
    Tipe dan gaya kepemimpinan Dae Ferry_Usman Ak, harus diakui banyak disanjung dan disukai publik. Keduanya sangat dekat, akrab dan memiliki kemampuan komunikasi politik yang unik dan mengagumkan dengan publik. Dae Ferry memiliki kebiasaan tidur di desa_desa, menyukai organ tunggal, dan hobbi memancing. Kebiasaan ini memicu merebaknya isu bahwa beliau bukan pemimpin yang religius.
   Selama menjadi bupati secara makro pembangunan berjalan baik meski tidak banyak yang spektakuler. Ide membangun kantor Bupati dan parugana,e di setiap kecamatan adalah karya dan prestasinya. Catatan buruknya adalah gagalnya membangun negosiasi dan komunikasi politik persuasif dan empatik yang efektif dengan masyarakat Lambu soal tambang.
     Saat Sk 188 diterbitkanya, seolah menyiram bensin dalam bara api kebijakannya menuai protes dan perlawanan luas dari masyarakat Sape dan Lambu.Dialog tidak tercapai dan kebuntuan negosiasi gagal mencapai konsensus. Protes dan demonstrasi yang di luar kendali berujung pada pembakaran kantor bupati Bima. (Penulis dilantai 2 gedung setda saat kejadian). Catatan kelam lain yang diwariskan selain bentrok berdarah di pelabuhan Sape adalah kasus sampan fiber glass yang tidak kunjung berhenti jadi komoditas dan sensasi publik.
     Begitulah kekuasan dan penguasa dalam politik. tidak ada yang benar2 sempurna. Kita mungkin dengan mudah dapat menjumpai rentetetan prestasi pemimpin di permukaan panggung depan kekuasaannya. Akan tetapi rahasia keburukan kekuasaan kerap banyak disembunyikan di panggung belakang. Ada intrik, konspirasi, korupsi,  bahkan tragedi yang tidak terungkap secara sengaja.
     Setelah Bupati Ferry meninggal wakilnya H.Syafruddin menggantikannya selama satu tahun setengah. Sosoknya yang intelektual, kaya, dan religius  juga ramah cukup mengesankan publik. Pembangunan jalan dua arah dan penuntasan kantor Bupati Bima menjadi catatan manisnya.Tahun 2015 berposisi sebagai petahana menjadi kontestan pilkada dan ditantang oleh Dinda Damayanti Putri mantan istri bupati Bima dua periode Ferry Zulkarnain dan di luar dugaan publik sukses mengalahkan superioritas  petahana(H.Syafruddin).
      Kekalahan  ini dalam catatan publik dipengaruhi oleh banyak faktor selain inkonsistensi aparat birokrasi. Kekecawaan tim karena sikap personal Aji Syafru yang dianggap terlalu irit(kappi) dalam memfasilitasi modal logistik operasional tim dan kampaye menjadi catatan buruk di samping prestasi baiknya.
     Tampuk kekuasaan selanjutnya dikendalikan penuh oleh Dinda-Dahlan.keduanya tidak pernah diunggulkan publik karena rendahnya kompetensi(modal ijazah paket C), pengalaman yang minim juga kapasitasnya yang dianggap tidak memadai. Membuatnya diragukan menjadi bupati yang sukses.Meski demikian, umi dinda dikenal sbg perempuan yang ramah, dermawan, baik hati dan tentu saja menawan hati. Senjata politiknya adalah tangis, air mata jadi cara menenun empati, trah kesultanan dieksploitasi.
     Impresi publik yg positif terhadap karakter umi dinda yang melekat dengan etik seolah beririsan  dengan  momentum takdir kematian suaminya. Membuatnya mendulang berkah limpahan simpati publik yg tinggi. Hal ini menjadi alasan yang meningkatkan basis elektoralnya sehingga secara dramatis terpilih telak dan jungkalkan petahana.
     Kepemimpinannya selama 3, 5 tahun terakhir dalam penilaian dan persepsi publik tidak cukup mengesankan. Baik dalam catatan grafik statistik makro pembangunan maupun dalam perspektif kognitif sosial publik. Masyarakat menilainya banyak gagal akibat ramainya kerawanan sosial seperti kasus kekerasan pembunuhan, kelangkaan pupuk,  rusaknya hutan, kasus bibit jagung dan lemahnya daya saing daerah.
     Secara objektif Dinda_dahlan mencatatkan beberapa prestasi. Salah satunya mendapatkan penilaian WTP dari BPK RI dalam tata kelola keuangan, meraih predikat kabupaten literasi terbaik, dan pemindahan kantor bupati. Sayangnya publik tidak cukup memiliki konfidence atas performa kepemimpinanya. Sehingga isu ganti bupati marak menjelang kontestasi. Bupati indah Damayanti secara kuantitatif dibandingkan dengan wakilnya lebih sering mendapatkan kritik publik yang bersifat personal termasuk tudingan membangun politik dinasti setelah putranya terpilih menjadi ketua DPRD.
     Pertanyaanya? Dari semua bupati di atas, adakah yang tercatat tanpa cela. Adakah prestasinya yang tanpa gugatan. Adakah kekuasaan dan kebijakannya yang tuntas menjawab keinginan dan aspirasi publik.
     Kalau jawabanya tidak ada. Lalu untuk  apa masing_masing pendukung Umi Dinda dan Syafaad saling membongkar aib. Soal Pajero dan Soal mobil yang digadai dan digunakan kerabat petahana di Mataram. Rasanya tidak substantif karena bukan itu yang dibutuhkan sebagai solusi kemajuan daerah.
     Kita harusnya sibuk mengucapkan pikiran bermutu, mendidik publik dengan etika demokrasi, mendorong calon bupati menemukan solusi kreatif membangun daerah, memaksimalkan potensi daerah dengan memperbaiki regulasi investasi, menginisiasi perda harga garam, harga jagung, harga ternak,meningkatkan SDM, menciptakan inovasi teknologi di SMk, SMA, menyiapkan kebutuhan energi yg memadai, membangun kolaborasi riset dengan universitas2 nasional dan lokal untuk menggali potensi daerah.
   Gagasan ini yg harusnya dicetuskan calon bupati dan penantang bupati bukan perang tagar, dan diksi_diksi pejoratif yg merendahkan moralitas publik. Publik  menuntut warisan (legacy)bermutu dari kekuasaan yaitu kesejahteraan yang dihadirkan oleh produktifitas kekuasaan. Publik menghendaki janji aspirasi pembangunan dituntaskan, publik menghendaki demokrasi dan politik nilai  dan gagasan menjadi substansi bukan ritus prosedural yang menghabiskan ongkos tanpa kualitas.

# Jangan habiskan anggaran besar pilkada untuk pertontonkan kemunduran demokrasi#

*Penulis adalah Kandidat Doktor UNHAS Makassar.

Data Usulan Program SMB Kab.Bima diterima DPP FGII di Jakarta untuk diajukan di Kemdikbud RI


Bima, SuaraCendekia.News
Ketua DPD Federasi Guru Independen Indonesia, Nukman, S.Pd., M.Si. akhirnya memutuskan untuk mengirim data ke Dewan Pimpinan Pusat di Jakarta terkait  usulan program sekolah merdeka belajar yang didapati FGII bersama organisasi penggerak dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Nukman, S.Pd.,M.Si. pada redaksi SC News telah melakukan final closing data untuk Kabupaten dan Kota Bima maupun Dompu sudah cukup dan dinyatakan final dalam pleno sore tadi d kantor DPD FGII. Adapun sekolah sekolah dalam wilayah Kecamatan yang berhasil kami himpun mulai dari data PAUD, TK, SD hingga SMP dengan format yang sudah kami edarkan baik melalui whatsapp maupun facebook, tuturnya.

Alumni Kebijakan Pendidikan Program Pasca Sarjana Universitas Wijaya Putra ini menegaskan sudah tidak menerima lagi data usulan sekolah merdeka belajar karena batas waktunya sudah ditutup hari tadi untuk wilayah timur dan kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengedarkan informasi ini melalui media sosial dan menandai beberapa kepala upt dikpora kecamatan kecamatan namun kurang begitu mendapatkan perhatian yang serius, mungkin dikira kami melakukan modus operandi mungkin, seloroh mantan aktivist 98 pada redaksi. Namun dirinya meyakini kegiatan itu pasti ada inshaaAllah katanya. "yang jelas kami sedang tidak main -main," tegas Nukman.


Sementara itu, Ketua Umum DPP FGII Dra. Tety Sulastri Lakollo, MM., mengaku melalui saluran  whatsappnya telah menerima data berupa file excel versi android dari Ketua DPD FGII NTB, Nukman, S.Pd.,M.Si. alhamdulillah beberapa kecamatan di Kabupaten Bima sudah kami terima datanya yang dikirim secara online sore ini, pungkas Ketua Umum DPP FGII Indonesia pada media Suara Cendekia News. [SC.News].


Abdul Farid, S.H. (Kades Woro) : " Kita Wajib Mengarusutamakan Masyarakat dan Memakmurkannya karena Kita dipilih Rakyat.

Doc. SuaraCendekiaNews

Woro, Suara Cendekia

Kepala Desa Woro Kecamatan Madapangga, Abdul Farid, SH yang baru dilantik beberapa hari yang lalu oleh Bupati Bima kini mulai menunjukkan taringnya, Kepala Desa yang performanya tampan dan ganteng ini memang beda dengan kades kades woro yang menjabat sebelumnya, pasalnya Kades Abdul Farid SH sangat pandai dan cerdas merangkul warganya dan mampu memotivasi swadaya dan swakarya di desa itu.

Desa Woro merupakan desa agraris, desa penghasil beras dan palawija serta sayur sayuran di Kecamatan Madapangga, tergolong kawasan hijau dan penyangga paru paru ekosistem, topografi desa yang terdiri dari persawahan, tanah tegalan dan hutan lahan tutupan negara membuat Woro beda dengan lainnya di Madapangga. Dan didukung lagi dengan keberadaan tiga embung besar di desa tersebuf.

Kepala Desa Woro Kecamatan Madapangga, Abdul Farid, SH adalah pejabat baru, yang mampu merubah mindset woro menjadi sangat ditakuti sepuluh desa di Madapangga, sumber daya alam yang mumpuni dan kepatuhan sosial yang cukup tinggi membuat Desa Woro berbenah dan mulai menata diri.

Pantauan Suara Cendekia News di Woro Madapangga Kades ini selalu turun ke lokasi bersama warga dan rakyatnya tidak pernah tidur dan ngantor di belakang meja, selalu saja di sawah, ladang, kebun, bahkan gunung. Kiprah Kepala Desa baru mulai terlihat, 
"Pertemuan dengan  P3A kelompok tani di Embung Woro, membahas pengairan sawah secara bergilir mudah2an berkah., katanya pada SC.

Dalam pertemuan dengan P3A  tadi dicapai kata sepakat untuk mengatur dengan tertib lancarnya sirkulasi air untuk tanah pertanian masyarakat supaya masyarakat dan warganya tidak konflik dan menimbulkan masalah dikemudian hari hanya gara gara persoalan air giliran, " Pungkas Abdul Farid, SH Kades Woro pada Suara Cendekia.News.[SC.News]