Cari Blog Ini

Selasa, 24 Maret 2020

Penanganan Virus Corona, Ilmuwan Dunia Mengkhawatirkan Cara Indonesia Menangani Wabah Mematikan COVID-19

Penanganan Virus Corona, Ilmuwan Dunia Sebut Indonesia Mengkhawatirkan

Dari semua negara di Asia Tenggara, Indonesia yang paling menkhawatirkan.

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Penanganan Virus Corona, Ilmuwan Dunia Sebut Indonesia Mengkhawatirkan
Peta sebaran virus corona Microsoft. 
Suara Cendekia - Meskipun obat virus corona (COVID-19) diklaim telah berhasil ditemukan, para ilmuwan di seluruh dunia masih terus menyoroti cara penanganan, khususnya Asia Pasifik. Dari pantauan para ilmuwan dunia, Indonesia dinilai memiliki penanganan virus corona terburuk.
"Dari semua negara di Asia Tenggara, Indonesia yang paling menkhawatirkan. Indonesia memiliki populasi yang sangat besar namun birokrasi yang tidak rapi. Penanganan krisis yang buruk di Indonesia akan membuat negara terpapar semakin buruk," ujar Dosen Griffith University Lee Morgenbesser, seorang ahli dalam politik Asia Tenggara, dilansir laman smh.com, Selasa (24/3/2020).
Sementara itu, Profesor virologi Universitas Queensland, Ian Mackay menyoroti beberapa tanda peringatan yang datang dari Indonesia. Peringatan itu memberi sinyal bahwa situasi di Indonesia bisa jauh lebih buruk daripada jumlah kasus yang diekspos ke publik.
"Ketika Anda melihat banyak kematian dalam waktu singkat, seperti yang terjadi, itu menunjukkan ada beberapa kasus selama beberapa waktu. Kami juga telah melihat banyak pelancong yang terinfeksi keluar dari Indonesia dan itu masalah lain karena mereka hanya belum cukup diuji," ucap Mackay.
Tingkat kematian di Indonesia saat ini sekitar delapan persen dari kasus, jauh lebih tinggi daripada rata-rata internasional, meskipun ini mungkin hanya mencerminkan sejumlah kecil tes yang dilakukan secara proporsional.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah menyangkal penyebaran virus selama berminggu-minggu. Indonesia telah menguji sekitar 1.500 orang dari 270 juta populasi, angka yang tidak sebanding jika dibandingkan dengan lebih dari 80 ribu orang yang diuji di Australia dan 250 ribu orang di Korea Selatan.
Morgenbesser menambahkan bahwa ia tidak percaya angka yang dilaporkan oleh Laos dan Kamboja, yang mengklaim hingga hari ini tidak ada yang terindikasi virus corona . Untuk setiap pemerintah di wilayah ini, krisis virus Corona merupakan tes kompetensi yang setara dengan krisis keuangan, serangan teroris besar, atau perang.
"Ini adalah ujian terhadap sesuatu yang tidak bisa Anda lihat dan Anda hanya punya sedikit kontrol, paling tidak pada awalnya. Yang diuji adalah seberapa transparan diri Anda, akuntabel diri Anda, dan seberapa efisien sistem yang telah Anda tempatkan," jelas Morgenbesser.
Beberapa negara di Asia telah mencatat kenaikan terbesar dalam satu hari untuk jumlah kasus virus Corona (COVID-19). Terpantau pada Selasa (24/3/2020) melalui situs resmi Johns Hopkins Coronavirus Resource Center, Indonesia tercatat telah ada 579 kasus, Malaysia 1.518 kasus, dan Thailand sebanyak 721 kasus.
Sementara Vietnam (123 kasus), Kamboja (87 kasus), dan Filipina (462 kasus) mencatat peningkatan infeksi harian yang stabil. Sedangkan Laos dan Myanmar masih mengklaim tidak ada kasus.
Singapura sendiri, yang mencatat kasus pertama kali pada 23 Januari lalu, telah mencapai 509 infeksi. Negara ini melaporkan, telah terjadi dua kematian pertamanya dari kasus COVID-19 pada Sabtu (21/3/2020). Salah satu korban adalah seorang WNI dari Indonesia.
Clarence Tam, asisten profesor penyakit menular di Universitas Nasional Singapura, mengatakan Hong Kong dan Singapura telah menangani pandemi virus Corona dengan relatif baik. Kedua negara ini memiliki keuntungan tersendiri, seperti wilayah yang lebih kecil sehingga memiliki batas terkontrol dengan baik dan membuat pelacakan kontak dan penyaringan kontak intensif lebih mudah.
Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) melintasi pintu pagar setibanya di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Sabtu (21/3). [ANTARA FOTO/Agus Alfian]
Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) melintasi pintu pagar setibanya di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Sabtu (21/3). [ANTARA FOTO/Agus Alfian]
Kedua negara itu telah memiliki bekal pengalaman dalam menghadapi epidemi SARS pada tahun 2003. Artinya, selama 15 tahun terakhir kedua negara itu juga telah berinvestasi dalam kapasitas dan infrastruktur untuk menangani jenis wabah seperti COVID-19.
"Untuk COVID-19, saat ini kami tidak tahu berapa banyak anak yang tertular. Mungkin banyak kasus pada anak-anak yang tidak terdeteksi karena penyakit pada anak-anak cenderung ringan, tetapi kami juga tidak melihat banyak wabah di sekolah," ucap Tam, seperti dikutip dari Sarasota Memorial Health Care System.
Hal penting yang dapat dipelajari dari negara seperti Singapura, Hong Kong, Taiwan, dan Korea Selatan dalam menangani virus Corona adalah pengujian yang dilakukan sejak awal dan secara luas, isolasi yang efektif, penulusuran kontak, dan karantina. Itu menjadi kunci untuk mengendalikan virus di bawah kendali.
"Setiap negara yang belum dapat menerapkan langkah-langkah ini dengan cepat, untuk alasan apa pun, berisiko tinggi terjadi penularan pada masyarakat yang tidak terkendali, seperti yang kita lihat sekarang di sejumlah negara Eropa dan Amerika Serikat," jelas Tam.
Kasus lain, seperti di Malaysia juga menjadi perhatian khusus karena dilaporkan mengalami kenaikan lebih dari 100 kasus per hari selama lima hari berturut-turut, dan lebih dari dua pertiga dari kasus tersebut terkait dengan tiga hari acara Tabligh Akbar yang diselenggarakan pada akhir Februari lalu.
Tetapi dengan sistem kesehatan Malaysia relatif maju, para dokter dan profesornya terlatih dengan baik dan kompeten. Tam menilai kondisi Malaysia lebih siap daripada vanyak negara di wilayah Asia Tenggara untuk menangani COVID-19 dan penutupan perbatasannya dengan orang asing.
Malaysia disebut telah memperkenalkan beberapa kontrol perbatasan yang paling ketat. Thailand dan Singapura juga melakukan hal serupa.
Singapura memperkenalkan aturan karantina 14 hari untuk kedatangan internasional dan sementara melarang kedatangan dari negara-negara tertentu. Sedangkan, Filipina memberlakukan lockdown di seluruh kota termasuk Manila.
Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Tam mengatakan, butuh waktu sekitar dua minggu untuk mengetahui apakah langkah-langkah baru dan ketat yang diambil Malaysia dapat memperlambat penyebaran virus
Namun, berbeda dengan Indonesia yang memiliki lebih dari 50 kali populasi Singapura dan yang telah melaporkan 49 orang meninggal, Tam menilai kondisi yang terjadi di Indonesia saat ini menimbulkan kekhawatiran terbesar.
Indonesia, Malaysia, dan Filipina menghadapi tantangan yang sangat spesifik karena populasi yang sangat besar dan tersebar luas, serta fakta bahwa negara-negara itu memiliki populasi pekerja imigran yang sangat besar.
"Untuk memiliki respons yang efektif dan terkoordinasi, negara membutuhkan investasi yang jauh lebih besar dalam memperkuat sistem kesehatan di seluruh wilayah," ujar Tam

Hadapi Covid-19, FITRA Keluarkan Rilisan Terbarunya terkait Kebijakan Publik Anggaran

Seknas FITRA, Misbah Hasan Akhmad

Berita by admint.

Jakarta, Suara Cendekia.-
Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), akhirnya mengeluarkan rilis terkait sikapnya dalam menghadapi pandemi Corona Virus Disease - COVID19, FITRA melalui whatsapp selulernya mengeluarkan rilisan terkini, per selasa 24/3 melalui Suara Cendekia.

Berikut rilisannya lengkapnya yang kami terima,
#rilisfitra #sikapfitra #covid19 •
Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA), menyatakan:
1. Keluarnya Inpres sekadar langkah taktis pemerintah karena bersifat teknis-administratif realokasi anggaran. Yang lebih strategis adalah mengeluarkan Perppu tentang APBN 2020 dengan memasukkan realokasi anggaran untuk Bencana Non-Alam. 
2. Pemerintah pusat dan daerah harus mempublikasikan penggunaan anggaran untuk penanganan Covid-19, karena dengan keterbukaan atau transparansi dapat meminimalisir terjadinya tindak pidana korupsi.
3. Perlu komitmen yang kuat oleh para penegak hukum dalam penanganan tindak pidana korupsi terkait dengan korupsi anggaran penanganan bencana. Hal ini untuk menghindari terjadinya pengulangan korupsi anggaran penanganan bencana, terlebih diberlakukannya kelonggaran pengelolaan anggaran.
4. Masyarakat harus secara aktif terlibat dalam pengawasan penggunaan anggaran penanganan dan pencegahan Covid-19, agar tidak terjadi penyalahgunaan.
5. Menolak penambahan utang luar negeri untuk penanganan covid-19 karena dapat membebani APBN dan mempunyai dampak jangka panjang di tengah kondisi perekonomian nasional dan global yang terpuruk.
6. Pemerintah perlu segera merealisasikan Dana Alokasi Khusus Fisik bidang kesehatan, sehingga peningkatan jumlah korban Covid-19 dapat dihindari. Berdasarkan data kementerian keuangan DAK Fisik per Februari 2020 belum disalurkan.
7. Pemerintah juga perlu mengantisipasi secara lebih serius dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama pasca diberlakukan kondisi Sosial Distancing dan Work from Home. Pemerintah harus menjaga ketersediaan pasokan pangan setidaknya dalam kurun waktu 5 bulan ke depan, dan perlu afirmasi kebijakan, dengan memberikan bantuan kepada masyarakat selama pemberlakuan kondisi darurat Covid-19.

Demikian dan semoga bermanfaat.
(SC News003)

Proteksi Dunia Pendidikan Indonesia, Mendikbud RI Ambil Sikap Tegas

             Nadiem Anwar Makarim

Berita by admint.

Jakarta, Suara Cendekia.
Menghadapi dampak global yang diakibatkan oleh Covid-19 termasuk untuk dunia pendidikan dasar, dan menengah Indonesia dengan sikap kenegarawannya yang bagus, akhirnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim tertanggal 24 Maret 2020 mengeluarkan Surat Edaran nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran corona virus disease (Covid-19).

" Berkenaan dengan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang semakin meningkat maka kesehatan lahir dan bathin siswa, guru, kepala sekolah dan seluruh warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan, " Kata Mendikbud RI pada Suara Cendekia News melalui Whatsapp pribadinya, Selasa(24/3).


Sehubungan dengan hal tersebut kami sampaikan kepada saudara hal hal sebagai berikut, pertama ujian nasional, kedua proses KBM, ketiga ujian sekolah, keempat kenaikan kelas, kelima PPDB dan keenam dana bantuan operasional sekolah, " tambahnya.

Semua sudah ada dalam surat edaran saya, tinggal teman teman media bisa menjelaskannya ke publik terkait dengan kebijakan saya tersebut kata Mendikbud melalui whatsapp, Selasa,(24/3).

Surat tersebut sebanyak 3 (tiga) lembar yang ditujukan khusus kepada Gubernur, Bupati/Walikota seluruh Indonesia dengan tembusan-tembusannya kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten Kota dan seluruh kepala satuan pendidikan se- Indonesia. 

Yang intinya adalah keenam hal yang disebutkan diatas tadi dinyatakan force majeure alias diterapkan berdasarkan situasi kondisi di tengah wabah bencana non alam atau corona virus disease (Covid-19), pungkas Pak Menteri pada Suara Cendekia.

(SC.News002)

Tim Kerja COVID-19 Bentukan Pemkab Bima Mulai Lakukan Penyemprotan Disinfektan




Kabupaten Bima, Suara Cendekia.,-

Pasca dibentuk melalui Rakor beberapa waktu lalu, Gugus Tugas Covid-19 (Corona) langsung action. 
Hari ini, Selasa, 24 Maret 2020 tim tekhnis yang terdiri dari RSUD Bima, Dinas Kesehatan dan BPBD Kabupaten Bima, didukung Camat dan masyarakat setempat, mengawali giat mereka.

Kabag Protokol dan Komunikasi  Pimpinan, Setda Bima, M Chandra Kusuma, AP, mengatakan, Tim dari BPBD pagi ini melakukan penyemprotan Desinfektan di Pasar Tente, Bolo dan Kecamatan Sape.

" Di Kecamatan petugas dibantu oleh Camat dan unsur Muspika yang sudah siap dengan para petugas pula, " ujar Chandra.



Sementara itu, diseluruh area publik Bandara telah dilakukan oleh Kepala Bandara sendiri dan KKP. " Terimakasih Pemerintah sampaikan, Ka Bandara langsung laukan sendiri, " lanjut Kabag.

Selain melakukan penyemprotan desinfektan di ruang tunggu Bandara, pihak otoritas Bandara SMS Bima, kata Chandra, mereka juga memasang Marking Sosial Distancing di area Check in dan kursi ruang tunggu keberangkatan penumpang Bandara.

Sedangkan di Kantor BMKG yang dekat dengan kompleks Bandara juga telah bekerja. Dengan inisiatif dan rasa tanggung jawab mereka bergerak melakukan penyemprotan Desinfektan di seluruh area kantor BMKG Bima di pimpin Ka BMKG sendiri.

Sehari sebelumnya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima telah mengerahkan jajaran Puskesmas se - Kabupaten Bima bersama jajaran TNI-Polri telah melakukan  penyemprotan dan sosialisasi keliling kecamatan

Hingga berita ini diturunkan , kata mantan Camat Woha ini, tim sedang bekerja di lapangan. Pada semua pihak dan masyarakat agar masing - masing tetap menjaga pola hidup sehat. (SC.News001)

Gubernur didampingi Wakil Gubernur Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengumumkan adanya seorang warga NTB yang positif Corona.


MATARAM, Suara Cendekia – Sesuai dengan pernyataan sebelumnya, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah tidak akan menutup-nutupi setiap perkembangan terkait isu Virus Corona (Covid-19).
Hari ini, Selasa (24/3) siang, Gubernur didampingi Wakil Gubernur Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengumumkan adanya seorang warga NTB yang positif Corona.
Pengumuman tersebut disampaikan Bang Zul (sapaan akrab Zulkieflimansyah) pada konferensi pers terkait perkembangan Covid-19, di Posko Waspada Covid-19, Gedung Sangkareang Kantor Gubernur.
“Pada hari ini telah terkonfirmasi positif Covid-19 satu orang warga NTB. Jenis kelamin perempuan, usia 50 tahun,” jelas Bang Zul.
Diperkirakan, yang bersangkutan kemungkinan tertular di luar NTB. “Karena memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit dalam periode 14 hari terakhir,” urainya.
Saat ini, si penderita dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Provinsi NTB. Yang bersangkutan dirawat di sana sejak 17 Maret lalu.
Bagaimana kondisinya sekarang?
“Saat ini dalam kondisi semakin membaik. Menunggu test negatif sebanyak dua kali, sebelum bisa dipulangkan ke rumah,” jelasnya.
Gubernur tidak menyebutkan alamat dan daerah asal pendetita. Namun menurut informasi, yang bersangkutan berasal dari Pulau Lombok.
Untuk menghindari penularan lebih lanjut, kata Bang Zul, petugas kesehatan sedang melakukan Kontak Tracking terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang bersangkutan.
Meski sudah ada satu orang warga NTB yang positif Corona, Gubernur mengharapkan kepada semua lapisan masyarakatnya agar tetap tenang.
“Hindari keramaian, jaga kesehatan dengan melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat. Kurangi aktivitas di luar rumah,” imbuhnya lagi.
Lebih jauh Gubernur menjelaskan, Pemprov NTB telah menyediakan laman resmi Satgas Pemerintah Provinsi NTB Penanganan Covid-19. Yakni http://corona.ntbprov.go.id.
Sedangkan Layanan Hotcall penanganan penyebaran Pendemik Covid-19 di NTB;

0818 0578 – 7239,
0812 – 4686 -317,
0812 – 3785 – 657,
0812 – 3613 -9917

Sebelumnya, Gubernur mengharapkan kepada semua pihak agar bersama-sama aktif melawan penyebaran Covid-19 ini. (SC News)



Senin, 23 Maret 2020

Pemdes Rade, Sterilkan Lingkungan dari Amukan Corona Viruses Disease (COVID-19)

Kabupaten Bima, Suara Cendekia.- Pemerintah Desa Rade Kecamatan Madapangga, bakda Dzuhur tadi bersama Ketua BPD dan lainnya menggelar kegiatan penyemprotan viruses disease corona atau yang populer dengan nama COVID-19, Pemdes Rade memulai langkah itu mulai hari ini, 24/3.

Kepala Desa Rade, Atfah H. M. Tahir Fattah memimpin langsung kegiatan penyemprotan ini ditemani Sekdes Amir Riskan serta staf maupun anggota dan ketua BPD Desa Rade.

" Kita tidak mau terpapar oleh virus yang sangat mematikan ini, dan mulai dari rumah ibadah seperti masjid, musholla, langgar hingga rumah rumah warga kita akan semprot semua tak terkecuali, ungkap Kades pekerja yang penuh energik ini pada SC News.

Pantauan Suara Cendekia, di Desa Rade Kecamatan Madapangga begitu ramai dengan warga yang membantu kegiatan ini secara swadaya dan alhamdulillah mendapat atensi juga dari PKM Madapangga dalam kegiatan penyemprotan disinfektan tersebut.

Beberapa orang perwakilan dari Puskesmas Madapangga tampak standby bersama Pemdes beserta warga masyarakat yang ada dan alhamduulillah gebrakan ini sangat positif dan mampu menstimulus swadaya berbagai pihak, tentunya.
Harapan warga masyarakat Rade kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bima untuk bisa menambah amunisi disinfektan ataupun fogging buat perkampungan yang belum tersentuh oleh penyemprotan hari ini, sebab COVID-19, ini wabah serius yang telah memakan korban yang terlampau banyak di berbagai negara di dunia, jadi patut kita waspadai sebelum positif COVID menjangkiti kita semua.


(SC.News)

Antisipasi Covid-19, Tim Terpadu Gegana Gandeng SMPN 14 Kobi Lakukan Pencegahan dan Diskusi


Kota Bima, Suara Cendekia,-
Pandemi Corona benar benar mengglobal dan mengundang kekhawatiran berbagai fihak tidak hanya di Kota bahkan Desa dan perkampungan pun sudah mulai prihatin dengan wabah menular mematikan ini, semua pihak ikut bergerak termasuk di dunia pendidikan pun SMP Negeri 14 Kota Bima pagi tadi, Selasa 24/3 melakukan hal yang sama yaitu penyemprotan disinfektan.

Berkat kerjasama dengan Tim Siaga Covid-19 Gegana Brimob, SMP Negeri 14  Kota Bima alhamdulillah ikut nimbrung melakukan aksi kemanusiaan melakukan upaya preventif menangkal berkembangbiaknya virus corona yang mematikan.

"Hari ini alhamdulillah kami mendapatkan penyuluhan dan penyemprotan disinfektan untuk mencegah positifnya gejala corona, kata Syarif Aya La Abid.

Kepala SMP Negeri 14 Kota Bima bersama Dewan Guru dan Komite Sekolah menyatakan salut dan apresiasi terhadap Tim SiagaCOVID-19 Gegana Brimob yang telah mengedukasi warga sekolah hingga sekitar lalu ditindak lanjuti dengan penyemprotan menggunakan cairan anti virus maupun disinfektan lainnya tidak hanya corona juga malaria, kata kasek.

Inilah sinergitas yang diharapkan oleh masyarakat terhadap pemerintah, ada saling kerjasama yang menguntungkan dan memproteksi warga, tidak harus mengeluarkan dana besar dan biaya mahal sebenarnya untuk melakukan gebrakan mulia ini melainkan nawaitu ikhlas beramal untuk ummat manusia. (SC.News)  

Tangkal COVID-19, Pemdes Bolo Madapangga Semprotkan Dinsinfektan Secara Mandiri


Bolo- Madapangga, Suara Cendekia.-

Sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Corona (COVID-19), Pemerintah Desa Bolo Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima melakukan penyemprotan disinfektan massal di seluruh lingkungan Desa, selasa, 24/03/2020.

Kepala Desa Bolo, Drs Muhtar, H. Idris menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya untuk mencegah wabah virus corona yang semakin hari membuat masyarakat gelisah.

“Penyemprotan disinfektan ini merupakan langkah preventif sebelum penyebaran virus corona positif, juga sebagai bentuk proteksi kepada warga yang khawatir terhadap penyebaran virus corona sehingga menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif,” ujar kades.

Lanjut kades, Penyemprotan dilakukan sejak pukul 09.15 Wita. Penyemprotan ini merupakan hasil swadaya dari Pemerintah Desa dan seluruh warga Desa Bolo berupa alat peyemprotan dan kelengkapan lainya. Diantara yang disemprot disinfektan adalah Masjid, rumah warga, terminal Desa Bolo Gang-gang yang ada dilingkungan Desa Bolo. 

“Selain penyemprotan, dilakukan juga sosialisasi pencegahan corona, yaitu pentingnya pola hidup sehat, menjaga kebersihan diri, cuci tangan, social distance, menghindari perkumpulan, melarang warga membuat keramaian keramaian dan mengikuti himbauan pemerintah”. pungkasnya.


(Suara Cendekia).

Antisipasi Covid-19, Pemdes Leu Semprot Semprot Rumah Warga Hingga Kedalam Kamar dan Dapur


Kabupaten Bima, Suara Cendekia.- Meski masih negatif penyebaran Covid-19, Pemerintah Desa Leu Kecamatan Bolo melakukan penyemprotan di lingkungan dan rumah - rumah warga desa setempat, Senin (23/3).


Sekertaris Desa Leu Syam Ilyas mengatakan penyemprotan itu melibatkan 10 orang personil. Selain dari Pemdes  dan BPD setempat, pihaknya juga dibantu oleh Puskesmas Bolo, Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

" Ini adalah bagian dari upaya kami menangkal sedari awal sebelum positif terpapar COVID19," ujarnya.

Kata beliau, kegiatan ini akan dilaksanakan selama 2 hari. Mulai hari ini hingga besok, Selasa (24/3) dengan personil yang akan bertambah.

" Hari ini baru separuh. Kami akan selesaikan besok, " katanya.

Ia membeberkan, penyemprotan tidak saja dilakukan di lingkungan atau rumah saja. Tapi lebih dari itu pihaknya bahkan menyemprot di dalam kamar dan tempat tidur hingga dapur para warga.

Kegiatan itu sambungnya, menggunakan anggaran tidak terduga dana desa tahap pertama tahun 2020.

Ia menghimbau kepada seluruh warga desa setempat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan pola hidup sehat. Ikuti arahan dan himbauan pemerintah, serta sering-sering mencuci tangan dengan sabun.

"Ayo sama-sama kita lawan Corona Viruses Diseased -COVID19 ini," ajaknya.


(SuaraCendekia)

Ketua DPD FGII Minta Semua Pihak Terutama PEMKOT/PEMDA Segera Ambil Tindakan Nyata, Konkrit dan Terstruktur Atasi COVID-19, Jangan Banyak Bicara.

Berita by admint

Bima, Suara Cendekia.
Penanganan Corona Viruses Disease (COVID-19) khususnya diberbagai daerah belum terpadu dan terpantau masih saling berjalan sendiri sendiri tidak ada solusi melainkan hanya saling mengeluarkan surat himbauan dan edaran di ruang publik. Masih dalam tataran retorika semua belum sungguh sungguh dan terkesan hanya menampakkan pintar bicara saja bukan kerja nyata aksi nyata dan sangat kurang itu.

" Di Kota Bima misalnya masa darurat Covid diperpanjang hingga 91 hari dari sekarang saya dapat info. Terus kalau sampai 5 (lima) haripun rakyatnya bisa dapat apa, coba? Kemudian Kabupaten Bima baru tadi dia Rakor itu pun masih wacana, apakah ini bukan das sein das sollen? Ungkap Alumni Kebijakan Publik UWP Jatim itu pada SC News.

Selain itu, katanya nukman, kita belum melihat sejauh ini para elit kita mengambil tindakan nyata di lapangan dengan menyemprotkan disinfektan mumpung masih negatif, membagi masker, membagi hand sanitizer, melakukan fogging, hingga membuat posko darurat corona justru yang saya lihat ini saling pandai dan pintar berdebat, saling pintar bicara dan saling melempar opini ke publik , saling populis di media dan saling carimuka di media massa baik cetak maupun elektronik. Coba bangun atau bikin posko yang menghimpun soal corona hingga tingkat lurah dan jadikan kantor lurah itu sebagaj posko kalau gak mau ribet.

Nukman menambahkan saya lihat ini sifatnya perintah semua, kontribusi langsung yang bisa memberikan keringanan pada warga ditengah krisis itu yangg ditunggu. Surat-surat itu memang pekerjaan gampang. Siapa juga bisa. Perintahkan dinas terkait untuk sediakan tlp on call corona,  sediakan tempat alternatif pelayanan kesehatan warga untuk.pemeriksaan gratis, bagi keluarga yang sakit beri subsidi bantuan langsung tunai. Ini hemat saya kerja.. kalo suruh ini suruh itu..ya... biasa sj itu! Selain itu alihkan anggaran khusus penanganan ini segera kerja keras dan cerdas bangun sinergitas multi pihak bukan hanya rapat baru rapat dan edaran edaran doank, ini kita tengah menghadapi bukan mendeteksi, harus ada langkah langkah konkrit dong bukan malah bicara terus, dinas kesehatan kenapa diam, bagian keuangan daerah kenapa membisu, bantu rakyat keluar dari himpitan wabah corona.

Pemerintah harus bangun kerjasama dengan multi fihak atasi corona kalau daerah punya uang, maka fihak lain tenaganya, daerah gelontorkan dana buat itu bukan malah melarang saja atau membuat surat himbauan namun nihil tindakan itu sama saja dengan membunuh rakyat secara tidak langsung, kalau rakyat sudah dilarang keluar maka resikonya akan ada terhadap keluarganya mau kasi makan apa keluarganya makanya disitu juga harus dipikirkan oleh pemda dan pemerintah, makanya fikirkan nasibnya dan siasatilah keadaan secara seksama bijak dan dewasa. Harusnya Gubernur NTB belajar dari Pemprop DKI bagaimana bang Anis Baswedan mengatasi corona yang positif, ini kita masih negative konsentrasinya sudah saling kocar kacir, gagal fokus dan saling pintar bicara malah lamban bersikap justru yang ada sekarang blunder. Kenapa blunder ? Masih negative tapi tidak ada upaya sungguh sungguh pihak terkait seperti PKM setempat dibawah instruksi Dinkes melakukan tindakan ini itu bahkan APD ,  Masker dll yang penting untuk dokter dan perawat di Puskesmas seluruh wilayah nggak ada stocknya, terus kalau nanti statusnya udah posituf mau atasi dengan apa, ayo.

Nukman juga meminta semua pihak untuk kasihan pada rakyat saat ini dengan tidak lagi membahas politik dan kepentingan ditengah situasi dan kondisi negara bangsa dan daerah yang lagi dilanda wabah dan ujian Allah SWT, mari kita fokus atasi penyalit yang mematikan ini demgan sungguh sungguh, Siapkan segala hal untuk atasi corona termasuk bantuan langsung tunaj bagi rakyat yang tidak bisa keluar mencari nafkah dan itu disisipkan dari anggaran yang ada jika tidak begitu sangat sulit apalagi negara kita dalam keadaan begini, lemboade pemkot dan pemda karena birokrasilah rakyat menaruh harapan pungkasnya. [SC.News]

Bupati Bima, Hj.Indah Dhamayanti Putri, S.E., Pantau Proyek GOR Panda dan Minta Kerjakan Tepat Waktu.


BIMA, SCNews - Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, memantau pembangunan Gelanggang Olah Raga (GOR)  tipe B, di Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Senin 23 Maret 2020, pagi.

Saat kunjungan, Bupati didampingi Kabid Pendidikan Non Formal Pemuda dan Olah Raga (PNFPO) Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima Drs.Chairunnas, M.Pd., dan dilakukan orang nomor satu di Kabupaten Bima itu sebelum menghadiri Paripurna di Gedung Dewan.

Tiba dilokasi, Bupati Umi Dinda memantau dan melihat langsung pengerjaan proyek senilai Rp 14 Miliar tersebut.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Bima, 
M Chandra Kusuma Ap, mengatakan, Bupati berharap pembangunan GOR tersebut bisa diselesaikan tepat waktu dan pekerjaannya sesuai bestek serta bisa digunakan secepatnya.

‘’Bupati meminta agar  memprioritaskan ruang kantor dan administrasi agar bisa digunakan secara maksimal, jangan sampai ada ketinggalan harus sesuai RAB,’’kata Bupati, dikutip Kabag Prokopim, Senin.

Kemudian, kata Bupati, dilanjutkan dengan kamar mandi, ruang ganti atlit  serta Perpustkaan.

Hingga kini, Progress Pembangunan GOR sudah mencapai Sembilan puluh persen. Mega proyek itu sendiri telah disetujui oleh Kementerian Pendidikan Pemuda dan Olahraga RI. Direncanakan GOR tersebut akan digunakan sebagai pusat pembinaan beberapa Cabang Olahraga indoor. 

“Pembangunan GOR itu senilai Rp. 14 M. Dibagi 4 (empat) item pekerjaan yaitu, Konsultan Pengawas, Konsultan Perencana, Peralatan Olahraga  dan Pekerjaan Fisik,’’lanjut Chandra.

Sekjen DPD FGII NTB, Moh.Hirwan : Jangan Sampai Gara Gara Corona Semua Agenda Penting Ikut Terbengkalai


Lombok Timur, Suara Cendekia.-
Sekertaris Jenderal Organisasi Profesi DPD FGII NTB, Mochammad Hirwan sangat merisaukan kondisi birokrasi akhir ini di NTB terutama di daerah - daerah, karena dampak dari adanya wabah global maupun dinamika finamika lainnya. Kekhawatiran itu sangat beralasan karena daerah sangat sedikit bahkan nihil kontrol dan pengawasan lembaga lembaga terkait. 

Sekjend DPD FGII NTB, ini juga memberikan sebuah ilustrasi di Pemkab Lotim hingga Kabupaten Bima kondisinya hampir sama dimana Kepala Daerahnya mengeluarkan larangan warga masyarakatnya untuk keluar rumah, mengadakan perkumpulan, dan lain dan sebagainya melalui  surat edaran dan himbauan namun disisi lain pemerintahnya yang melanggar atau bupatinya yang melanggar. " jadi kita bingung dengan situasi ini, disatu sisi corona ini mau dibasmi disisi lain Bupatinya masih tidak taat azas akan himbauan yang dikeluarkannya, sebenarnya daerah kita dominan masih negatif belum positif Corona tetapi hingar bingarnya udah luarbiasa bahkan udah pada keteteran hingga banyak yang tercecer agenda agenda penting itu, padahal masih negatif seperti lotim, loteng, lobar hingga sumbawa, katanya.

Selain itu dirinya sangat mengharapkan sikap konsisten pemerintah terutama kepala kepala daerah di NTB untuk sama sama dengan Bapak Gubernur NTB bersikap tegas dan konsisten jangan plin plan, selain itu hirwan menambahkan agar semua stakeholders memantau kebijakan publik selama pandemi covid ini diberlakukan, jangan sampai ada istilahnya aji mumpung. Ketika ditanya apa maksud aji mumpung itu, Sekjen DPD FGII NTB ini menjelaskan bahwa aji mumpung itu bisa banyak hal misal menggunakan kesempatan dalam kesempitan, dicontohkannya misalnya ada agenda agenda birokrasi yang sangat penting seperti Musrenbangda ditiadakan dengan dalih corona sementara kegiatan Rakor yang melibatkan multipihak untuk penanganan suatu wabah digelar, nah inikan lucu, kenapa agenda musrenbangda di cancel dan ditiadakan sementara rakor, paripurna dan lain lainnya yang nggak perlu bisa terlaksana ditengah merebaknya wabah corona, selain itu banyak hal hal lainnya makanya kita harus mengetatkan pengawasan kebijakan publik jangan sampai birokrasi terus menipu rakyat dengan dalih, alibi dan kamuflase tertentu dibalik bencana, pungkas Sekjen.[SC.News]

PEMKAB BIMA GELAR RAKOR, ANTISIPASI COVID-19

Berita by admint.
Bima – Suara Cendekia,  Mengantisipasi meluasnya wabah penyakit Corona Virus Desease (COVID-19) di seluruh wilayah kecamatan, Pemerintah Kabupaten Bima  yang dipimpin Sekda, Senin (23/3) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pembentukan Gugus Tugas Bencana Non Alam Covid 19 Tingkat Kabupaten Bima di Ruang Rapat Kantor Bupati Bima.
Pada Rakor yang diikuti TNI/Polri, Instansi vertikal, kepala perangkat daerah, para camat dan organisasi profesi terkait tersebut     Sekretaris Daerah Drs. H.M Taufik HAK, M.Si yang memimpin rapat mengemukakan bahwa Berdasarkan hasil pengamatan virus karena telah berdampak pada aspek bidang kehidupan sosial masyarakat.
“Meskipun Bima bukan saat ini masih negatif Virus COVID-19, dengan melihat adanya peningkatan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang sudah menyebar ke sepuluh kecamatan,  penyebaran wabah penyakit ini tidak boleh dianggap main-main”. Karena itu semua pihak terkait  harus secara sungguh-sungguh  mengatasinya”. Tegas Sekda.
Agar pelaksanaan Gugus Tugas yang dibentuk ini berjalan efektif, maka  koordinasi memegang peranan penting di dalamnya.
Langkah-langkah pengetatan pengawasan pada titik masuk baik Bandar Udara, Terminal, Pelabuhan laut dan penyeberangan oleh unit kerja terkait harus segera dilakukan. Camat Sape, pihak ASDP, Bandar Udara Penyeberangan dan Kadis Perhubungan berkordinasi aktif melakukan pemeriksaan secara ketat penumpang darat, laut dan udara”. Terang Sekda yang didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Bima Aris Munandar ST., MT.
Rapat tersebut menghasilkan sejumlah point yang mulai dijabarkan tanggal 24 Maret 2020 antara lain kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tentang COVID dilaksanakan oleh seluruh Puskesmas.
Penyemprotan disinfektan pada wilayah kecamatan dan yang dititikberatkan pada area publik seperti pasar dan terminal.
Pembentukan Call Center untuk menangani lalulintas informasi dan koordinsi lintas sektoral di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa  dibawah koordinasi Dinas Kominfostik dan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda.(SC.News).